Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Tak semuanya apa yang kita inginkan bisa menjadi milik kita


__ADS_3

Arzan yang sedang makan di kedai kakeknya sampai menyemburkan makanannya kaget melihat Alvaro dan juga Sani makan berdua maksudnya dinner , Arzan makin memperbesar foto itu Suni begitu cantik dan membuatnya makin menyukainya saat dirinya sedang fokus fokus melihat wajah Sani tiba-tiba saja kakeknya membuatnya kaget dan " itu Sani ya cantiknya sama siapa itu apakah itu pacarnya cocok ya mereka berdua, bukannya itu Alvaro ya temen kamu ya bener kan kakek gak salah lihat "


"Kakek ngagetin aja sih, engga ih mereka gak pacaran malahan Arzan lagi ngejar Sani, Arzan lagi naklukin hati Sani kakek doain dong "


Kakeknya mengernyitkan dahinya "hahh terus Mira perempuan yang sering kamu bawa itu gimana bukannya kalian pacaran ya Zan, dia kan nempel terus sama kamu, kemana mana kamu pergi pasti dia ikut"


"Kakek kata siapa engga kok aku sama dia sama sekali gak pacaran, kita cuman temenan aja, ga ada hal yang lebih diantara kita berdua"


"Mira waktu itu bilang sama kakek kalau kalian berdua itu pacaran, kamu jangan sakitin perasaan Mira loh kasian dia jangan mengecewakan seorang wanita Zan, ingat ibumu pun wanita, jadi jangan main main ya "


"Iya Arzan tahu tapi Mira bukan pacar Arzan beneran deh, buat apa Arzan bohong sama kakek, aku beneran gak pacaran sama Mira kok, aku cuman temenan aja sama dia, aku gak suka sama Mira kek"


"Tapi kayaknya Mira suka sama kamu ya, inget ya jangan sakitin hati perempuan lain, nanti kamu dapet karma loh, kamu bener bener suka sama Sani atau hanya sebuah obsesi saja, atau cuman penasaran aja "


"Aku bener bener suka sama Sani kek dan bukan obsesi semata, aku udah suka sama Sani dari dulu tapi belum ada kesempatan aja buat bicarain semuanya, aku masih binggung harus bilang dari mana dulu "


"Gimana kalau Sani beneran pacaran sama Alvaro apa yang akan kamu lakukan ?"

__ADS_1


Arzan diam dan memikirkan apa yang akan dilakukan olehnya kalau itu terjadi "Arzan akan kejar Sani sampai Sani jadi pasangan Arzan, Arzan akan berusaha untuk membuat Sani tertarik dengan Arzan, Arzan harus dapatin Sani kek dan Alvaro juga nggak mungkin sama Sani karena dia pacarnya Bella, gak mungkin juga Alvaro mendua dengan secara terang terangan kayak gini"


Kakeknya malah tersenyum " jika seseorang sudah dimiliki oleh orang lain meskipun statusnya berpacaran kamu tidak berhak untuk merebutnya dengan paksa, atau membuat perempuan itu jatuh cinta sama kamu, yang kakek lihat kamu itu sama Sani bukan cinta tapi hanya Obsesi saja, kamu terlalu menginginkan Suni untuk menjadi pasangan mu itu tidak terlalu baik, kamu hanya sedang penasaran saja pada Sani jadi ingat kata-kata Kakek jangan menyia-nyiakan perempuan yang sudah cinta dan sayang sama kamu, belum tentu nanti ada perempuan seperti itu lagi , kakak sudah pernah berpengalaman jadi kau jangan remehkan kakekmu ini ingat itu apa yang kakek katakan harus kau lakukan jika memang Sani sudah berpacaran dengan Alvaro maka kau biarkan saja mereka bahagia dan jika kau memang benar-benar mencintai Sani kau bisa melepaskannya untuk laki-laki lain, dan kau tidak akan ada niatan untuk merebutnya sama sekali"


Arzan sekarang sama sekali tidak menjawab apa yang kakeknya ucapkan, dia hanya diam dan melamun apakah benar yang kakeknya katakan kalau selama ini dirinya hanya terobsesi untuk mendapatkan Sani dan hanya penasaran saja padanya.


Masa sih padahal dia suka sekali dengan Sani, saat pertama kali melihat Suni dirinya sudah mulai tertarik pada perempuan lugu manis dan pendiam itu, disaat orang orang sibuk memuji dirinya dan juga Alvaro dia haya fokus saja membaca buku, saat Alvaro membullynya dia hanya diam saja senarnya dirinya tak tega tapi bagaimana lagi.


"Apakah kakek pernah ada di posisiku seperti ini? " sekarang Arzan yang bertanya pada kakeknya, karena memang penasaran apakah kakeknya pernah ada diposisinya


"Tentu aku pernah muda dan aku pernah ada di posisi sepertimu. Aku juga pernah ingin sekali memiliki perempuan itu bahkan saat dia sudah mempunyai pacar aku dengan getol terus saja mendekatinya namun kakek sadar ternyata selama ini kakek hanya penasaran saja dengan perempuan itu saat kakek sudah mendapatkannya kakek merasa acuh sudah oke sudah mendapatkan perempuan itu. Jadi untuk apa lagi dan kakek akhirnya malah menyakiti perempuan itu, jadi kakek mau kamu jangan pernah mengulang apa yang pernah kakek lakukan pada perempuan itu, akan sangat menyakitkan memang cinta itu sulit untuk diartikan. Apakah itu benar-benar cinta atau hanya sebuah Obsesi atau ya cuman penasaran saja, cuman pengen tahu aja gimana sih pacaran sama perempuan ini "


Kakeknya tersenyum dan menepuk bahunya Arzan dengan bangga " Baguslah kakek senang apa yang kau katakan kakek senang kau menuruti apa kata-kata kakek, karena kakek dulu saat diberi tahu oleh ayah kakek sama sekali kakek tidak menurutinya dan pada akhirnya perempuan itu yang menjadi sakit kau memang anak penurut tak sia-sia kakek mengurus mu dari kecil"


"Iya kek aku pasti akan menuruti kata-katamu, aku tidak mungkin membantah kata-katamu dan untuk masalah Mira dia memang benar-benar mencintaiku kek, waktu kemarin dia menyatakan kalau dia mencintaiku dan dia ingin bersamaku tapi aku tidak bisa kek aku sungguh tidak bisa, aku tidak bisa memaksakan cinta pada dia, Mungkin dia sekarang mencintaiku tapi aku tidak lalu sikap apa yang harus aku lakukan, sedangkan kemarin ibunya menyalahkan aku atas keteledoran Mila sendiri dia meminum obat tidur cukup banyak sampai overdosis menurut kakek apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus menjauhinya ataukah aku harus berteman dengannya lagi"


"Dia sepertinya perempuan yang nekat dia akan melakukan apapun sebelum apa yang dia miliki bisa dia miliki, jadi kamu harus lebih berhati-hati lagi dengannya. Jika kau menjauhinya pasti dia akan melakukan sesuatu hal yang pasti akan lebih membahayakan dirinya tapi jika kau juga dekat dengannya saat kau dekat dengan perempuan lain dia pasti akan melukai perempuan itu, itu sih menurut kakek ya tapi tidak tahu dengan Mira, kakek juga kayaknya pernah punya temen seperti itu dia mencintai temen Kakek tuh benar-benar cinta banget tapi teman kakek nggak bisa cinta sama dia saat teman Kakek dekat sama perempuan lain dia sampai labrak perempuan itu habis-habisan dan dipermalukan di sekolah"

__ADS_1


"Ternyata pengalaman kakek dan diriku hampir sama ya, kukira percintaan kakek dan diriku akan berbeda maksudnya semakin berbedanya generasi semua itu akan berbeda ternyata sama"


"Dalam sebuah cinta tidak akan ada yang beda semuanya akan sama pasti seperti itu perempuan ini mencintai si A tapi si A tidak mencintai perempuan itu, tapi malah mencintai temannya gitu deh pokoknya bingung kadang-kadang kita harus selektif mencari teman. Apalagi kalau kita berteman dengan perempuan itu jangan terlalu bikin dia baper karena perempuan itu gampang baper pokoknya dirayu sedikit dipuji sedikit pasti dianggapnya suka ya kebanyakan kayak gitu tapi nggak semuanya juga sih "


"Tapi tidak dengan Sani kek dia dipuji dibaperin digimana-gimanain tuh susah, ya mungkin kalau sama orang lain beda lagi tapi sama Arzan nggak pernah dia cuma nanggapinnya itu cuma bercanda aja dan kemarin juga Sani nelpon sama Arzna kalau dia mau jaga jarak sama Arzan entah karena Mira yang telepon nggak tau kenapa. Tapi dia nggak cerita Mira itu kan sahabatnya Sani dan Mira juga tahu kalau aku suka sama Sani kek"


"Jadi Kalian bertiga ini cinta segitiga ya ,rumit juga pasti akan ada salah satu yang disakiti diantara kalian bertiga, Apalagi kamu harus lebih berhati-hati lagi dengan Mira bisa saja nanti dia mencelakai sahabatnya sendiri demi bisa mendapatkan kamu, cinta itu buta dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia mau. Apalagi setelah kamu bercerita kalo Mira melakukan hal seperti itu dia pasti akan bisa melakukan hal lainnya yang lebih berbahaya lagi dia tidak akan melihat siapa yang dia lukai yang terpenting apa yang dia mau tercapai, jadi lebih baik kau jaga jarak dulu dengan Sani daripada dia terluka ingat taruhannya nyawa. Mungkin kamu bisa dekat dengannya tapi tidak terlalu dekat seperti dulu, kakek tau bagaimana kalain dulu, kalian sangat dekat dan selalu sama sama apa lagi kalian kan suka ngerjain tugas bareng bareng "


"Iya kek harusnya aku menjauhi kedua perempuan itu mereka itu kan bersahabat aku tidak mungkin akan menghancurkan persahabatan mereka, cuman gara-gara aku, gara-gara laki-laki mereka tuh udah bersahabat hampir 3 tahun dan nggak mungkin kan hancur gara-gara aku aja gara-gara aku yang suka sama Sani dan Mira yang suka sama aku, rumit banget ya kek "


"Iya lebih baik kamu kayak gitu aja, daripada nanti kamu pusing dan malah celakain orang lain lebih baik kamu jauhi dua perempuan itu, itu akan lebih baik jika Mira bertanya ataupun Sani bertanya kamu wajib menjawabnya dan jangan melengos begitu saja , dan selalu awasi Sani dari kejauhan kakek mempunyai firasat buruk sepertinya Mira akan melakukan sesuatu"


"Maksud kakek melakukan apa, apakah perempuan seperti itu bahaya sekali kek "


"Entahlah kakek sudah mengenal berbagai perempuan sifatnya sikapnya seperti apa dan kakek sangat mengenal sifat dan sikap seperti Mira ini jadi kau harus berhati-hati apalagi Sani dia harus lebih berhati-hati lagi dengan Mira , kakek cuman takut saja terjadi apa-apa pada Sani, kakek juga sama Sani tuh udah akrab banget dia apalagi kan pernah kerja di sini kakek udah angep dia seperti cucu kakek sendiri dia itu baik banget dan di umurnya yang belum genap 18 tahun dia udah jadi tulang punggung keluarganya kan cari kerja kesana kemari bahkan waktu itu dia mohon-mohon sama kakek buat kerja di sini dan kakek Alhamdulillah terima dia karena kakak lihat dia gigih banget dan pekerja keras banget pokoknya kalau kamu memang mencintai Sani dan dia belum mempunyai pasangan dan tidak berpacaran dengan Alvaro kamu perjuangkan, dia adalah perempuan baik bahagiakan dia seperti ayahmu membahagiakan ibumu"


Arzan menganggukkan kepalanya dengan senang kakeknya ternyata mendukungnya kalau nanti dirinya dengan Sani akan dirinya buktikan dulu apakah yang dirasakannya ini adalah Obsesi, cinta atau penasaran saja.

__ADS_1


Ya dirinya harus membuktikan itu semua dulu sebelum mendekati Sani lagi jika memang dia sudah bersama Alvaro dirinya benar-benar akan mundur dan membiarkan mereka bahagia. Tak akan ada saling rebut-rebutan karena Alvaro juga temennya sekarang dirinya sadar setelah kakeknya berbicara seperti itu. Tak semuanya apa yang dia inginkan harus menjadi miliknya.


__ADS_2