Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Gak akan mungkin Mir


__ADS_3

Alvaro sudah ada diruang bk bersama dengan laki laki tadi, bahkan Sena yang sudah dihubungi ada disana "jadi bu Sesil ini ada masalah apa, apa lagi yang Alvaro lakukan "


"Maaf tuan mereka berkelahi sampai sampai Sani terkena pukulan mereka "


"Apa Sani "


"Iya tuan "


"Dia pih yang duluan, dia yang cari gara gara Alvaro gak salah "


"Diam Alvaro " bentak Sena


"Jadi begini tuan dari pihak sekolah kami akan memberikan sanksi pada Alvaro, karena sudah banyak masalah yang telah dilakukan oleh Alvaro, jika nanti Alvaro melakukan lagi kesalahan mohon maaf sekolah akan mengeluarkan Alvaro dari sekolah "


"Tapi saya nggak salah Bu. Dia yang duluan ajak saya berantem, saya aja yang dikasih sanksi sedangkan laki-laki ini enggak dia juga sama-sama salah bukan saya aja yang salah" protes Alvaro


"Dia juga sama Alvaro diberikan sanksi tapi masih ringan, tidak seperti mu, mohon maaf bukan Ibu pilih kasih karena kamu sudah terlalu banyak melakukan kesalahan di sekolah ini, banyak melakukan kegaduhan makanya sekolah mengambil tindakan itu"


Alvaro langsung saja keluar dari ruangan itu dia tidak terima dengan keputusan sekolah yang seperti itu." Baiklah Bu terima kasih jika itu keputusan yang terbaik untuk Alvaro, tindakan kalian bagus, karena saya tidak mau Alvaro berkuasa di sekolah ini karena saya bagian dari sekolah ini. Saya permisi dulu " ucap Sena sambil mengejar sang anak yang sudah berlalu pergi.


Sena mengikutinya ternyata Alvaro masuk ke dalam UKS, Sena pun mengikutinya dan mengumpat terlebih dahulu agar sang anak tidak mengetahuinya.


"Tau nggak San gara-gara lo gue bakal dikeluarin dari sekolah , kalau aja lo nggak masuk ruangan itu semua ini nggak akan pernah terjadi, kalau aja nggak ada video ini semua ini nggak akan terjadi tahu nggak sih, lo kenapa tiba-tiba bisa ada di hadapan gue dan akhirnya malah kenapa kan dan kadi masalah "

__ADS_1


"Maaf tadi aku ke dorong aku nggak sengaja kok. Maaf gara-gara aku semuanya jadi kayak gini nanti aku bicara sama Bu Sesil biar kamu juga nggak dikeluarin dari sekolah nanti aku bakal bilang sama dia ini salah aku."


"Nggak usah San udah telat gue juga udah dikasih sanksi dari sekolah, jadi udah mulai sekarang lo jangan pernah deketin gue lagi ataupun lakuin apa apa lagi, gue nggak mau ya jadi makin banyak masalah gara-gara lo" Alvaro langsung pergi meninggalkan Sani


Setelah Alvaro pergi barulah Sena masuk dan melihat keadaan Sani yang pipinya memar. Suni yang sedang menandukkan kepalanya tidak tahu kalau ada Sena di sini, tiba-tiba saja ada yang memegang pipinya. Sani langsung mundur dan mendongakan kepalanya ternyata itu Sena.


"Om ada di sini"


"Iya saya ada di sini kenapa kamu malah ikut kepukul"


"Nggak tahu om ini juga semuanya salah aku bukan Alvaro jadi Om tolong jangan marahin dia ya, karena ini salah aku semuanya kalau aja semua itu nggak terjadi ini juga nggak akan terjadi"


Tiba-tiba saja ada yang masuk ke dalam UKS sambil mengatur nafasnya " San kamu nggak papa kan"tanya Mira yang baru datang sambil memegang sana-sini tubuh Sani


"Beneran kan nggak apa-apa, aku tuh khawatir saat dengar kamu kena pukulan sama Alvaro , nggak apa-apa kan kalau ada yang sakit kita ke rumah sakit aja ya aku antar kamu"


"Aku baik-baik aja kok Mir lihat aku baik aja cuman memar aja, aku nggak apa-apa kok mending kita masuk kelas yuk udah masuk jam pelajaran pertama kan sekarang"


Mira menganggukan kepalanya dan melihat Sena yang masih diam, Mira lantas segera membantu Sani untuk berdiri "ya Sudah Om aku masuk kelas dulu Permisi Om"


Sena tak menjawab dia hanya diam saja di sana, tadinya ingin membawa Sani pulang tapi ada temannya. Bagaimana kalau dia mengatakan sesuatu pada Alvaro bisa gawat kan dan semuanya akan terbongkar.


Sena langsung keluar dari UKS dan akan pergi ke kantornya kembali, anaknya ini Alvaro ada aja masalah nggak pernah lama satu bulan dia Nggak buat masalah pasti ada aja masalah.

__ADS_1


**


"Kok ada om Sena sih kamu lagi dekat ya sama ayahnya Alvaro:


"Engga kok aku nggak deket sama Om Sena, ya mungkin karena dia tahu anaknya udah pukul pipi aku ya meskipun nggak sengaja, ya mungkin dia merasa bersalah atas tindakan anaknya, mau lihat aja mungkin. Aku sama sekali nggak ada hubungan sama om Sena"


"Tapi dari tatapannya tuh ya beda banget tahu nggak sih, dia tuh kayak yang udah suka sama kamu tahu nggak sih. Ya itu pun menurut aku ya tapi nggak tahu sih sebenarnya gimana kelihatannya kayak yang suka sama kamu aja gitu"


"Nggak mungkin lah Mir lihat dong umur aku berapa umur om Sena berapa. Kamu ini gimana sih masa aku mau jadi ibu tirinya Alvaro gitu"


Mira langsung tertawa dengan jawaban sahabatnya ini"kamu ini ya suka aneh-aneh aja kalau bicara. Emang kamu mau jadi ibu sambung Alvaro"


"Ya makanya ya enggaklah Mir. Masa sih aku jadi ibu sambungnya Alvaro yang ada setiap hari aku di rumah di bully sama dia. Kamu ini gimana sih pokoknya aku tuh sama Om Sena nggak ada hubungan apa-apa, kita dekat cuman biasa aja karena dia kan pernah nolongin aku gara- gara Alvaro yang tabrak lari aku waktu itu, jadi ya kita kenal gitu itu aja sih nggak ada hubungan apa-apa. Beneran deh dan nggak akan pernah mungkin juga Om Sera suka sama aku dia tuh tampan kayak pasti dia tuh pengen perempuan yang seksi mulus cantik dan dewasa ya seumuran lah sama dia"


"Ya tapi kan kamu juga cantik kok, manis putih sama, ya meskipun umurnya di bawah dia, sama kok gimana tuh mau nggak cocok tuh kelihatannya nggak apa-apa lah jadi Ibu sambungnya Alvaro juga "goda Mira sambil bercanda pada sahabatnya


"Gimana ya nggak ah aku nggak mau takut om Sena terlalu tampan, yang ada aku malah diduain gimana dong"


"Kamu ada-ada aja sih San nggak apa-apa dong tampan itu memperbaiki keturunan siapa tahu kalau kalian nikah anaknya tuh lebih tampan dari Alvaro"


"Udah-udah ayo kita masuk aja ke kelas, kamu ini ya suka bahas bahas yang aneh, udah ayo kita belajar dulu aja jangan mikirin dulu tentang keturunan itu masih lama."


"Ya udah deh nanti istirahat kita bahas lagi okek

__ADS_1


Sani hanya tersenyum saja tak menanggapi perkataan sahabatnya itu, memang Mira ini suka ada-ada saja. Masa sih harus menikah dengan yang tampan karena ingin memperbaiki keturunan saja.


__ADS_2