Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Parah sekali Mira


__ADS_3

Bella masih saya diam disana, dia terus saja diam merenung menunggu kedatangan Sani dan juga Alvaro namun tak ada muncul batang hidung mereka, kenapa tidak ada yang memerdulikan dirinya sama sekali.


Bella yang sedang menundukan kepalanya tiba tiba ada yang penepuk bahunya. "maaf apa kamu tidak apa apa "


Bella langsung mendongakan kepalanya "gak apa apa kok, baik baik aja " jawab Bella dengan ketus


"Kamu dari tadi berdiam diri di depan Hotel jika tidak ada urusan atau apa-apa lebih baik pergi saja jangan mengganggu orang yang memginap disini " tegur salah satu staff


"Apaan sih kamu ini belagu banget. Saya ini orang kaya saya bisa ya beli hotel kalian ini, jadi nggak usah atur-atur saya, saya tuh lagi tungguin teman saya. Jadi nggak usah sok-sokan kasih tahu saya nggak boleh diem di sini, saya juga di sini nggak ganggu kok orang yang nginep di sini. Emangnya saya ngapain sampai kamu negur saya dan usir saya gitu aja saya bisa sekarang beli ini Hotel "


"Maaf bukannya begitu jika anda terus saja diam di sini orang-orang menatap anda dengan aneh jika memang mau menginap ya menginap kalau tidak ya tidak"


"Ok saya pesan kamar eksklusif di sini"


Dengan angkuh Bella masuk dan memberikan kartu kreditnya lalu membayarnya, setelah itu mengambil kuncinya " Saya mau kamu yang jadi pelayan saya nanti dan kalian semua jangan pernah remehkan saya seperti perempuan itu, saya tidak suka diremehkan sudah terbuktikan kalau saya orang kaya bukan gelandangan yang diam saja di situ, jadi awas aja jika ada yang merendahkan saya seperti tadi lagi. Ayo cepat antarkan saya dan ini tas saya bawa" sambil melempar tasnya.


Bella langsung pergi meninggalkan pegawai hotel dia masuk terlebih dahulu kedalam lift, namun saat pegawai hotel itu akan masuk Bella langsung mendorong bahunya.


"Naik tangga aja ya, cepetan sana saya gak sudi satu lift sama kamu, cepetan sana naik tangga "

__ADS_1


Pegawai hotel itu mau tak mau mengikuti apa mau Bella, kalau dirinya tak mengikutinya yang ada dirinya akan dipecat apes sekali bertemu dengan perempuan ini.


Saat sudah sampai didalam kamarnya Bella langsung membaringkan badannya dan tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu dan masuk perempuan tadi.


"Maaf saya harus menyimpan tas ini dimana "


"Simpan disana, kau nyalakan air penuhi buthub untuku berendam cepat jangan lama "


Tanpa banyak bicara perempuan itu langsung masuk kedalam kamar mandi dan melakukan apa yang Bella katakan padahal tadi cuman menegur saja, tapi kenapa malah begini akhirnya.


Setelah air terisi penuh langsung keluar dan menghampiri Bella "Sudah diisi penuh dan juga sudah siap silahkan anda bisa langsung memakainya "


Perempuan itu dengan hormat segera pergi meninggalkan kamar dan tadi menutup pintu juga dengan pelan, kalau misalnya keras keras takutnya salah lagi.


Bella membuka seluruh pakainya masuk kedalam buthtub dan merendam tubuhnya " enak sekali kalau saja aku tadi tidak nekat untuk menunggu Sani dan juga Alvaro di luar sana aku tak mungkin seperti ini diremehkan oleh orang lain dan aku harus menyewa kamu eksklusif untuk membungkam mulut busuk perempuan itu"


Bella memejamkan matanya untuk merilekskan badannya yang pegal pegal ini " Rizky di mana ya, apa dia pergi ke kamar Alvaro, sepertinya aku bisa memanfaatkannya kembali kalau memang dia tidur bersama Alvaro, aku bisa memintanya untuk membujuk Alvaro juga tapi kan dia sedang marah padaku sekarang. Bagaimana ini kenapa sih dia menjadi seperti itu padahal dulu dia tak pernah seperti itu, biasanya selalu saja menurut apa yang aku mau tapi sekarang dikit-dikit marah dikit-dikit marah kesel deh apa sih maunya sebenernya, katanya apapun yang terjadi dia akan ada disampingku, tapi sekarang mana malah pergi gitu aja ah "


**

__ADS_1


Mira yang masih belum bisa tertidur pergi kearah dapur mengambil air minum, namun pandangannya kosong dia terus saja menyalakan dispenser sampai tiba-tiba tangannya dipegang. Mira yang kaget sampai menjatuhkan gelas itu ke bawah "Kamu ini kenapa Mira ngelamun terus. Lihat gelas kamu tuh udah penuh, ada apa sama kamu cerita sama Mamih. apa yang terjadi sama kamu, apa ada yang jahatin kamu terus itu mata kamu juga sembah banget cerita sama Mami Mira mamih gak suka ya kamu pendam pendam perasaan kayak gini"


Mira langsung dibawa oleh mamihnya duduk diruang tamu, tatapannya masih kosong " Ayo sekarang cerita sama Mami apa yang terjadi sama kamu. Terus tadi kamu pergi ke mana sama mang Asep tiba-tiba pulang mata kamu bengkak kayak gini. Mami sampai nggak tahu kamu pulang jam berapa kamu ketemu sama siapa sampai kayak gini ayo cerita sama Mami"


"Aku ketemu sama Arzan Mami tahu kan kalau aku suka sama Arzan, tadi aku nyatain perasaan aku sama dia tapi dia sama sekali nggak suka sama aku Mami l, aku harus kayak gimana apakah aku salah udah nyatain perasaan aku sama Arzan. Apakah seharusnya aku diam saja dan memendam semua perasaan itu, sebenarnya aku tuh harus gimana sih Mih, aku tuh nggak mau kehilangan Arzan aku nggak mau sampai dia mencintai orang lain, apalagi Arzan mencintai Sani sahabat aku sendiri. Aku harus kayak gimana mih aku pusing dari dulu aku cinta sama dia tapi dia nggak"


Dirinya sengaja tidak menceritakan semuanya pada mamihnya, yang ada pasti maminya akan marah pada dirinya karena mau-maunya saja ditipu oleh Arzan dengan berpura-pura sebagai pacarnya pasti maminya akan marah soal itu, makannya dirinya tak menceritakan sama sekali tentang hal itu.


"Lalu setelah kamu mengatakan semua itu pada Arzan apakah kamu tenang, apakau hati kamu merasa tenang telah melakukan itu sayang"


Mira malah menangis dia menganggukan kepalanya dan memeluk mamihnya dengan erat " Iya Mamih aku tenang tapi juga aku takut jika Arzan malah menjauhiku. Karena aku telah mengatakan aku mencintainya, aku begitu takut Mamih dan aku juga takut kalau Sani akan menghianatiku, kalau dia akan menerima Arzan nanti suatu saat, kita tidak akan pernah tahu kan perasaan orang lain sekarang Sani bilang dia tidak mencintai Arzan namun tiba-tiba saja karena Arzan yang terus mengejarnya bisa saja kan dia berubah pikiran dan berbalik haluan dan mencintai Arzan juga, aku begitu takut Mami aku tidak bisa tidur aku terus saja memikirkan semua itu"


Mira langsung melepaskan pelukannya pada mamihnya, dan mamihnya langsung mengusap air matannya " kamu sudah menganggap Sani sebagai sahabat kamu seharusnya kamu lebih percaya lagi padanya. Kenapa tiba-tiba kamu menjadi goyah seperti ini hanya karena seorang laki-laki, kamu dan Sani sudah berteman sejak lama dan kamu tahu watak Sani seperti apa. Seharusnya kamu tidak meragukan lagi kebaikan sana dan juga kepercayaannya. Kenapa hanya karena seorang laki-laki kamu goyah Mira. Ada apa kenapa kamu lebih takut dijauhi oleh laki-laki yang kamu cintai daripada dijauhi oleh sahabat kamu Sani, begini kalau misalnya kamu lebih memilih Sani ataupun Arzan ya kita kan tidak tahu juga jodoh maut kelahiran itu di tangan Tuhan semuanya, bagaimana kalau Sani dan juga Arzan jodoh mamih bukannya menakut-nakutimu tapi Mami ingin bertanya kamu akan memilih siapa kamu akan merebut Arzan dan menyakiti Sani atau kamu akan membiarkan Sani bahagia dengan Arzan"


Mira malah makin menangis saja, dia tak akan bisa memilih itu, pilihannya begitu menyakitkan dirinya malah harus merelakan Sani bersama Arzan tidak jangan sampai itu terjadi dirinya tidak mau kalau Sani dan Arzan sampai jodoh pokoknya dirinya harus memiliki Arzan seutuhnya untuknya, tidak dengan Sani dia tidak boleh merebut Arzan darinya.


"Yang pasti aku akan memilih Arzan dan mengejarnya Mami, karena aku tidak bisa melepaskan Arzan sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa, aku terlalu takut untuk ditinggalkan oleh Arzan. Aku tidak mau itu terjadi sahabat masih bisa dicari tapi pasangan itu sulit mih, aku sudah terlalu cinta sama Arzan jadi aku nggak bisa"


"Kamu salah besar Mira yang tidak bisa dicari itu adalah seorang sahabat. Jika kamu sudah mempunyai seorang sahabat dan sangat begitu tulus menyayangi kamu, jika kamu mengkhianatinya suatu saat kamu tidak akan bisa mendapatkan sahabat seperti itu lagi, pikirkan kembali dengan baik-baik Mami tidak mau kamu menyesal di akhir. Sani adalah perempuan baik dia akan menjadi teman sahabat kamu bahkan bisa menjadi ibu kamu di saat kamu sedang sedih seperti ini, jangan gegabah dalam mengambil sebuah keputusan Mira, jika laki-laki yang kamu pilih dia bisa saja nanti selingkuh lalu setelah dia selingkuh apakah dia akan kembali sama kamu enggak kan. Yang ada malah kamu akan disakiti olehnya dan rasa sakit itu akan membekas di hati kamu. Lalu siapa lagi yang akan kamu butuhkan selain orang tua kalau bukan sahabat jadi pikirkan lagi. Kamu harus berpikir lebih dewasa lagi. Jangan karena cinta kamu bisa lulus dan bisa lepasin sahabat kamu, gak gitu konsepnya Mira kalau misalnya sahabat kamu jahat baru kamu bisa pilih kayak gitu tapi ini nggak, Sani baik dia terlalu baik untuk kamu jahatin pikirin lagi kata-kata Mami lebih baik sekarang kamu tidur dan tenangin pikiran kamu jangan pikirin laki-laki terus tapi pikirin kesehatan kamu "

__ADS_1


Setelah menepuk kepala anaknya maminya Mira langsung pergi meninggalkan anaknya, biarkan dia berpikir lebih logis lagi dan lebih dewasa lagi. Jangan karena sebuah cinta semuanya menjadi tidak berarti, karena hidup itu bukan tentang cinta saja hidup tidak akan pernah bahagia kalau memikirkan terus-menerus tentang cinta.


__ADS_2