
Arzan yang sedang memainkan ponselnya tak segaja postingan Rizki dia sampai mengernyitkan dahinya, jadi mereka tak berangkat berdua ?
"Kenapa ada Rizky juga dan kenapa mereka akur banget apa sebenarnya Alvaro ajak temen-temen yang lain juga atau gue aja gitu yang nggak diajak sama Alvaro pergi jalan-jalan, apa Alvaro udah tahu gue suka sama Sani makanya gue nggak diajak"
Kembali Arzan melihat lihat ke bawah dan banyak sekali foto mereka bertiga dan terlihat seperti akrab sekali, tapi tiba-tiba saja pikirannya buruk apa mungkin mereka akan menjebak Sani dan melukai Sani di sana, bisa saja kan mereka malah melukai Sani.
Dirinya harus cepat-cepat menelpon Sani tapi nomor Indonesianya tidak aktif. Pasti Sami sudah menggantinya memakai nomor luar negeri, Arzan langsung menelpon Mira siapa tahu dia tahu nomor telepon Sani yang ada di luar negeri.
**
Mira yang baru bangun melihat ponselnga dan langsung memelototkan matanya saat Arzan menelfonnya " ini beneran kan Arzan yang telepon aku, ya ampun ada apa, apa dia mau minta maaf dan ajak aku balikan lagi buat pacaran jantung aku kok deg-degan gini ya aku jadi takut sendiri"
Dengan senang Mira langsung mengangkat telepon dari Arzan dengan muka yang sangat senang sekali, bahkan lebih senang dari kemarin saat bertemu dengan Arzan pasti Arzan akan memintanya untuk kembali, dirinya yakin Arzan akan memintanya kembali dan mereka akan menjalin hubungan kembali "Hallo Zan "
__ADS_1
"Halo Mir kamu punya nomor luar negerinya Sani nggak. Aku mau minta ya tolong kirimin sekarang juga ada yang mau aku omongin nih sama dia penting banget boleh ya minta tolong kamu punya kan"
Tiba-tiba seperti di sambar gledek di pagi hari yang cerah ini, wajah Mira langsung berubah sedih dan menundukkan kepalanya air matanya tak terasa mengalir juga, kenapa yang di pikiran Arzan itu Sani-Sani dan Suni terus, kenapa harus Sani ienapa Ar,an harus mencintai sahabatnya Sani kenapa harus dia.
"Mira kamu masih ada kan, kamu punya nomor Sani kan Jawab dong jangan diem aja, aku lagi minta tolong nih sama kamu punya nggak kalau nggak punya ya udah gak apa apa, tapi kamu nggak mungkin deh nggak punya nomor Sani yang di luar negeri. Sani pasti kasih kabar sama kamu kan. Ayo dong minta tolong ada yang perlu aku bicara ini penting banget, nanti juga kamu bakal tahu sendiri seberapa penting ini buat Sani cepet ya tolong kirimin sekarang juga, aku tunggu ya Mir jangan lama-lama makasih sebelumnya"
Sambungan langsung diputuskan dan Mira masih saja menangis bahkan dia sampai jatuh kelantai dan memukul mukul lantai " Kenapa harus kayak gini. Kenapa sih harus Sani Sani dan Sani yang terus dipikirin sama Arzan, apa sih sebenarnya yang pengen Arzan bilang sama Sani sampai-sampai penting banget dan maksa-maksa aku buat kasih nomor dia. Apa sih yang nggak aku punya dari Sani apa. Apakah aku harus miskin dulu baru Arzan mau sama aku. Apakah aku harus kerja keras dulu kayak Sani baru Arzan mau sama aku. Kenapa hidup ini nggak adil banget sama aku. Aku begitu mencintai Arzan tapi Arzan sebaliknya dia malah mencintai Sahabat aku sendiri"
Tiba tiba ponsel Mira kembali berdering dan itu kembali dari Arzan namun Mira sama sekali tak mau mengangkatnya dia malah masuk kedalam kamar mandi, dan akan membersihkan dirinya saja.
**
"Mana sih Mira suruh kirim nomornya Sani malah nggak ada, susah banget sih minta nomor telpon sama dia, apakah aku harus nyusul dia gitu ke rumahnya. Kenapa sih dia nyebelin banget. Padahal cuma minta nomor Sani aja. Tapi susahnya minta ampun padahal kan cuman dia aja yang tahu dan Sani juga pasti cuman ngabarin dia aja, kalau Sani kenapa-napa gimana dia tuh nggak mikirin keselamatan Suni, Sani tuh lagi jauh dia lagi sama orang-orang yang pernah jahatin dia, tapi Mira biasa bisanya tenang aja, dan gak kasih nomor Sani sama sekali "
__ADS_1
"Kayaknya emang harus di susul nih, kalau gak disusul gak akan ngasih moh s Mira, awas aja ya nanti kalau punya tapi gak ngasih "
Arzan segera keluar rumah dan mengendarai mobilnya untuk ke rumah Mira sekarang juga, karena dirinya sudah tidak sabar ingin cepat-cepat mendapatkan nomor Sani, karena selama di perjalanan dia terus saja menelepon Mira namun sama sekali Mira tidak memberikan nomor teleponnya atau mengangkat teleponnya dia, ini kenapa sih anak ini kenapa coba nggak ngasih. Cuman minta nomor telepon aja susah banget sih.
Kalau emang nggak punya dia kan bisa jawab nggak punya nomornya tapi dia malah diem aja kebanyakan diem Mira ini nggak tahu kenapa tuh anak, suka nyebelin deh dia ini kadang kadang dan harus diberi tahu juga agar tak seperti itu lagi.
Arzan yang sudah sampai di rumah Mira segera mengetuk pintunya tadi juga Pak Satpam sudah membukakan pintu gerbangnya karena pak satpam tahu dirinya temannya Mira dan memang sering datang ke sini untuk kerja kelompok. Tak lama kemudian pintu dibuka oleh seorang pelayan dari rumah ini "Eh ada den Arzan mau ketemu sama Nona Mira ya"
"Iya nih mau ketemu sama Mira ada nggak Miranya, tapi bibi jangan bilang kalau yang mau ketemu itu aku bilang aja ada tamu gitu ya mau ketemu sama dia, aku mau kasih sesuatu sama dia Bibi bisa kan bantuin aku"
"Tentu aja bisa atuh Den tunggu sebentar ya di sini Bibi Panggil dulu Nona Miranya dulu jangan kemana-mana ya"
Arzan menganggukkan kepalanya dia sengaja berbohong seperti itu agar Mira mau turun dan tidak beralasan lagi dirinya yakin, Mira sengaja tidak mau memberi nomor telepon Sani karena soal kemarin.
__ADS_1
Dia sepertinya marah karena telah diputuskan, itu kan hanay pacaran bohongan lalu untuk apa dipertahankan nggak penting juga cuman abisin waktu aja. Sani juga nggak dapet kan Sani juga nggak jatuh ke tangannya juga kan.
Sani malah pergi sama Alvaro dan ternyata Rizky juga ada di sana. Mereka lagi senang-senang tapi nggak tahu senang-senang mau jatuhin Sani atau gimana jadinya harus menelpon Sani dan menanyakan keadaannya jangan sampai Sani kenapa-napa di sana dan celaka.