
Saat sudah ada didalam mobil Sani tak mau duduk dengan benar , Sena langsung menatapnya "kenapa duduklah yang benar jangan seperti itu "
"Emm pakaian ku kotor aku tak mau membuat mobil om kotor "
"Kau ini tak pernah melawan kalau ada yang berbuat hal jelek padamu atau melakukan hal yang seperti itu tadi padamu, seharusnya kamu lawan jangan diam saja kalau kau seperti itu mereka akan makin semena mena padamu, ingat lawan jangan takut "
"Iya aku tahu om, tapi aku bukan orang kaya dan punya power seperti mereka, orang tuaku orang biasa biasa aja, sedangkan mereka semua itu orang kaya dan keluarganya punya power punya uang buat melakukan apapun, sedangkan aku disana gak bisa apa-apa "
"Aku masuk ke sananya juga ya alhamdulillah karena beasiswa kalau gak ada ya aku gak akan masuk ke sana om, jadi kalau aku misalnya ngelawan mereka yang ada mereka akan laporin aku sama guru-guru yang lain atau misalnya membalikkan fakta gitu Om, aku gak bisa jadi lebih baik aku diam aja dari pada sekolah aku yang jadi taruhannya kan "
"Sekarang kamu harus melawan jangan diam saja, saya yang akan bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan di sekolah tidak baik loh di-bully tiap hari, kamu harus bisa melawan jangan kalah ah, masa sih kamu kalah "
__ADS_1
"Enggak om aku gak bisa kayak gitu, nanti yang ada malah pada curiga apa lagi Alvaro, om tahu sendiri kan siapa yang suka bully aku anak om sendiri kan, jadi aku lebih baik diam saja dari pada melawan dan akan banyak resikonya, om juga pasti akan bela anak om kalau ada apa apa kan "
Sena yang ingat kata-kata itu tak bisa menjawab apa-apa, emang benar anaknya yang membully Suni, ya bagaimana emang bener, pintar juga Sani bisa membolak-balikkan fakta.
" Baiklah duduk yang benar jangan seperti itu saya tidak akan marah mobil saya kotor, bisa bersihkan jadi kau duduk yang benar dan jangan seperti itu, semuanya bisa dibereskan dan dibersihkan tidak usah takut"
Akhirnya Sani mau tidak mau mengiyakan nya saja dan membenarkan duduknya, dari pada nanti banyak drama yang lainnya lebih baik iya kan saja dan benarkan duduknya, ya lebih baik seperti itu sajalah.
Bella mengetuk pintu rumah Alvaro, dia sudah menghubungi Alvaro namun sama sekali tak diangkat, dan pada akhirnya dirinya menyusul saja kan, dan pada akhirnya tak menemukan sang kekasih sama sekali.
Tiba tiba pintu dibuka dan menampakan pelayan Alvaro dan tanpa dipersilahkam masuk, Bella langsung masuk dan duduk "dimana Alvaro "
__ADS_1
"Tuan Alvaro belum pulang nona "
"Apa yang benar kau pasti bohongkan, dimana Alvaro apakah dia sembunyi dariku hah dimana dia "
"Memang belum pulang nona "
"Hemm baiklah buatkan aku minum seperti biasa "
"Baik nona "
Setelah pelayan itu pergi Bella menghubungi kekasihnya namun sama sekali tak diangkat "sialan apa Alvaro bersama Sani, ya mungkin saja kan mereka kan sangat mesra saat di dalam gudang itu, awas saja Sani aku akan menghabisi mu, kau telah berani merebut pacar ku awas saja kau habis oleh ku "
__ADS_1
Bella berdiri dan segera mengelilingi rumah Alvaro sambil terus menelefon Alvaro