Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Siapa ya dia


__ADS_3

Sena melihat jam tangannya, sekarang waktunya istirahat dia segera keluar dari dalam ruangannya dan melihat Fatimah yang juga akan istirahat "Fatimah barengan ya, kamu juga mau istirahatkan "


"Iya tuan, iya saya mau istirahat "


"Fatimah ayo " kaget Gea


Saat melihat Sena Gea jadi takut dia mengumpat dibelakang Fatimah "mari tuan "


Sena segera mengangguk dan berjalan lebih dulu "ini beneran kan tuan Sena mau makan sama kita, ini gue udah bangun kan Fatimah lo sadarkan gue Fatimah " bisik Gea


"Ist lo diem aja, jangan bisik bisik kayak gitu ah, nanti kalau kedengaran sama tuan gak enak "


"Ya gue penasaran aja, kenapa tiba tiba tuan Sena mau makan bareng kita "


"Ya berfikir positif aya kali, tuan pengen ada temen susah amat sih Gea "


"Hemm iya juga "


"Hey cepat kalian lama sekali, cepat masuk saya sudah menahan lift nya "


"Ehh iya tuan maaf maaf "


Mereka berdua segera berlari dan masuk, lalu tak ada pembicaraan hening, sehening hatinya Fatimah.


Setelah sampai dilantai bawah mereka segera pergi ke Cafe terdekat disini, banyak karyawan yang makan disini melihat pemandangan itu, biasannya Tuannya itu selalu makan keluar dan hanya sendiri namun sekarang datang dengan asistennya dan juga yang mengurus keuangan kantor.


Mereka semua langsung menunduk dan Sena hanya berjalan saja lurus dan memilih tempat paling pojok, dia segera menyalakan rokoknya dan melihat menu makananya.


Tak lama kemudian mereka pesan dan tak ada pembicaraan lagi, namun Sena tiba tiba saja "kalian tak punya pacar, kenapa saya tak pernah melihat kalian di jemput oleh paacr kalian, kalau Fatimah saya tau kamu pacaran sama Rizki kan temennya Alvaro, ternyata kamu suka berondong ya "


Fatimah langsung memelototkan matanya, dia mengelengkan kepalanya "engga tuan saya gak pacaran sama Rizki, jadi dulu saya pernah pacaran sama kakaknya, jadi kami sedikit akrab "


"Hemm begitu ya, tapi Rizki bilang kalau kalian sepasang kekasih namun kau yang tak mau mengakuinya, karena katanya malu benarkah, jangan malu Fatimah kalau memang dia sudah jodoh mu terima saja "


"Tidak tuan anak kecil itu selalu mengada ngada saja, saya sungguh tak berpacaran dengan siapa siapa tuan, saya jomblo dan saya ingin mendapatkan laki laki dewasa "

__ADS_1


"Dewasa seperti apa Fatimah apakah kakek kakek, begitu "


Gea menahan tawannya "dan kau Gea apa sudah punya pacar "


Gea langsung tak jadi tersenyum, dia mengelengkan kepalanya " saya tidak punya tuan, lalu tuan sendiri "


Fatimah memukul kaki Gea namun Gea malah memelototinya "em saya tentu saja sudah punya, masa saya gak punya paacr tentu saja saya punya "


"Wah aku turut senang tuan, kapan kapan bawa dia kekantor dan kapan nikahnya tuan "


"Baik nanti saya akan membawanya, nanti setelah dia cukup dan mau baru saya akan menikahinya "


"Emm begitu ya "


Tak laam kemudian makanan datang, Sena langsumg melahapnya sedangkan Fatimah dan juga Gea masih menatap ketampanan duda anak satu ini.


Sena mendongakan kepalanya mereka berdua segera berpura pura sedang melihat kearah yang lain "kenapa kalian tak memakan, makanan yang kalian pesan "


"Ehh iya kita makan sekarang tuan "


Mereka segera melahap makanan mereka sebelum ditanya tanya yang aneh lagi oleh bosnya yang aneh, tak seperti biasannya kan ,biasannya jutek banget sampai sampai mau bertanya saja takut.


**


"Yaudah sayang biarin aja dia yang kerjain semua tugasnya "


"Gak bisa sayang Bella, kamu tau sendirkan apa kata guru kita tadi, kita harus mendokumentasikannya, otomatis kita ahrus bener bener kerja kelompok "


"Hemm iya aku lupa sayang aku lupa, kenapa sih harus kayak gitu, kalau gak gitu kan kita enak ya, gak usah ngerjain biarin aja anak ini yang kerjain"


Mereka segera pergi meninggalkan Sani tanpa berbicara apa apa , dia malas kalau harus membalasnya.


"Kanu kemana San "


"Aku gak apa apa Zan "

__ADS_1


"Udah yu aku anterin kamu kerumah Alvaro, soalnya lumayan jauh kan rumah Alvaro "


"Gak usah kamu juga kan harus kerja kelompok, kamu juga harus kumpul "


"Udah ngampang, kamu gak usah fikiran aku, ayo aku anterin kamu, biar kamu gak usah nunggu angkotan umum. nanti takutnya malah kamu dimaki maki sama mereka karena lama"


"Beneran gak ngerepotin "


"Engga kok San ayo aku anter, untuk janji aku yang akan bantu kamu ketemu sama ayah kamu, aku pasti akan kabulin "


"Makasih lo Zan, yaudah ayo kita berangkat, takutnya nanti kamu malah telat karena ngobrol terus sama aku "


"Ayo San "


Mereka segera pergi dan ada seorang perempuan yang menatap mereka dengan sendu.


"Zan aku tuh suka sama kamu dari dulu dari semenjak kita masih smp, tapi kenapa kamu gak pernah sadar itu, dan kamu sekarang malah suka sama Sani, tapi gak apa apa aku masih bisa kok cinta sama kamu dalam diam, aku akan terus begini sampai kamu sadar kalau aku suka sama kamu, "


"Aku gak mau nyatain perasaan ku, aku takut kamu nolak aku, karena aku tau kamu sukannya sama Sani, aku gak mau rebut kebahagian kamu dan juga Sani, aku berteman sama kamu aja udah sangat bersyukur, aku senang kita udah deket dan gak canggung kayak dulu seneng banget deh "


"Non ayo pulang "


"Ehh iya pak sebentar " perempuan itu segera berlari dan masuk kedalam mobil jemputannya.


**


"Kamu kalau ada apa apa bilang ya sama aku. kalau nanti kamu di bully disana kamu bilang ya, atau gak kamu bales aja sekali kali gitu San "


"Kamu yakin aku gak akan apa apa kok, pasti aku akan baik baik saja, kamu gak usah khawatir beneran deh kamu gak usah khawatir dengan aku "


"Ya gimana gak khawatir kamu aja kerja kelompoknya sama orang orang rusuh itu, ya jelas aku khawatir dong, pokoknya kalau ada apa apa kamu bilang sama aku ya dan pulang aku akan menjemput mu, tunggu aku pokoknya ya j


"Tidak usah biar aku pulang sendiri saja beneran aku gak apa apa kok, kamu juga kan gak tau kapan pulang nya "


"Udah pokoknya aky akan jemput kamu, aku tak mau penolakan "

__ADS_1


Sani hanya mendelik saja "Sann "


"Hemm terserah kau saja lah, aku akan menurut pada Arzan yang keras kepala "


__ADS_2