Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Kembali lah


__ADS_3

Alvaro yang sudah ada dikantor papihnya langsung membuka pintu ruangannya "kalau mau masuk ketuk dulu "


"Ini Alvaro pih "


Sena langsung mendongakan kepalanya dan menatap sang anak "Alvaro kamu ada apa nak "


"Perempuan itu tadi datang, mantan istri papih dia datang kesekolah, kenapa dia bisa datang pih, Alvaro gak mau ketemu sama dia, kenapa saat hidup kita sudah baik baik aja dia kembali lagi kenapa "


"Sonia mendatangimu "


"Iya pih, perempuan itu datang dan ingin kembali lagi dengan papih dan juga dengan diriku, kenapa pih dia harus muncul saat luka kita sudah sembuh dia datang "

__ADS_1


Sena bangkit dan langsung menepuk bahu anaknya "tak usah kau hiraukan tapi kau jangan kasar, dia adalah ibu mu, perempuan yang telah melahirkan mu, kau harus menghormatinya meski dulu dia pernah meninggalkanmu papih tahu itu sangat menyakitkan tapi ingat dia adalah ibumu yang harus kau hormati. Jangan sekali-kali kau marah padanya mungkin kita akan sulit untuk memaafkan tapi bagaimana lagi dia adalah perempuan yang telah melahirkan"


"Iya Alvaro tahu tapi Alvaro akan sulit untuk bisa menerima dia dalam hidup Alvaro, mungkin Alvaro tidak akan mau lagi bertemu dengannya, semoga saja dia tidak menemui Alvaro karena Alvaro muak melihat wajahnya, Alvaro ke sini hanya ingin berbicara itu dan satu lagi lebih baik Papih kembali seperti dulu lagi, menjadi papihku yang selalu pulang sore hari dan selalu ada untukku diam di rumah, kembali lagi pih jangan kau sibuk mencari kesenangan di luar tanpa aku ketahui"


Sena hanya diam saja tak menjawab kata kata dari anaknya " Carilah perempuan yang memang seumuran dengan pih, jangan yang seumuran dengan aku Pih, itu akan lebih baik dan aku bisa menerima dia untuk menjadi Ibu baruku, kembalilah menjadi Papiku yang dulu aku lebih suka itu dari pada yang sekarang"


Setelah mengatakan itu Alvaro langsung pergi meninggalkan kantor papihnya, sedangkan Sena mengigat kembali saat hari harinya dihabiskan bersama Sani dan sekarang anaknya meminta dirinya untuk menjauhinya, apa anaknya sudah tau semuanya lalu keadaan Sani sekarang bagaimana.


Disaat Sena sedang melamun tiba tiba ada voice note dari Suni"Om mau dimasakin apa hari ini aku udah belanja nih, aku banyak banget belanja sayuran daging-dagingan buat stok di rumah, om mau kesinikan sore ini "


Tak lama kemudian Sani membalas " Makan di mana Om jangan yang mahal-mahal ya, jam berapa terus itu dalam rangka acara apa tiba-tiba Om ajak aku makan di luar"

__ADS_1


"Nggak ada acara apa-apa saya cuman lagi mau makan di luar aja nanti kita ketemu di restorannya aja nanti saya kirim alamatnya. Saya tunggu di sana jam 08.00 malam jangan telat saya tidak mau menunggu"


"Siap om "


Sena tak menjawab lagi, dia langsung menyimpan ponselnya dan memejamkan matanya mengigat semua kenangan bersama Sani. Kebersamaan mereka yang begitu menyenangkan.


**


Sedangkan Sani dia tersenyum senang akan dibawa makan diluar " ada acara apa ya om sera tiba-tiba ajak aku makan di luar, gak mungkin kan kalau tiba-tiba dia mau nyatain perasaannya sama aku. Aku kan cuma anggap om Sena sebagai ayah aku, tapi kalau dipikir-pikir masa sih aku anggap om Sena kayak Ayah aku sendiri, tapi hati aku selalu senang kalau om Sena ada di samping ku dan jantungku selalu berdebar-debar apa ya itu artinya. Apakah aku mulai mencintai om Sena tapi masa sih aku bisa cinta sama Om Sena "


"Udahlah nggak usah dipikirin mau aku cinta sama om Sena atau enggak yang terpenting sekarang aku harus cari pakaian terbagus aku, karena sekarang aku mau ketemu sama Om Sena. Aku kok jadi makan ludah sendiri ya aku bilang sama Mira kalau aku nggak mungkin suka sama Om Sena tapi sekarang nyatanya aku kok malah jadi suka tapi kok tiba-tiba sih sukanya"

__ADS_1


Sani tersenyum senang dan langsung masuk kedalam kamarnya untuk memilih milih pakaian yang cocok dengannya, bahkan satu lemari dikeluarkan oleh Sani untuk melihat dan memilih mana yang lebih cocok.


**


__ADS_2