
"Tuan apa anda memangil saya "
"Iya, saya ingin kamu mengawasi seorang perempuan bernama Sani yang bersekolah bersama anak saya nanti saya akan mengirimkan fotonya. Setiap kegiatan apapun yang dia lakukan kamu harus hubungi saya dan dengan siapa dia berada ataupun berjalan atau apapun itu kau harus selalu menghubungiku apapun yang terjadi hubungi aku apa lagi jika dia berjalan dengan seorang laki-laki kau selalu foto dan kirimkan padaku"
"Baik tuan akan saya laksanakan nanti setelah tuan mengirim foto perempuan itu saya akan selalu mengikuti dia kemanapun dia pergi, "
"Baiklah silahkan kamu pergi "
"Baik tuan "
Orang suruhan Sena langsung pergi dan meninggalkan Sena kembali sendirian.
__ADS_1
"Aku harus melakukan ini demi kebaikan Sani dan juga Alvaro dengan ini aku bisa mengawasi semuanya, susah ya jika jatuh cinta pada orang yang dibenci anak sendiri, eh tunggu emang aku jatuh cinta pada Sani, kenapa jadi binggung ya "
"Gara-gara 18 tahun melajang akhirnya gini kan jadi lupa Gimana jatuh cinta yang sebenarnya, apa yang aku rasakan sebenarnya pada saat ini memang jatuh cinta atau hanya karena tertarik sesaat saja ya "
Sena segera mengerjakan kembali pekerjaannya dan menunggu informasi dari anak buahnya yang sudah dia suruh untuk mengawasi Sani kapanpun itu di manapun dan apapun yang terjadi dirinya harus tahu tentang Sani.
Masalah tentang jatuh cinta atau tidaknya nanti sajalah yang terpenting sekarang dirinya tahu Sani ada di mana dan tak ada yang macam-macam padanya selain Alvaro pastinya, anaknya yang selalu saja membully Sani. Entah harus bagaimana lagi caranya membuat anaknya tak melakukan itu terus-menerus pada Sani.
"Lo beres-beres juga dong Alvaro bukannya diam aja dari tadi masa gue terus-menerus yang beres-beres dari tadi, gue ngepel lo cuman diem aja main ponsel. Lu mau gue aduin sama Bu Sesil kalau lo diem aja gak bantuin sama sekali "
"Kenapa sih lo Cerewet banget ya, udah kerjain dulu aja sama lo nanti gue sisanya. Apa susahnya sih lo itu jangan perhitungan deh sama gua apa-apa ngomong ngomel"
__ADS_1
"Kita dihukum berdua ya jadi kita harus beresin sama-sama Bukannya lo yang enak gue yang gak ya, udah kalau gitu gue enggak akan beres-beres juga sama kayak lo gue bakal main ponsel aja. Ngapain gue beres-beres capek-capek sedangkan lo dari tadi diam aja kayak gitu lesehan Emang lu Bos Di Sini"
"lo yah makin ke sini makin nyebelin, semenjak berteman sama Sani dikasih pelet apa lo sampai-sampai lo kayak gini sama gue , berani banget ya lo sama gue sekarang, udah gimana lo aja mau beres-beres mau enggak juga gue gak peduli ah"
Dan benar saja Arzan langsung diam dan memegang ponselnya lalu memainkan permainan, membiarkan lapangan belum dibersihkan semuanya karena memang ini sangat melelahkan sekali.
Sedangkan Alvaro dia hanya diam saja dari tadi, sama sekali tak membantunya, enak saja masa iya dirinya yang harus beres dan Alvaro yang menerima hasilnya.
Kan mereka berdua dihukum jadi harusnya setengah-setengah dong kerjaannya bukan malah dirinya terus aja yang mengerjakan semua pekerjaannya kalau gitu rugi dong.
Alvaro hanya melihat sekilas dan langsung fokus lagi memainkan ponselnya.
__ADS_1