
Sani yang sedang diam diluar rumah hanya melamun saja bagaimana dengan Alvaro, apa yang harus dirinya bicarakan pada Alvaro dirinya begitu binggung, tak mungkin dirinya terus diam seperti ini dengan Alvaro.
"Sani "
Sani menatap kearah asal suara ternyata itu Alvaro" bisa kita bicara berdua "
Dengan senang Sani menganggukan kepalanya " tentu Al ayo kita bicara "
Alvaro jalan terlebih dahulu diikuti oleh Sani ada rasa takut yang dirasakan Sani, namun Sani mencoba untuk tenang dan mengikuti kemana Alvaro pergi.
Alvaro tiba tiba berhenti diruang tamu duduk dan Sani pun ikut duduk mereka berhadapan langsung " kenapa kamu gak bilang sama aku San kenapa "
"Awalnya aku mau bilang sama kamu, tapi aku nggak yakin kamu akan setuju dengan hubungan aku dan ayah kamu, aku emang udah pacaran sama Ayah kamu waktu itu dan saat ayahku meninggal dia minta buat Ayah kamu nikahin aku dan nenek kamu juga kenal dengan ayah aku mereka teman lama, makanya saat itu nenek kamu setuju dan menyembunyikan semua ini dari kamu tadinya ya kamu ingin berbicara di saat waktu yang tepat karena pernikahan itu pun diadakan secara tiba-tiba Alvaro, sangat tiba-tiba saat ayahku sudah tak berdaya dia minta untuk Ayah mu menikahiku dan pada saat itu juga langsung Ayahmu mau menikahiku kami tidak ada waktu awalnya untuk berbicara padamu saat kami akan berbicara tiba-tiba aku mengandung"
__ADS_1
"Tetap saja di sini aku seperti tak di anggap oleh kalian semua memang aku tidak merestui hubungan kalian berdua. Aku tidak mau temanku sendiri menikah dengan ayahku itu akan sangat canggung Sani tapi bagaimana sekarang kau sudah mengandung anak ayahku apakah aku harus egois memisahkan kalian berdua"
Sani diam "kalau memang itu keputusanmu kalau memang kau ingin menyingkirkan aku dari samping ayahmu itu tak masalah. Aku akan pergi dari samping ayahmu dan aku juga tidak akan mengganggu keluarga kalian lagi aku janji itu aku akan mengurus anakku sendiri, kau tidak usah khawatir aku akan mengambil uang ayahmu atau nanti anakku akan kembali kemari dan meminta warisan tenang saja aku tidak akan melakukan itu aku akan pergi Alvaro"
Sani bangkit dari tempat duduknya baru saja akan berjalan kearah kamarnya tiba tiba " tunggu, aku belum selesai berbicara Sani "
"Baiklah kau bicaralah "
"Aku tidak ingin kau pergi dari samping ayahku mungkin kau dan juga ayahku sudah berjodoh aku tidak bisa memutuskan kebahagiaan ayahku, kebahagiaan ayahku ada di tanganmu Sani, aku menerimamu sebagai ibu sambungku mungkin kemarin aku marah padamu karena kau sudah tidak jujur padaku tapi setelah dipikir-pikir aku mengerti kalian berdua takut aku menggagalkan pernikahan kalian berdua, aku tahu itu maafkan aku karena egois. Aku sudah berkata seperti ini padamu seharusnya aku tidak seperti ini kan"
"Kau yakin Al, kau tak masalah kan , kau benar benar menerimaku kan "
"Tentu aku menerimamu kenapa tidak semuanya sudah terjadi, aku juga tak bisa melakukan apa apa lagi yang sudah terjadi biarkan terjadi aku akan mencoba untuk menerimamu menjadi ibu sambungku"
__ADS_1
Sani berjalan kearah Alvaro dan memeluknya, masa bodoh mau Alvaro terima atau tidak dirinya ingin memeluk Alvaro atas kebaikan hatinya menerima dirinya sebagai ibu sambungnya.
"Makasih Al aku sungguh takut aku nggak bisa kalau kamu marah sama aku, dari kemarin aku kepikiran terus kamu, kamu bener kan nggak akan pernah marah lagi sama aku. Aku minta maaf karena nggak bilang dulu sama kamu. Aku sungguh minta maaf Al aku minta maaf"
Alvaro membalas memeluk Sani, dirinya tak mungkin marah-marah pada Sani terus-menerus ini sudah terjadi mau diapakan lagi tidak mungkin dirinya memisahkan ayahnya dan juga Sani apalagi sekarang Sani sedang mengandung dirinya tidak bisa egois hanya untuk kesenangan dirinya saja, mungkin ini sudah takdir Sani dan juga ayahnya untuk menikah dan bersama-sama sudahlah biarkan mereka bersama .
"Sani Alvaro "
Mereka berdua melepaskan pelukannya dan menatap Sena yang membawa nasi goreng "aku harus memanggil Sani apa sekarang papih, apakah aku harus memanggilnya bunda Ibu mami atau apa"
Sena berjalan dengan senang kearah anaknya lalu menyimpan nasi gorengnya sembarangan.
"Nak kau yakin kan kau tak bohong kau menerima Sani sebagai ibu sambung mu "
__ADS_1
"Ya aku menerima Sani sebagai ibu samungku, dia sudah pilihan papih, aku akan menerima apapun pilihan papih mulai sekarang aku tidak akan egois. Aku tidak mungkin seperti anak kecil terus meminta papih untuk tidak menikah aku tahu papih perlu seseorang, papih perlu seorang pendamping dan Sani adalah perempuan yang tepat untuk papih, mungkin umur kami berdua sama tapi itu tak apa aku tidak masalah mulai sekarang papih dan Sani hiduplah bahagia, aku tidak akan marah lagi seharusnya dari awal aku tak melarang kalian untuk berhubungan aku salah selama ini, aku memang salah "
Sena yang senang langsung memeluk anaknya sekalian dengan istrinya, dipeluknya dua orang tersayangnya itu, dirinya begitu senang mendengar Alvaro menerima Sani sebagai ibu sambungnya, tak bisa dirinya ucapkan dengan kata kata dirinya begitu bahagia sekali.