
Sani mengikat rambutnya dan segera mengambil sayur sayuran yang akan dipotong dirinya dan juga Sena sedang ada dibelakang Villa dan Sani memasak diruangan terbuka dengan Sena yang terus saja menatapnya sambil duduk dimeja yang sudah mereka siapkan.
Sani yang senang akhirnya bisa memasak kembali anteng anteng saja tanpa menghiraukan Sena yang duduk, namun Sena yang ingin membantu istrinya segera maju dan memeluknya dari belakang, lalu membantu memotong sayur sayuran itu.
Sani hanya melihat sekilas lalu kembali memotong sayuran itu, karena Sena yang fokus tangannya malah kenapa pisan, Sani segera melepaskan pelukan dari suaminya dan melihat tangannya.
"Bee kamu gak apa apakan "
Sena bukannya menjawab dia malah terus saja menatap wajah Sani sambil senyum senyum sendiri "bee "
"Ehh iya sayang, ist kamu ini "
"Gak apa apa sayang, lihat gak berdarah kan "
Sani mengangguk dan mendorong Sena " Sudah bee kamu lebih baik diam saja biar aku yang masak "
"Tapi aku ingin membantumu "
"Tidak usah kau kembalilah "
Sena mengangguk saja dia berjalan mundur masih dengan menatap istrinya, Sani hanya menengok sekilas dan tersenyum.
Sena yang tak melihat dibelakang ada kursi malah terjatuhkan dan kembali bangkit sebelum istrinya melihat kekonyolannya.
Sena kembali duduk dan melihat lihat pekerjaannya, sepertinya aman namun tiba tiba ibunya malah menelfon.
"Kenapa mih "
__ADS_1
"Kamu di mana Sena"
"Aku lagi liburan sama Sani emangnya kenapa mih, apa ada masalah mih "
"Udah lebih baik sekarang kamu pulang ya tadi Sonia ke sini ke rumah dan bicara sama Alvaro, dia kasih tahu kalau kamu dan Sani sudah menikah lebih baik kamu pulang sekarang sebelum Alvaro malah pikiran ke mana-mana, dia tahunya kamu kerja dan Sani lagi di tempat kerjanya lagi resign udah cepetan pulang jangan lama ya"
"Emangnya satpam di luar nggak bisa tahan Sonia gitu buat nggak masuk, kenapa dia tiba-tiba masuk kayak gitu aja mih dan bisa bicara sama Alvaro. Emang sih aku waktu di restoran keceplosan bilang kalau aku sama Sani udah nikah karena dia tiba-tiba datang ke restoran dan siram Sani mi. Makanya aku kesel banget sama dia tiba-tiba datang kayak gitu aja kayaknya emang ada orang yang kasih tahu dia deh mih "
"Ya maka dari itu udah kamu cepat pulang dan cari tahu siapa orang itu, kayaknya sih orang tuanya Sani itu si Sarah sama si Anggi ibu tiri sama kakak tirinya kayaknya, tapi mami masih bingung kenapa dia bisa kenal sama Sonia. Ya udah cepetannya pulang pokoknya mami pusing harus jelasin apa lagi sama Alvaro kalau dia tanya-tanya lagi"
"Ya udah deh mi setelah makan Sena sama Sani pulang deh, ini juga udah mau selesai kok tunggu aja ya sebentar lagi"
"Ya udah deh pokoknya nanti kalian berdua jangan kelihatan pulang sama-sama pokoknya"
"Iya mih "
"Bee cobain deh "
Sena segera mengambil sendok dan mencobannya, lalu menyuapi istrinya, "enak gak bee "
"Enak sayang aku suka, em setelah ini kita pulang ya "
"Kenapa bukannya kata kamu kita akan lama disini, bukannya masih ada waktu 2 hari lagi kita disini bee"
"Iya tadinya mau kayak gitu. Tapi kata mami tadi Sonia ke rumah dan temuin Alvaro bilang kalau kita udah nikah, udah kacau kayaknya sih semoga aja Alvaro nggak percaya. Karena ini belum waktunya Alvaro tahu tentang semuanya. Ya udahlah pokoknya sekarang kita makan dulu ya sayang, kita habisin waktu dulu di sini beberapa jam lagi setelah itu kita pulang"
Sani hanya bisa menganggukan kepalanya saja, ya sudahlah mau bagaimana lagi, hubungannya memang seperti ini, dan harus selalu disembunyikan sampai Alvaro kuliah mungkin.
__ADS_1
***
Arzan yang sudah pulang kerumahnya masih mengingat ngigat wajah orang yang menusuknya, matanya dirinya seperti mengenal mata orang itu. Memang dirinya waktu tertusuk terus menatap matanya.
"Arzan baru juga pulang dari rumah sakit udah ngelamun aja ih" tegur Rizki yang memang ikut mengantarkan pulang.
"Gue tuh masih penasaran Ki siapa sih yang nusuk gue, gue kayak kenal tuh mata orangnya gue tuh kayak nggak asing sama itu mata, ya meskipun ditutup sama topeng gue lihat dengan jelas matanya meskipun gelap gue tuh kayak kenal sama dia"
"Emangnya siapa "
"Pikiran gue sih tertuju sama Mira, ya tapi gue juga nggak tahu apa maksudnya dia nusuk gue kalau bener dia yang nusuk gue sih itupun. Coba deh lo cek social medianya ataupun nomornya aktif nggak dia"
Rizki segera melakukannya dia melihat-lihat sosial media Mira whatsapp-nya dan lain-lainnya "kayaknya udah nggak aktif beberapa hari deh dia nih juga terakhir dilihatnya tuh beberapa hari yang lalu"
"Tuh kan bisa aja kan dia emang lakuin itu dan kabur, nanti kita coba cek rumahnya deh kita main atau gimana gitu karena gue yakin Mira yang lakuin kalau dia merasa nggak salah dia nggak akan pergi dan kabur"
"Bener loh Zan lo jangan mentang-mentang Mira suka sama lo terus lo tolak dia, terus dia lakuin itu dia kan punya mamih yang cerewet, jangan sampai kita berurusan sama mamihnya yang cerewet dan galak ah "
"Ya gue nggak tahu kenapa gitu mikirnya ke dia dari matanya aja gue udah kenal, emang gue baru ingat sekarang sih karena di rumah sakit boro-boro ingat siapa yang nusuk gue yang ada tuh gue pengen cepat pulang dan sembuh sakit banget ni perutnya tau gak sih, eh pisau dimana yang dipake buat nusuk gue, pasti ada sidik jarinya deh itu, gue yakin itu "
"Kayaknya udah diambil polisi deh. Tapi nggak tahu juga sih nanti deh semoga aja masih ada kan jadi kita bisa selidiki bareng-bareng"
"Ya semoga aja tapi kalau emang udah sama polisi mungkin udah dilacak dan Mira udah ketemu kali, kita harus temuin tu pisau, oh ya itu tuh gimana ya waktu kalian bawa gue ke rumah sakit pisau itu masih nempel di perut gue"
"Mana ada yang berani cabut pisaunya nggak ada kali Zan selain dokter "
"Ok berarti di rumah sakit tapi kalau ada di rumah sakit pasti udah diambil dong sama staf rumah sakit atau sama dokter atau susternya, kok jadi bingung ya udahlah nanti pokoknya kita ke rumah dianya aja dulu, kita cek apakah benar dia yang udah lakuin ini ya maksudnya kita cek dia ada di rumah atau enggak orang yang melakukan kesalahan pasti dia akan kabur"
__ADS_1
"Oke deh gue bakal antar loh tapi sekarang lo harus sembuh dulu baru lo pikirin"
"Iya iya gue tahu