Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Udah cium pergi


__ADS_3

"Udah siap "


"Udah ayo tapi pelan pelan ya "


"Iya pelan pelan "


Mereka berdua berjalan berdampingan ya meskipun Alvaro sedikit malas berjalanan sedikit-sedikit tapi ya bagaimana lagi Sani sedang sakit seperti ini masa dia harus buru-buru jalannya, namanya juga jalan-jalan pagi jadi harus nyantai.


"Apakah kaki mu tak sakit dijalankan "


"Em tidak terlalu Alvaro "


"Baguslah "


Alvaro saat melihat kesampingnya ada Bella dengan Rizki, tanpa banyak bicara Alvaro langsung mengendong Sani dan berlari ketempat yang jauh.


"Ada apa Alvaro "


"Ada Bella sama Rizki, kayaknya mereka ikutin gue deh "


"Terus gimana dong "


"Udah diem jangan banyak bicara kita ngumpet aja disini, lo diem ya "


"Tapi turunin dulu "


"Ehh iya lupa "


Alvaro segera menurunkan Sani dan menunduk agar tak ketahuan oleh Bella dan Rizki" udah sini gendong lagi, kita pulang ya, nanti lagi jalan jalannya "


Tanpa persetujuan Sani Alvaro langsung mengendong Sani sambil berlari.


**


"Tuan tuan bangun kita sudah sampai bangun tuan "


Sena terbangun namun ini dimana bukan tujuannya, rasannya masih jauh kerumah Sani "kenapa disini, ibu masih jauh, kenapa kau berhenti disini, ayo maju lagi "

__ADS_1


"Tidak bisa tuan aku tidak akan bisa masuk kota itu, yang ada aku bisa dipukuli, aku bukan menarik daerah sini "


"Aku yang akan menangungnya "


"Tidak bisa tuan, aku sudah menyuruh temanku untuk menjemputmu, dia sudah kemari silahkan tuan lanjutkan perjalan dengan dia "


Sena langsung membayar dan segera keluar, mobil pun langsung pergi meninggalkan Sena, tiba tiba ada seorang laki laki yang menghampirinya.


"Apakah kau tuan yang diturunkan temanku "


"Hemm "


"Baiklah ayo tuan akan aku antarkan ayo tuan ayo "


"Mana mobil mu "


"Itu "


"Apa kau yakin "


"Baiklah baiklah awas kau jangan sampai membawannya dengan celat pelan pelan saja "


"Baik tuan tenang saja "


Mau tidak Sena menaiki mobil itu, biarlah yang terpenting cepat sampai dan bertemu dengan Sani.


**


"Cape juga yah gendong lo sambil lari-lari dari temen-temen. Ya udah deh nanti kita lanjutin lagi jalan-jalan paginya, udah sampai sini dulu aja gue mau balik takut nanti tiba-tiba Bella nyari gue sama Rizki ya. Oke terima kasih udah temenin gue jalan-jalan pagi hari ini gue balik ya jangan cari gue"


"Ya udah hati-hati, nggak kok ngapain juga aku cari kamu , paling tentang tugas aja kita kan belum selesai tugasnya"


"Iya iya gue balik "


Alvaro langsung pergi dan saat Sani akan masuk ada yang memegang tangannya, Sani yang menganggap itu Alvaro langsung berkata "apa sih Alvaro, apa lagi katanya tadi mau pulang, sekarang ngapain kesini lagi "


"Kenapa kamu bisa sama Alvaro anak saya kenapa " Sani langsung membalikan badannya ternyata untuk Sena

__ADS_1


Dengan cepat Sani melepaskan cekalan itu "ada apa tuan kerumah saya "


"Kenapa kamu bisa dengan Alvaro, dan kenapa kamu bisa celaka, kamu ini sangat ceroboh saya sudah bilang kan kalau apa-apa itu lakukan dengan baik. Jangan ceroboh seperti ini lihat kakimu tanganmu sampai diperban seperti ini kapan kau kecelakaan"


"Apakah aku harus bilang pada Tuan bukannya Tuan sudah tidak mau lagi bertemu dengan aku, dan tidak mau lagi peduli denganku kan. Lalu kenapa sekarang tiba-tiba datang dan bertanya tentang keadaanku. Memangnya Tuan peduli denganku, tidak kan dan tentang Alvaro kenapa aku bisa dengan Alvaro kenapa apa Tuan akan melarang Alvaro untuk datang ke rumah ku begitu "


Sena mendekati Sani dan memegang bahu Sani " Ayo Bicaralah pada saya kapan kamu terjatuh apa yang terjadi sebenarnya"


Sani sudah ingin sekali menangis, kemana om Sena bisa datang lagi, padahal dirinya sedang mencoba untuk melupakan om Sena namun kenapa dia bisa kembali lagi, kenapa, apa maunya sebenarnya sih.


"Sebenarnya apa sih mau tuan, tuan sudah meninggalkan aku tiba-tiba sekarang datang dan bertanya kenapa aku bisa kecelakaan dan bertanya kenapa aku bisa dengan Alvaro . Memangnya Tuan masih peduli denganku, tidak kan. Jadi untuk apa Tuan bertanya-tanya dan datang ke rumahku pagi pagi bukannya Tuan tidak peduli lagi denganku kauu__"


Belum juga Sani membereskan perkataanya Sani mencium bibir Sani , Sani yang kaget hanya diam dan belum bisa mencerna apa maksud dari om Sena menciumnya, namun Sani langsung mendorong Sena.


"Kau keterlaluan ya "


Namun Sena langsung pergi meninggalkan Sani "enak banget ya udah cium langsung kabur "


Sani menyusut bibirnya dan masuk kedalam rumah dengan perasaan kesal pada Sena.


**


Alvaro yang membali jalan jalan lagi sendiriab berpapasan dengan Bella dan juga Rizki " kalian berdua ada di sini. Kenapa kalian ada di sini jalan-jalan di sini juga"


"Iya ni Alvaro tadi kita nggak sengaja lewat sini ternyata enak juga ya jalan-jalan pagi-pagi gini, ya udah gue ajak Bella ke sini eh ternyata ketemu sama lo juga, emang ya kita ini best friend sampai-sampai jodoh ketemu di mana-mana"


"Oh gitu ya bukan karena lagi ngikutin seseorang gitu Riz, gue kira kalian lagi ngikutin siapa gitu sampai-sampai nyasar ke sini jauh-jauh"


"Ya nggak papa dong sayang harusnya kita yang tanya kamu ngapain di sini, jauh-jauh dari rumah kamu yang di ujung sana ke sini jalan-jalan cuman buat jalan-jalan aja, bener itu emang kamu jalan-jalan aja atau emang ada yang lagi kamu ajak gitu buat jalan-jalan"


"Nggak ada kok emangnya aku harus ngajak siapa, ya karena aku sering jalan-jalan aja sama Papih ke sini kangen aja gitu kan jalan-jalan ke sini tapi Papinya nggak ada. Makanya aku jalan-jalan sendiri mau ajak kamu juga aku yakin kamu masih tidur eh ternyata udah bangun ya, jalan jalan sama Rizki "


"Ya udah sayang sekarang kita jalan-jalan aja yuk kamu kan mau ajak aku tapi takutnya aku belum bangun kan, sekarang aku ada di sini. Ya udah yuk kita jalan-jalan aja sama-sama jalan bertiga "


Bella langsung mengadeng tangan Alvaro dan mulai berjalan, dan pada akhirnya jalan jalan paginya bersama kekasihnya dan juga sahabatnya, tak apa lah yang terpenting tak ada yang tahu kalau tadi dirinya sempat jalan jalan bersama Sani.


Hampir aja kan mereka tadi ketahuan, tapi untuk aja ga ketahuan kan, kalau tadi gak celingak celinguk pasti gak akan ketemu dan akan habis Sani oleh Bella yang barbar.

__ADS_1


__ADS_2