
"Ya ampun Alvaro kamu baik baik saja kan "
"Omah kemari, aku kurang baik Omah lihat luka-luka aku ini sangat banyak ini gara-gara temanku Sani yang melaporkan aku ke kantor polisi dan papih juga malah membela dia parah sekali kan papih, dia membiarkan aku dipenjara "
"Lalu sekarang mana papih mu "
"Ya di mana lagi kalau bukan mengurus perempuan miskin itu, pasti Papih sedang memanjakannya di rumah sakit sedangkan aku anaknya sendiri malah didiamkan sendiri di sini. Omah harus marahi perempuan itu dan Papih juga agar mereka tidak makin dekat nantinya"
"Baiklah omah akan ke sana ke rumah sakit dan menemui perempuan itu, kau kirimkan nomor kamarnya dan di rumah sakit mana, Oma akan ke sana dan berbicara dengan perempuan tak tahu diri itu berani-berani sekali dia telah menggoda anak omah dan membuat cucu omah menderita "
"Baiklah omah aku akan mengirimkannya "
Omahnya Alvaro langsung pergi, sedangkan Alvaro dia tersenyum senang "Rasakan kau Sani, kau akan habis oleh Omah, aku sangat bersyukur omah datang kemari dan akan melabrak perempuan tak tau diri itu"
**
Dan benar saja Omahnya Alvaro sudah ada disini, maksudnya sudah ada didalam kamar Inap Sani.
"Kamu Sani "
"Iya tante, maaf tante siapa "
"Kamu tidak perlu tahu siapa saya yang penting kamu jangan ganggu Sena lagi, kamu ini masih anak kecil apakah kamu mau bersama Sena dia itu sudah mempunyai anak, sadarlah kamu dan Alvaro seumuran. Jangan harap kamu bisa mendapatkan Sena dan ingin hidup senang bersamanya. Aku tidak akan pernah membiarkannya. Lebih baik kau mundur dari sekarang dan kau juga sudah keterlaluan membuat cucuku masuk ke dalam penjara memenjarakan dia apa maumu. Apakah kamu mau membuat Sena berempati padamu dan menikahimu itu maumu"
"Maaf tante saya dan om Sena tidak ada urusan apa apa, kami tidak mempunyai hubungan apa-apa jadi tante jangan salah sangka om Sena hanya menolongku saja dan untuk alvaro yang masuk dalam penjara aku tidak sama sekali melaporkannya aku tidak tahu tentang penangkapan alvaro"
"Bohong kau bohong aku tahu perempuan macam dirimu ini, kau itu perempuan miskin sama seperti istri Sena dulu setelah tahu Sena aku usir dia menceraikannya pergi begitu saja dan sekarang kau sama juga akan melakukan itu kan, ingin harta Sena dan memilikinya seutuhnya dan dengan cara memenjarakan Alvaro kau akan mendapat uang dan Sena seutuhnyakan itu maumu seperti itu kan aku tahu pikiran orang-orang sepertimu seperti apa"
__ADS_1
"Maaf tante meskipun saya miskin saya tidak akan mungkin menikah karena uang, saya tekankan sekali lagi kalau saya dan om Sena tidak ada hubungan apa-apa dia hanya sekedar menolongku saja dan bertanggung jawab atas Alvaro yang telah menabrak ku waktu itu makanya Om Sena selalu datang kemari untuk mengecek keadaanku, kami tidak ada hubungan apa-apa dan untuk Alvaro aku sama sekali tidak melaporkannya aku malahan sudah memaafkan dia dan tak akan memperpanjang masalah kami berdua"
"Baiklah Bagus ternyata kau punya otak juga jangan sampai aku melihat kau pergi dengan anakku Sena mau cucuku yang menabrakmu, aku yakin kau sengaja menabrakkan diri agar Sena memberikan uangnya padamu pada keluargamu itu"
Ariana nenek Alvaro langsung pergi meninggal Sani sendiri kembali" kenapa begitu kasar, padahal aku tak akan pernah mungkin bersama Om Sena, yang ada aku kana terlihat seperti anak dan ayah dan aku juga memang tak berminat untuk bersama om Sena, aku bisa gila mempunyai anak tiri seperti Alvaro pasti hidupku tak akan bahagaia nantinya."
Sena yang akan masuk kedalam ruangan Sani malah berpapasan dengan ibunya "mom, apa yang mom lakukan disini "
"Tentu untuk melabrak perempuan miskin itu, apakah kau sadar kau sudah membiarkan Alvaro menderita diam dipenjara dan lihat akibatnya di luka luka, jika kau tak sanggup mengurus Alvaro biar ibu saja "
"Mom tidak tahu awal dari cerita ini jadi mom tidak perlu capek-capek untuk mengurus Alvaro, dari kecil Alvaro sudah aku urus sendiri dan untuk Sekarang aku tidak butuh bantuanmu lebih baik mom pulang saja jangan membuat aku lebih marah padamu dan tak memaafkanmu nantinya "
"Awas saja kalau kau menikahi perempuan miskin itu lihat dia seumuran dengan anakmu apakah pantas nanti denganmu"
"Untuk masalah itu mom tidak usah ikut campur mau aku menikahi Sani atau tidak Itu urusanku, aku yang menentukan aku sudah tidak hidup dengan harta kalian berdua lagi jadi mom dan dad tidak boleh ikut campur tentang urusan percintaanku lagi seperti dulu, dan tak usah ikut campur pula tentang masalah Alvaro, karena dia yang salah bukan Sani "
Sena tanpa menjawab langsung masuk saja kedalam kamar inap Sani dan menguncinya dari dalam "om ada disini "
"Ya aku disini apakah kau tak suka aku ada disini "
"Bukan begitu "
"Ibuku berbicara apa padamu "
"Tak ada "
"Baiklah jika kau tak ingin bicara padaku "
__ADS_1
"Hemm "
"Kau besok sudah boleh pulang "
"Benarkah om "
"Iya aku benar kau boleh keluar besok, aku akan mengantarkan mu pulang bersama Alvaro "
"Kenapa harus bersama Alvaro, "
"Memangnya kenapa kalau bersama Alvaro apakah kau tak suka"
"Bukan begitu mana mungkin Alvaro mau duduk bersamaku dan satu mobil bersamaku yang ada dia akan jijik dan apalagi akan masuk ke dalam rumah ku pasti dia tidak akan suka"
"Tenang saja aku yang akan mengantur, maafkan ibuku yang sudah datang kemari dan pasti memarahi mu "
"Tidak apa-apa Om aku tahu aku bukanlah orang kaya seperti kalian, jadi ibumu takut kalau tiba-tiba aku merampok kalian jadi tak masalah itu sudah biasa untukku kata-kata Alvaro pun lebih menyakitkan dari yang tadi, jadi aku sudah biasa dengan kata-kata itu aku sudah biasa dan aku baik baik saja "
"Kata-kata itu sudah terpatri dalam pikiranku dan itu bukan masalah besar untukku. Aku tidak akan pernah memasukkannya ke dalam hati aku baik-baik saja dan aku tidak akan marah"
Sena langsung memeluk Sani, awalnya Sani sempat memberontak namun Sena langsung memeluknya dengan erat, bahkan sangat erat dan mencium pucuk kepala Sena dengan sayang.
"Om aku sesak "
Sena langsung melepaskan pelukannya namun tidak dengan jarak, mereka sangat dekat, tanpa Sani duga duga Sena mengecup bibirnya lalu pergi begitu saja "besok akan aku jemput "
Sedangkan Sani yang kaget dia memegang bibirnya "dasar om mesummmm " teriak Sani dengan keras
__ADS_1