Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Bisakah


__ADS_3

"Jadi kamu kapan mau nikahin Sani "


"Secepatnya mih, tapi bagaimana dengan Alvaro ,dia tak mau aku menikah dengan Sani, aku senang mamih suka sama Sani dan gak tolak lagi Sani "


"Itu masalah gampang lah, nanti mamih akan bujuk yang penting kalian nikah dulu Aja, mamih akan senang itu, entah sana Sani rasanya beda kalau dengan Sonia mamih udah gak suka banget, karena punya feeling aja kalau dia bukan perempuan yang baik buat kamu, tapi saat bersama Sani beda aja gitu dia pekerja keras bahkan diusia belia dia mau kerja ya memang karena kebutuhan tapi mamih suka perempuan seperti itu, pekerja keras, apalagi dia pintar sekolah memakai beasiswa tak menyusahkan orang tua, pokoknya hebat deh "


"Syukurlah mih, aku senang kalau begitu sekarang papihnya Sani sedang sakit "


"Apa sakit apa "


"Lumpuh sih mih karena kerjaan dan sekarang dia kritis gara gara sering gak dikasih obat sama istri keduanya, padahal Sani udah kasih uang, Sani emang gak tinggal sama mereka, karena mereka gak terima Sani sih ibu tirinya awalnya Sani emang kabur karena gak kuat dengan kelakuan ibu tirinya dan juga kakak tirinya "


Baru saja mamihnya akan menjawabnya ponsel Sena sudah berdering,


"Sebentar mih Sani nelfon "


"kenapa San ada apa "


"Om ayah aku om " sambil menangis


"Kenapa sama ayah kamu, apa ada yang terjadi, kamu ceritain baik baik "


"Omnya kesini aja om " masih sambil menangis


"Yaudah saya kesana "


"Kenapa Sen "


"Gak tahu kayaknya ayahnya Sani makin kritis deh mih, udah yu kita kesana aja "


"Yaudah ayo "


Mereka segera bergegas masuk kedalam mobil, memang sekarang Sena ada dirumah mamihnya, karena mamihnya yang memanggilnya kesini, sekarang hubungannya sudah baik baik saja bersama mamihnya.

__ADS_1


**


Sani sudah menangis sesegukan, sedangkan Anggi dan juga ibunya hanya diam saja, mereka sama sekali tak sedih, mereka hanya diam saja melihat Sani yang menangis.


"Sani udah kali jangan nangis terus kamu ini ya berisik tau gak sih " ucap Anggia


Sani langsung mengalihkan pandangannya pada Anggia


"kalau kamu ada diposisi aku, kamu juga pasti akan kayak gini, jangan seolah olah ini hal biasa ya, kamu gak tahu gimana sedihnya aku dan gimana kalau kamu yang ada diposisi ini, gimana kalau ibu kamu yang kritis kamu juga pasti akan kayak gini "


"Eh jaga bicaramu Sani " ucap ibu tirinya


"Ini kan misalnya Bu, Anggi sama sekali tak punya empati , padahal ayah yang urus Anggia, ayah gak pernah beda bedain antara Sani sama Anggia tapi Anggia sama sekali gak sayang sama ayah, kenapa seperti itu Anggi, kamu anggap ayah aku itu apa "


"Kamu ya banyak bicara banget " ucap ibu tirinya sambil bangkit dan akan menampar Sani.


Namun tangannya keburu dipegang oleh seseorang, ibu Anggia langsung mendongakan kepalanya dan langsung bertatapan dengan seorang wanita paruh baya " heyy kamu ya tangannya lemes banget " sambil menghempaskan tangan itu.


Mamih Ariana segera duduk dan mengusap bahu Sani " kamu yang sabar ya nak, mamih yakin semuanya akan baik baik saja "


Ibu tirinya Sani langsung mundur dan melangkah pada anaknya dan duduk kembali " Bu itu siapa " bisik Anggia


"Mungkin itu korban Sani selanjutnya " bisik ibunya juga.


"Hah korban apa sih "


"Intinya korban aja ahh sudahlah kita diam saja "


Tiba dokter keluar dan menyuruh mereka masuk katanya pasien ingin bertemu dengan keluarganya, mereka segera masuk dan alangkah kagetnya saat Ariana masuk dan melihat wajahnya ayahnya Sani.


"Bara apakah benar kamu Bara "


"Ariana kamu ada disini "

__ADS_1


"Iya aku ada disini "


Ibu Ariana segera menghampiri ayahnya Sani dan memegang tangannya, "kenapa setelah Silvi meninggal kamu menghilang kenapa, aku sudah mencarimu kemana


mana, tapi kamu malah menghilang, Sani anakmu "


"Iya Sani anakku, maafkan aku waktu itu aku tak begitu mengenalmu, tapi sekarang aku kenapa dengan mu Ariana saat mendengar suara mu, "


"Ya aku tahu, aku sudah tua, dan kau juga sangat berbeda, pantesan wajah Sani mengingat aku pada seseorang ternyata dia anaknya Silvi kenapa kau pergi"


"Maafkan aku Ariana aku tidak mau menganggu kalian "


"Tetap saja Silvi sudah aku anggap seperti anakku "


"Lalu tuan Sena adalah anak mu "


"Ya dia adalah anak semata wayangku "


"Ariana apakah aku boleh meminta sesuatu padamu, aku yakin hidupku tak akan lama lagi, apakah kau bersedia menjadikan Sani menantuku "


Ariana menatap Sani dan Sena lalu menatap kembali Bara. Lalu menatap ibu dan anak yang ada dibelakangnya..


Sarah yang mendengarnya langsung maju dan menatap suaminya "lalu dengan Anggia bagaimana, kenapa kau hanya meminta ibu Ariana untuk menikahi Sani saja, lalu Anggia bagaimana kakaknya seharusnya Anggia dulu yang menikah bukan Sani, Anggi adalah kakaknya kau harus selalu sama rata ayah jangan berat sebelah " ..


"Bisa tidak Bu kau diam dulu saya sedang berbicara dengan Ariana, kamu tidak ada dalam masa lalu ini dan kami ingin berbicara serius Anggia adalah anakmu seperti yang kau katakan Sani adalah anakku, maka urusan itu urus saja oleh kau sendiri, aku sudah muak dengan semua perintahmu Bu, aku selalu adil pada Anggia dan juga Sani tapi kamu tidak pernah adil pada Sani kamu selalu membeda-bedakan Sani dengan Anggia, tapi kamu selalu saja menyuruhku adil selalu saja begitu "


"Tapi yah, ini beda Sani tidak boleh mendahului kakaknya untuk menikah harus Anggia dulu yang menikah baru Sani"


"Anggia itu bukan kakak kandungnya Sani, jadi tidak masalah kalau Sani mau mendahuluinya untuk menikah, kenapa kau yang menjadi protes, aku dan Bara sedang berbicara kalau kau terus saja berbicara lebih baik kau keluar dan jangan ikut campur tentang masalah ini aku tidak suka ada yang meracokin percakapanku seperti ini, dan memotong-motong seperti ini kau ini sangat tidak sopan ya, untung saja Bara mau menikahimu sudah kalian berdua keluar saja aku sedang berbicara serius jangan mengganggu aku " marah ibu Ariana


Namun namanya Sarah dia tidak mau kalah " aku ini istrinya jadi aku berhak ada di sini"


"Kalau begitu diam" teriak ibu Ariana.

__ADS_1


"Aku bersedia menikahi kan Sena dan juga Sani memang kan mereka akan melangsungkan pernikahan tapi kan Sani belum lulus Bara "


"Apakah bisa pernikahannya dilaksanakan di sini sekarang juga, aku sudah tidak kuat dan aku tidak akan mungkin bertahan lama bisakah kau mengabulkan permintaan terakhirku Ariana ini yang aku minta tolonglah aku ingin melihat anakku bahagia dengan orang yang tepat"


__ADS_2