Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Mencintai tanpa balasan itu sakit ya


__ADS_3

Sani yang akan tidur baru ingat kalau tadi Mira menelfonnya dengan cepat Sani menelfonya kembali, tak lama kemudia Mira mengangkatnya.


"Hallo Mir ada apa kamu nelfon maaf ya aku tadi lagi makan jadi nggak sempat angkat telfon kamu dan ponsel aku juga lagi dicharger tadi jadi gimana Mir ada apa"


Namun malah suara tangisan yang terdengar oleh Sani " loh kamu kok malah nangis sih Mir ada apa, apa Arzan lukain kamu apa dia kecewain kamu kenapa kamu nangis. Ayo cerita sama aku siapa tahu aku bisa bantu kamu. Ayo Mir cerita sama aku"


"Iya Arzan putusin aku Sani dia udahin hubungan kita berdua tiba-tiba gitu aja"


"Kenapa bisa kayak gitu kalian bertengkar, bukannya kalian baru aja pacaran ya. Ada masalah apa sih sampai-sampai kayak gitu sebelumnya kamu buat salah sama dia gak atau sesuatu yang gak sengaja gitu kamu lakuin sama Arzan sampai-sampai dia marah sama kamu dan putusin kamu. Terus saat putusin kamu apa kamu tanya kenapa dia mutusin kamu"


"Sekarang aku mau jujur aja sama kamu Sani. Aku mau jujur tentang aku dan juga Arzan aku nggak mau lagi pendam-pendam sama kamu"


Sani yang mendengar ada sesuatu yang disembunyikan dari dirinya hanya bisa mengernyitkam dahinya, apa yang mereka sembunyikan dariku, sampai sampai Mira menangis.


"Apa ceritakan padaku, rahasia apa yang kalian simpan dibelakangku "

__ADS_1


"Tapi kamu jangan dulu potong ya, aku mau cerita sekarang aku sama Arzan sebenarnya nggak pacaran sama sekali itu tuh cuman bohongan aja, dia itu cuman manfaatin aku buat dapetin kamu, dia itu pengen kamu cemburu lihat aku sama Arzan pacaran, makanya dia lakuin itu supaya dapetin kamu. Tapi saat kamu pergi sama Alvaro antar dia pergi buat daftar sekolah dia itu tiba-tiba diemin aku dan katanya kalau aku tuh nggak bener dan nggak bisa diajak kerjasama dan kamu malah tetep aja nggak cemburu sama dia, dan kamu juga malah tetep aja pergi sama Alvaro jalan-jalan nggak ada kabarin dia gitu jadi dia maunya kamu tuh telepon dia tanya sama dia kalau bener nggak sih ada aku sama dia itu ada hubungan gitu, dia maunya kayak gitu deh dan setelah tahu kamu enggak ada respon sedikitpun sama dia, tadi dia putusin aku di restoran dan katanya enggak usah dilanjutin aja hubungan ini hubungan pura pura ini "


Sani menghembuskan nafasnya dan tak menyangka Arzan bisa memanfaatkan pertemanan mereka, kenapa malah jadi seperti ini " terus alasan kamu ikutin kemauan Arzan itu kenapa, kenapa kamu mau maunya aja dimanfaatin sama dia. kalau kamu udah tahu itu bohongan kenapa kamu malah terusin dan sekarang kenapa kamu malah jadi nangis. Emangnya dia mukul kamu saat putusin kamu tadi "


"Enggak dia sama sekali nggak pukul aku, aku sekarang mau jujur aja sama kamu San, kalau aku tuh dari dulu dari masih SMP aku tuh udah suka sama Arzan dan sampai sekarang aku tuh suka saat dia, makanya saat dia punya itu aku mau pacaran sama dia meskipun itu bohong-bohongan aku mau karena aku punya rasa sama dia dan aku tadi udah bilang juga sama Arzan kalau aku cinta sama dia, aku nggak bisa memendam perasaan ini cukup lama lagi aku nggak bisa"


Sani makin menghembuskan nafas lelahnya, kenapa seperti ini, kenapa malag kayak gini, kenapa juga Mira ungkapin perasaannya yang ada dia akan terus dimanfaatin sama Arzan, pasti Mira suatu saat akan dimanfaatin lagi sama Arzan aku yakin itu, kenapa sih bisa kayak gini, kenapa sih.


"Kenapa kamu nggak pernah cerita sama aku Mira. kamu sebenarnya anggap aku sebagai sahabat kamu nggak sih. Kenapa kamu saat semua ini udah kejadian kamu baru cerita sama aku kalau kamu suka sama Arzan, kalau aku tahu kayak gini dari dulu aku nggak akan pernah mau diajak sana-sini sama Arzan l. Mungkin aku akan menolaknya dengan halus dan gak akan mau berteman sama dia juga"


"Oke aku bilang sekarang sama kamu, aku sama sekali nggak suka sama Arzan dan aku juga udah pernah bilang kan aku suka sama siapa, kamu juga tahu kan tentang semua rahasia yang aku punya. Kenapa di saat aku harus selalu jujur sama kamu sedangkan kamu nggak pernah jujur sama aku Mir, aku tuh emang kayaknya sama kamu tuh nggak dianggap sahabat tahu nggak sih, semua yang ada pada diri kamu tuh kamu nggak pernah ungkapin sama aku, kamu suka sama siapa kamu maunya apa kamu nggak pernah bilang sama aku. Aku selalu jujur sama kamu Mir. Apakah kejujuran aku itu masih kurang buat bikin kamu percaya kalau aku bisa jaga rahasia dan aku bisa bantu kamu"


Sekarang Sani sudah tersulut emosi, benar benar emosinya ini sedang meluap luap dan tak bisa dibendung kembali, dirinya begitu marah pada Mira.


"Bukan kayak gitu Sani aku tuh malu kalau harus jujur sama kamu, aku malu kalau nanti kamu tahu aku suka sama Arzan terlebih dahulu nanti kamu malah jadi aneh sama aku karena kamu juga sama Arzan kan temenan deket, kamu juga pasti nanti akan jaga jarak sama Arzan aku nggak mau terjadi makanya aku nggak pernah jujur sama kamu"

__ADS_1


"Nah itu kebodohan kamu Mira nggak pernah jujur sama sahabat sendiri, sedangkan aku aja jujur sama kamu. Aku aja suka sama laki-laki langsung bilang sama kamu sedangkan kamu nggak, kenapa sih kayak gitu aku harus jujur suka sama siapa tapi kamu nggak bisa jujur itu sama aku, udah deh gini aja sekarang kamu nggak usah berharap lebih sama Arzan kalau hati dia masih ada perempuan lain, aku cuman enggak mau nanti kamu makin sakit hati sama dia kamu sayang kan sama diri kamu sendiri"


"Ya aku sayang sama diri aku, tapi aku gak bisa buat lupain Arzan dengan cepat, aku gak akan bisa Sani, aku sayang banget sama Arzan"


"Emang dengan cara kamu terus sayang sama dia, dia akan balik sayang sama kamu. Kamu jangan bodoh Mir kalau emang dia benar-benar gak sayang sama kamu udah lepasin aja buat apa sekarang kamu ngejar-ngejar dia sampai ujung dunia pun kalau dia nggak kasih hatinya sama kamu tuh percuma tahu nggak sih, itu tuh akan buat kamu capek mending kamu mundur aja kamu lupain semuanya aku tahu ngelupain orang yang kita cintai itu susah lama banget tapi setidaknya kamu perlahan-lahan lupain dia ayolah Mir"


"Maaf San bukannya aku nggak mau dengerin apa kata-kata kamu, tapi aku nggak bisa lepasin Arzan kayak gitu aja, sekarang dia udah tahu kalau aku suka sama dia. Mungkin aja dia akan berubah pikiran dan mencoba untuk mencintai aku dan melepaskan kamu, tapi kamu janji ya sama aku kalau misalnya Arzan deketin kamu, kamu jangan mau aku minta tolong banget satu itu sama kamu. Kamu bisakan lakuin apa yang aku mau, itu aja aku minta itu aja sama kamu San aku minta tolong sama kamu bisa kan"


"Tanpa kamu minta pun aku akan lakuin kok Mir, aku sama sekali nggak tertarik sama Arzan aku nggak akan pernah deketin dia atau merespon dia saat dia deketin aku, kamu tenang aja aku nggak akan khianati sahabat aku sendiri kok. Tenang aja semuanya akan baik-baik saja Mir, tapi aku mau tanya sama kamu emangnya kamu tahan sampai kapan kamu mau nunggu, misalnya Arzan nggak cinta-cinta sama kamu, Kamu mau apa apakah kamu mau nunggu sampai kamu tua apa kamu mau nunggu dia sampai ngungkapin perasaannya sama kamu, Iya gitu "


"Aku belum bisa pikirin sampai situ San aku belum bisa yang sekarang aku mau itu cintanya Arzan, aku akan menunggu sampai kapanpun dia mencintai aku, tapi aku nggak pikirin apakah aku akan nunggu dia sampai tua atau gimana. Ya udah kamu istirahat aja pasti kamu capek banget ya makasih udah dengerin cerita aku, pokoknya tolong ya kamu jangan pernah respon Arzan kalau nggak kamu respon pasti Arzan nggak akan ngejar-ngejar kamu lagi, aku yakin itu dia bisa buka hati buat aku nanti"


"Yah kamu juga segera tidur kamu tenang aja aku udah bilang kan aku nggak akan pernah respon Arzan, jadi kamu nggak usah ngewanti-wanti aku buat jauhin Arzan, tanpa kamu maupun aku udah bilang kan aku akan jauhin Arzan dan nggak akan ganggu kalian. Aku akan beri waktu kamu buat dekat lagi sama Arzan. Mungkin setelah dia tahu kamu suka sama dia seperti apa yang kamu katakan tadi dia akan berubah pikiran dan suka sama kamu ya udah aku matiin dulu ya jangan nangis terus"


Sani langsung mematikan sambungannya sahabatnya ini menganggapnya seperti ancaman saja dari tadi terus mewanti-wantinya dirinya sudah tahu dan dirinya juga sadar , dirinya tidak akan mungkin merebut apa yang sahabatnya mau kenapa sahabatnya itu tidak percaya pada dirinya kalau memang dirinya tidak akan melakukan itu.

__ADS_1


Nantilah saat ketemu dirinya akan berbicara kembali pada Mira ada-ada saja Mera ini memang ya mencintai seseorang tanpa balasan itu sakit.


__ADS_2