Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Kehilangan jejak


__ADS_3

Sani, Alvaro dan juga Rizki sudah ada ditempat apa yang Alvaro katakan mereka sekarang sedang main panah, Alvaro dan juga Rizki mereka hebat hebat selalu saja pas sasaran, sedangkan Sani malah meleset terus aja.


"Aku juga pengen dong kayak kalian tepat sasaran " rengek Sani.


Alvaro langsung mendekati Sani dan membantu Sani, dari belakang Alvaro membimbingnya," nah gini lepasin "


"Ahhh berhasil All aku senang " sorak Sani


Dan tanpa mereka sadari ada yang mengitip mereka, hayang terhalang sebuah lemari saja "lihat Fatimah mereka begitu dekat "


"Iya tuan, jangan terlalu berisik tuan nanti ketahuan "


"Hemm iya "


Fatimah dan Sena memang kemari menyusul Sani, dan ingin memata matainya, mereka sampai menunggu mereka bertiga di hotel yang mereka sewa.


"Tapi Tuan kalau pacaran nggak akan mungkin ajak Rizki juga kali"


"Kamu kayak nggak tau aja dulu Alvaro waktu sama Bella juga kayak gitu kan selalu ajak Rizki atau Arzan mereka tuh sama-sama kayak nggak kelihatan pacaran padahal pacaran kan "


"Iya juga tuan "


Tiba tiba saja mereka pergi meninggalkan tempat itu, "ayo cepet Fatimah "


Mereka dengan cepat mengikuti kemana 3 orang itu pergi, Fatimah sampai memakai topi dan kaca mata hitam sama seperti tuannya agar tak ketahuan.


"Kita mau kemana lagi Al " tanya Rizki


"Kita Jalan dulu aja Ki nanti kalau ada tempat yang nyaman kita berhenti. Udahlah Ki kita jalan dulu aja"


"Iya iya "


Mereka bertiga terus saja menyusuri jalan yang banyak sekali berjajar makanan, tiba tiba saja rizki berhenti, "tunggu gue mau permen kapan, mau gak kalian "

__ADS_1


"Udah beli aja 3 Ki "


Rizki mengangkat kepalanya dan mengambil 3 lalu memberikan satu-satu ke arah teman-temannya dan berjalan kembali menyusuri makanan-makanan yang sungguh banyak sekali.


"Makan permen kapas ? "


"Iya tuan mau sebentar " Fatimah langsung ngacir pergi dan memberikannya pada Sena.


"Kamu ini ya main pergi pergi aja "


"Ehhh kan takutnya tuan emang mau, cobain enak tuan "


Sena malah memakannya "terlalu manis bisa bisa saya diabates, kemana mereka bertiga kenapa tidak ada, kenapa mereka Fatimah " dan tak sengaja menjatuhkan permen kapasnya


Fatimah langsung mengambilnya "belum 5 menit sayangkan "


"Fatimah kemana mereka "


"Aduhhh saya binggung tuan "


**


"Emm tuan lihat mereka befoto ditaman bunga, seperti hati dia yang sedang berbunga bunga"


"Jaga bicaramu Fatimah mungkin mereka hanya berfoto-foto saja kau ini ya kalau berbicara suka ke mana saja, jangan sampai aku memotong gajimu karena kata-katamu yang seperti itu membuat aku makin panas dan cemburu"


"Jangan tuan aku hanya berkata seperti itu, seperti yang aku lihat kebanyakan kan kalau orang yang baru pertama kali berpacaran ya maksudnya baru jadian mereka selalu pergi ke taman bunga terus berfoto-foto dan yang lainnya lihat Rizki dari tadi malah fotoin mereka berdua"


"Ah mungkin itu keinginannya saja sudah kau jangan berpikir yang aneh-aneh dan membuatku makin tak enak hati saja. Lebih baik kau awasi lagi mereka"


"Baik tuan "


**

__ADS_1


"Sini domg Ki kamu juga difoto sama kita. Masa dari tadi kita aja yang di foto sama kamu, emang kamu nggak mau difoto ya"


"Mau dong tapi kalian dulu aja cepat-cepat berpose yang baik dan bagus itu tuh taman bunga yang sangat cantik bagus banget kalau dijadiin status di WhatsApp cepetan cepetan foto-foto lagi foto lagi, ayo "


Alvaro langsung mengambil kameranya dan menyuruh Rizki untuk berpose berfoto di sini "udah sekarang giliran lo yang difoto cepetan yang bagus"


Rizki dengan patuh melakukan apa yang Alvaro inginkan, dia berfoto dengan pose yang aneh-aneh sampai-sampai Sani tak bisa menahan tawanya. Rizky ternyata begitu konyol, saat bersama seperti ini terlihatlah sifat asli dari Rizki awalnya dirinya menyangka kalau Rizki itu memang orang temperamental dan juga sangat suka sekali julid, dulu saja kan padanya sampai main tangan Rizki itu.


Alvaro yang melihat bis segera menarik kedua temannya "ayo kita harus pergi dari sini "


Mereka langsung pergi dan bis pun berjalan sedangkan Fatimah dan juga Sena yang di sana celinga-celinguk mencari ketiga orang itu yang tidak ada, ke mana mereka kenapa tiba-tiba pergi dan menghilang seperti itu.


"Ke mana mereka Fatimah ke mana. Kenapa mereka tidak ada kenapa menghilang seperti itu ayo kita cari"


Mereka langsung menyeberang dan mencari keberadaan Ketiga orang itu namun tidak ada sama sekali "Tuan mereka tidak ada kita kehilangan jejak mereka bagaimana ini harus mencari kemana lagi"


"Kenapa kita bisa kecolongan seperti ini. Padahal tadi di depan mata karena ada sebuah bis saja mereka tiba-tiba menghilang seperti itu apa mereka naik bis pergi"


"Bisa saja Tuan. Ya sudah ayo kita naik bis berikutnya. Kita cari siapa tahu nanti kita akan bertemu dengan mereka bertiga "


"Yasudah ayo "


**


"Kita mau ke mana lagi Alva tempat apa lagi sih yang lo mau tunjukin sama kita berdua sampai sekarang kita naik bis apa ada tempat lain gitu yang menyenangkan " tanay Rizki yang memang selalu penasaran.


"Iya kita ke tempat makan yang temen gue rekomendasiin, udah tenang aja kita ke sana ya coba-coba makanannya. Katanya sih enak di sana siapa tahu beneran enak udah lah Ki lo tuh dari tadi banyak nanya terus, kenapa sih lo nggak ikutin aja ke mana gue pergi ke tempat enak kok tenang aja bukan ke tempat yang aneh-aneh"


"Ya kan gue cuman mau tau aja penasaran gitu ke mana kita naik bis jauh-jauh, ternyata mau kulineran nggak salah kan nanya ya kan San kita juga penasaran mau dibawa ke mana tiba-tiba kita naik bis terus nanti kalau misalnya kita kesasar gimana coba, kita ini lagi dinegara orang loh"


"Iya gue tahu kita lagi di negara orang tapi kan kita punya mulut bisa tanya sama orang-orang, kita lagi di mana jalan kemana kita harus pulang , lo ya Ki kadang-kadang ya suka gimana gitu, suka pengen gue geblak tuh mulut "


"Jahan baget sih All "

__ADS_1


Sedangkan mereka berdua beradu mulut Sani melihat pemandangan yang begitu memanjakan mata, banyak rumput-rumput yang menjulang tinggi dan juga bunga-bunga yang berhamburan dan pohon-pohon juga besar-besar. Sepertinya kalau berjalan-jalan di sini sangat sejuk sekali dan hutan-hutannya juga sangat cantik banyak sekali pohon-pohon bunga dan yang lainnya.


Tapi kalau malam menakutkan sih jalan jalan disini.


__ADS_2