
"Anggia kenapa kau diam saja apakah kau marah padaku karena masalah Mira"
Anggia menatap Arzan untuk apa dirinya marah karena masalah Mira, kalau tidak benar ya untuk apa marah juga tidak ada gunanya kan"
"Untuk apa aku marah. Memangnya apa yang dia lakukan kenapa aku harus marah juga sudahlah mungkin dia gila makanya seperti itu, berkelakuan seperti orang gila"
"Aku takutnya kamu marah gara-gara dia, kamu lihat sendiri kan g!imana kelakuannya dia itu nggak pernah berubah dari dulu kayak gitu terus nggak ada ubah-ubahnya, aku juga nggak tahu kenapa dia kayak gitu gila banget ya kan"
"Ya mungkin gila, aku juga nggak tahu itu kan teman kamu dulu kamu kan lebih tahu gimana dia aku nggak habis pikir aja dia datang ke tempat kerja aku lalu siram aku gitu aja, padahal aku udah bilang kan bicara baik baik tapi dia malah kayak gitu kenapa sih dia nyebelin banget sih"
"Dia emang kayak gitu nggak bisa diajak bicara dengan baik-baik, ya udah sekarang aku antar kamu pulang ya maaf ya sekali lagi"
Anggia hanya menganggukan kepalanya saja, sudahlah bukan salah Arzan juga kan, ini salahnya Mira yang sangat menyebalkan.
***
Mira yang baru sampai dia rumah langsung membanting tasnya dan duduk dengan terengah enggah, lagi lagi dirinya kalah, apa spesialnya keluarga Sani, sekarang Anggia yang menjadi saingannya, waktu itu Sani, apa yang mereka punya sebenarnya tak ada yang mereka punya tapi semua laki laki lengket pada mereka.
__ADS_1
"Akhh aku harus melakukan apa lagi, aku gak bisa kalau biarin Arzan bahagia sama perempuan itu, aku gak rela sama sekali, aku gak mau lihat mereka bahagia dia saat aku belum bahagia, mereka harus menderita kalau aku menderita, mereka tak boleh bahagia di atas kesengsaraan ku "
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya dan pintu langsung dibuka oleh orang yang mengetuk pintu itu.
"Mira kau kabur dari Jepang "
"Hah maksudnya mih gimana " Mira pura pura binggung
"Jujur sama mamih kamu kabur kan dari Jepang,ini nenek kamu aja telepon katanya kamu itu belum liburan belum ada libur dari kuliahan, kamu sebenarnya apa sih yang kamu rencanain sampai-sampai kamu kabur kayak gini mamih udah bilang kan jangan bohong sama mami belum juga kamu di sini 24 jam kamu udah bohongin mami"
"Kamu mau kuliah di sana atau di situ sama aja, kamunya aja yang harus bisa beradaptasi dan kenal sama mereka, kamunya aja mungkin yang nggak mau dikenal sama mereka dan nggak mau berteman sama mereka, bukannya kamu itu biasanya ceria humble kenapa tiba-tiba kayak gini ada apa alasannya apa, apa kamu ketemu lagi sama Arzan laki-laki itu iya"
Mira menggelengkan kepalanya" enggak kok aku nggak tahu sama Arzan aku nggak ketemu sama dia, mami itu ya nggak percaya banget sih sama anaknya aku sama dia nggak berhubungan lagi dan aku juga nggak mau sama dia lagi aku pengen pindah di sini aku pengen sekolah sama Sani mih, aku pengen sama-sama lagi sama dia aku akan ambil jurusan yang sama kayak Sani "
"Oke kalau gitu kamu buktiin dulu kalau kamu emang udah maafan sama Sani, bahwa dia ke rumah dan bicara sama mami untuk kamu bisa kuliah di tempat itu sama-sama barang-barang lagi"
"Dia kan udah nikah aku juga nggak enak kalau bawa dia"
__ADS_1
"Kalian kan teman berarti Sani akan mau diajak sama kamu dia pasti akan izin dulu sama suaminya, dia juga nggak akan ngegabah tiba-tiba pergi gitu aja jadi gimana kamu mau atau enggak kalau enggak ya udah nggak apa-apa, mami nggak akan memaksakan apa yang kamu enggak mau kamu lebih baik kuliah di Jepang lagi ya"
"Aku akan bawa Sani ke sini aku buktiin sama mami kalau kita berdua ini udah nggak ada masalah, kita udah baik baik aja, aku pengen disini lagi mih aku gak mau disana, aku gak kuat "
"Oke mami tunggu kedatangan Sani ke rumah ini mami akan lihat apakah kalian sudah berteman lagi atau hanya kau saja yang berpura-pura ingin berteman dengan Sani"
Mami Mira langsung keluar dari kamar anaknya, sedangkan Mira sendiri menjadi bingung sendiri kan, mondar-mandir tak tahu harus apa yang dirinya lakukan sekarang dirinya tidak mungkin kan datang ke rumah Alvaro dan meminta Sani untuk membujuk ibunya agar dirinya bisa pindah ke sini, yang ada reputasinya akan turun yang ada harga dirinya akan turun, masa sih sekarang tiba tiba datangin Sani dan minta minta buat dia tolong aku, yang ada malu banget kan.
"Kenapa sih hidup gue jadi rumit kayak gini cuman pengen sama Arzan aja susah banget, bahkan mami aja nggak ngedukung dia nggak ngedukung anaknya sendiri buat dapaterin apa yang aku mau"
"Mami itu keterlaluan banget aku tuh di sini kayak anak tiri nggak pernah di iyain apa kemauanku, pasti harus nurut dia kalau menurut dia baik maka harus ikutin kalau menurut dia nggak baik aku harus nggak ikutin mami itu ya nyebelin banget"
Mira membuka semua pakaiannya dan menggantinya menggunakan pakaian tidur ,kita pikirkan lagi masalah bagaimana bertemu dengan Sani nantinya, matanya sudah sangat mengantuk dan ingin segera istirahat.
Kita susun lagi rencana-rencana yang akan membuat mereka semua hancur termasuk Sani, karena dirinya belum puas membalaskan apa yang pernah Sani lakukan padanya dengan mempermalukannya di sekolah akan dirinya balas semuanya.
Jangan anggap kalau dirinya egois karena ini sudah pilihan hidup nya sendiri, akan membalas siapa saja orang yang telah menyakitinya maupun itu orang yang telah meminta maaf padanya tapi kalau hatinya belum puas dirinya akan melakukan apa saja untuk menghancurkan hidupnya meskipun resikonya sangat besar untuknya nantinya.
__ADS_1