Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Masih tak percaya


__ADS_3

Sedangkan di kediaman Alvaro sekarang benar-benar ada Sonia dia memang mendatangi rumah anaknya. Benarkan apa kekhawatiran neneknya kalau Sonia yang akan lebih dulu memberikan pernyataan ini. Dia yang akan membongkar semuanya dasar perempuan licik.


"Jadi anda jauh-jauh ke sini ingin berbicara apa dengan saya, sepertinya tak ada hal yang penting untuk kita bicarakan"


"Ada sangat penting kamu ini masih belum percaya ya sama aku, sama ibumu sendiri kalau ayahmu itu sudah menikah dengan Sani, ini lihatlah ini bukti kalau Sani dan ayahmu sudah menikah"


Sambil mengasongkan surat nikah antara Sena dan juga Sani, entah dapat dari mana Sonia ini. Alvaro menatapnya dengan seksama, namun tetap saja dirinya tak mudah percaya dengan perempuan ini.


"Aku tidak akan pernah percaya padamu, sebelum ayahku sendiri yang berbicara sebelum dia yang mengatakannya. Aku tidak akan pernah percaya dengan mu "


"Tapi ini memang kebenarannya Alvaro, mau kau tahu nanti ataupun kapanpun,, tetap saja ini kebenarannya kalau ayahmu dan juga Sani sudah menikah aku memberikan kabar yang akan membuatmu sangat marah pada mereka, lihatlah temanmu sudah mengambil kepercayaanmu untuk dekat dengan ayahmu. Apakah kau masih mau berteman dengan perempuan seperti ini tidak kan untuk apa kau berteman dengannya, kau hanya akan rugi saja jika berteman dengannya, sudahlah pertemanan kalian ini "

__ADS_1


"Kau tidak tahu apa-apa tentang pertemananku dengan Sani, jadi lebih baik kau pergi sekarang dari rumahku aku tidak mau berbicara denganmu. Sudah cukup kau membuat aku dan ayahku akan bertengkar semua yang kau katakan pasti bohong kau tidak akan pernah jujur kau itu perempuan yang sudah meninggalkan ayahku selama ini, kau yang telah meninggalkan aku sejak kecil dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerimamu mungkin kau memang yang melahirkanku tapi aku tak akan pernah bisa menerimamu sebagai ibuku. Memangnya ada seorang ibu yang tidak mau mengurus anaknya dan malah lari dengan laki-laki lain, itu hanya terjadi padaku dan kau pelakunya "


"Sudah aku katakan aku punya alasannya Alvaro. Aku punya alasan yang begitu kuat kenapa aku meninggalkan kalian karena omahmu, ini semua karena omahmu kalau saja dia tidak ikut campur mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi mungkin ibumu ini masih ada bersama papimu, tapi karena keegoisan omahmu semuanya hancur semuanya hancur Alvaro mami juga tidak mau ada di posisi ini, tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi dan tidak bisa dikembalikan lagi, tak akan pernah bisa dikembalikan lagi Alvaro "


"Kenapa kau tak berbicara pada papi yang sebenarnya kalau kau memang benar-benar ingin bertahan dengan papiku, kau akan selalu terbuka pada papiku tapi nyatanya sama sekali tidak kan, kau sama sekali tidak terbuka pada papiku. Sudahlah kau pergilah aku tidak mau berbicara lagi denganmu atau aku akan panggil security untuk mengusirmu"


"Baiklah aku akan pergi sekarang. Aku sudah memberitahu semuanya. Aku sudah memberitahu kalau Sani adalah istrinya Ayah mu, kau percaya ataupun tidak itu aku tidak peduli, yang terpenting aku sudah memberitahumu yang sebenarnya mereka memang menyembunyikan semua ini agar kau tidak tahu. Mereka ingin kau tidak tahu mereka ingin tak melibatkan mu dalam hal apapun keluargamu itu egois semuanya egois tidak ada yang baik dari keluarga mu itu, semuanya ingin memang sendiri aku permisi "


Sonia langsung pergi meninggalkan Alvaro sendirian Rizki yang memang dari tadi mengintip segera duduk di samping Alvaro "beneran ini kata-kata dari Ibu loh kalau Sani nikah sama ayah loh, masa sih Sani nikah sama ayah loh Al, gue kaget loh dengernya maaf ya tadi gue gak sengaja ngintip


Rizky diam tidak berbicara tapi kata Alvaro waktu itu cerita Arzan nelpon tanyain pacarnya Sani. Apa mungkin om Sena pacarnya sani atau bisa mungkin suaminya pasangannya kan bisa aja dulu aja kan Sani pernah deket sama Om Sena, tapi Alvaro larang Om Sena untuk deket sama Sani siapa tahu mereka ngumpet dan sekarang udah nikah"

__ADS_1


"Tapi kalau semisalnya beneran nih Al kalau mereka udah nikah gimana. Apakah kamu akan menerima pernikahan itu apa lo akan minta ayah lo untuk cerai sama Sani atau gimana"


"Gue belum berpikir jauh sampai situ Ki, mungkin gue bingung kenapa mereka bisa nikah tanpa berbicara dulu sama gue tanpa berdiskusi dulu sama gue kenapa, mungkin kalau ada alasannya gue bisa terima tapi seenggaknya gue kan maksudnya masih keluarga mereka tapi kenapa nggak dikasih tahu gitu sih. Tapi kalau masalah Ayah gue dan Sani udah nikah tau deh gue juga bingung"


"Ya lo bakal nerima atau enggak gitu aja sih , ya menurut gue sih ya terima aja Sani kan teman kita baik juga nggak papa kali lo nanti manggil bunda atau ibu atau mami juga nggak masalah. Sekarang itu banyak kan yang ayah yang udah agak matang gitu ya nikah sama anak muda banyaklah dan anaknya juga udah seumuran sama mamanya nggak masalah kan"


"Ya kan itu orang lain nggak masalah, kalau gue ya masalah masa nanti gue jalan-jalan manggil Sani mami mami mami masak kayak gitu terus mereka lihat ini anaknya dan ini maminya apalagi muka Sani itu kayak anak kecil gila aja gue manggil dia mami"


"Ya nggak apa-apa namanya juga mami muda gak masalah kali , gini ya kalau memang bener kata-kata dari Ibu lo itu gue minta lo terima Sani karena apa, dia teman kita dia baik dan kita juga kenal siapa dia jadi kita tidak perlu mencurigainya. Mungkin mereka udah jodoh kalau sampai menikah lo harus terima mereka. Bukannya gue maksa jangan ada pertengkaran diantara kita jangan ada permusuhan lagi lah, Lo harus selesai masalah ini dengan kepala dingin jangan sampai Lo marah marah dan membuat semuanya menjadi kacau "


"Ya kalaupun itu terjadi gue akan ikutin kata-kata lo, gue akan mencoba untuk tidak marah-marah dan mencoba untuk menerima mungkin, tapi nggak tahu deh lihat aja nanti kedepannya kalau emang itu beneran kejadian kalau emang ayah gue sama Sani nikah"

__ADS_1


"Iya Al lo harus bisa nerima"


Alvaro hanya menganggukan kepalanya saja dirinya jadi kepikiran kan. Apakah ayahnya sudah menikah dengan Sani.


__ADS_2