Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Marah marah terus


__ADS_3

"Kita nggak salah lihat kan Zan tadi Sani digendong sama Alvaro, jadi Alvaro ada di rumahnya Sani sejak kapan dia tahu rumahnya Sani, emang pernah ada yang ngasih tahu dia ya Zan "


"Aku juga nggak tahu, gak pernah ada yang kasih alamat Sani sama Alvaro, kok mereka makin lengket aja ya, apa mereka pacaran, apa Sani jadi orang ketiga dalam hubungan Alvaro sama Bella"


"Hei kalau bicara seenaknya aja, Sani itu bukan perempuan kayak gitu, dia nggak mungkin rebut pacar orang atau sampai jadi orang ketiga, aku udah temenan sama Sani hampir 3 tahun dan aku tahu watak Sani itu gimana, dia tuh nggak mungkin merebut pacar orang deket aja sama laki-laki nggak pernah. Sekarang aja dia deket sama lo ya kita pikirnya positif aja Alvaro kan sama Sani itu satu kelompok ya mungkin Alvaro ke sini telepon Sani buat tanyain alamatnya dan mereka kerja kelompok kan"


"Ya tapi ya aneh aja kenapa dia harus gendong Sani dan bawa dia keluar. Kalau iya mau cari-cari bahan-bahan buat tugas mereka ya nggak usah dibawalah, seandainya Alvaro aja yang pergi kan mereka bisa video call-an buat tahu bahan apa aja yang cocok buat kerjain tugas mereka"


"Gak tau aku pusing kamunya bicaranya terlalu negatif sama Sani kalau memang gak percaya sama dia udah nggak usah kejar-kejar dia lagi, berhenti aja belum jadi pacar udah kayak gini apa lagi kalau udah jadi pacar. Udah ah aku mau ke kontrakan Sani aja aku mau minta kunci gandanya sama ibu kosnya, kalau kamu di sini ya disini aja aku mau tunggu Sani sampai dia pulang"


Mira langsung keluar dari dalam mobil sedangkan Arzan memukul-mukul setirnya "Kenapa sih susah banget gapai kamu Sani susahnya tuh minta ampun. Kenapa juga setiap ada kerja kelompok kamu selalu aja satu kelompok sama Alvaro kenapa sih"


Arzan langsung keluar dan akan mengikuti Mira, dirinya akan menunggu Sani pulang dan akan bertanya apa sebenarnya yang terjadi di antara Alvaro dan juga Sani.


**


"Makasih Alvaro udah anterin aku sampai depan rumah dari tadi gendong sana sini'


"Tenang aja nanti lah, itu apa sih kerjaan kita gue ambil nanti aja besok lah gue juga mau ajak l jalan-jalan biar kakinya cepat sembuh, besokan libur nanti kita selesaiin hari apa ya hari Selasa deh gue kan nggak latihan basket, kalau hari Senin minggu sore kamis juga gue kan latihan, jadi kita kerjain hari selasa oke lo hari Senin masuk kan nggak mungkin nggak masuk lagi"


"Boleh deh aku juga jarang jalan-jalan pagi ya sekalian biar kaki aku juga cepet sembuh ya, emang bener ya kalau kita jalan-jalan kaki kayak gini dijalanin akan cepat sembuh nggak salah emangnya ya Alvaro, apa gak akan makin parah ya "


"Udahlah dengerin aja kata kata gue mau nanti sembuh mau nggak yang penting jalan jalan pagi aja, kan itu sehat dari pada gak jalan-jalan, sana sana masuk gue mau pulang dulu nanti Bella ngamuk lagi "


Alvaro membalikkan badan dan langsung pergi meninggalkan Sani, sedangkan Sani langsung masuk ke dalam rumah dan di dalam rumahnya sudah ada Mira dan juga Arzan

__ADS_1


"Kalian berdua sejak kapan di sini sudah lama, "


"Ya lumayan kita datang saat kamu lagi digendong sama Alvaro dan pergi entah kemana " jawab Arzan dengan ketus


"Oh gitu ya"


Mira menyiku pinggang Arzan namun Arzan hanya diam saja " kalian sebenarnya pergi ke mana sih"


"Kita berdua cuman lagi cari referensi yang cocok aja buat tugas kita dan sekalian Alvaro beli makan dan juga bahan-bahan yang lainnya yang belum kita punya itu aja sih udah. Emangnya kenapa Zan emangnya nggak wajar ya kalau aku pergi sama Alvaro, aku kan satu kelompok sama dia jadi ya gimana lagi harus kemana-mana bareng bareng, masa satu kelompok mau mandiri sih "


"Nggak kok cuma tanya aja kok sampai gendong-gendong kayak gitu sih. Gimana kalau Bella tahu kamu habis lho sama dia San, kangan cari gara gara deh sama Bella "


"Tenang aja Zan lagian aku nggak lakuin apa-apa kok sama Alvaro, dia juga cuma mau bantuin aku aja itu aja nggak lebih , aku nggak merasa berbuat salah sama Alvaro jadi kenapa harus takut sama Bella. Ya udah deh aku tinggal mandi dulu ya Mir"


"Zan kamu keterlaluan loh kok tanya langsung gitu sih Sani itu baru pulang loh, kamu udah tanya-tanya kayak gitu aja harusnya disambut dengan baik bukannya dimarah marahin kayak gitu "


"Nggak apa-apa dia juga baik-baik aja kan dan jawab dengan lugas kan aku cuman tanya pertanyaan yang gampang aja, gak susah lok buat dijawab sama dia "


"Tau ah, kesel deh aku sama kamu "


Mira kembali melanjutkan menonton tv dan tak menghiraukan Arzan yang menyebalkan ini, sangat menyebalkan sekali pokoknya ah, tiba-tiba Arzan bangkit dan menetap ke arah Mira "kamu bisa pulang sendiri kan nanti Mir "


"Iyaa nanti aku dijemput aja emang kenapa kamu mau pulang duluan ya, "


"Yah aku mau pulang duluan bilanginnya sama Sani aku pulang dulu, cepet sembuh aja "

__ADS_1


"Oke hati-hati di jalan"


Namun Arzan tidak menjawab dia langsung keluar dari dalam rumah dan sedikit membanting pintu rumah Sani.


"Kenapa tu orang sakit, kenapa sih datang-datang kayak gitu marah marah gak jelas "


Pintu kamar mandi terbuka dan menampakan Sani yang belun mandi sama sekali, lalu dia duduk disamping Mira.


"Ada apa sih sebenarnya sama Arzan tiba-tiba marah-marah gitu sama aku, tanya-tanya rmangnya dia pacar aku ya. Emangnya dia berhak gitu tanya-tanya sama aku kayak gitu. Aneh banget deh aku juga cuman mau ngerjain tugas aja kali"


"Nggak tahu itu dari tadi marah-marah terus waktu lihat kamu digendong sama Alvaro. Kenapa sih bisa sampai digendong kayak gitu"


"Ya gimana ya aku jalannya lama, makannya dia gendong "


"Dia mau gendong kamu dan bercanda sama kamu gak salah "


"Emm ya gitu deh seperti yang kamu lihat, itu Alvaro yang baru "


"Ceritain dong, ayolah San ceritain dong "


"Emm gak ahh "


"San kamu tega ya "


Sani hanya tersenyum saja dan menonton tv tak menghiraukan rengekan sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2