
"Kau baik baik saja kan Al " tanya Sani dengan khawatir.
Dirinya melihat bagaimana Alvaro dengan kecewa melihat Bella dan juga suaminya, sangat kecewa guratan kekecewaan Alvaro sangat terlihat.
"Aku baik baik saja Bun, kau tak usah menghawatirkan ku, aku sungguh baik baik saja kau tak usah khawatir "
"Baiklah jika ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman kau bilang aku ya "
"Ya Bun, aku akan beli minum dulu ada yang mau bunda titip "
"Tidak Al " .
"Baiklah aku akan pergi dulu "
Alvaro dengan lunglai melangkah menjauhi bundanya dengan papihnya, dirinya butuh sendiri dulu.
"Bee apakah tak akan apa apa kita membiarkan Alvaro pergi sendiri "
"Tak akan apa apa sayang, Alvaro sudah besar dia sudah bisa mengatur dirinya sendiri, kau jangan khawatir ya"
"Hemm baiklah "
__ADS_1
"Nyonya Sani silahkan masuk ruangan 1 "
Sani menganggukan kepalanya dan segera melangkah kearah ruangan 1 diikuti oleh suaminya yang selalu setia ada untuknya.
***.
Alvaro mengeluarkan ponselnya dirinya akan menghubungi Rizki kenapa dia ada disana dan untungnya langsung diangkat dengan cepat.
"Ki kau dimana "
"Aku lagi dirumahnya Bella kenapa Al "
"Kenapa kau disana, kau sama sekali tak ada bersamaku kau terus saja bersama Bella memangnya sahabat mu hanya Bella saja "
"Tak ada yang salah semuanya tidak salah hanya setidaknya kau harus adil, harusnya kau ada untukmu dan juga Bella kenapa kau terus saja diam bersama dia, kenapa kau sepertinya mendukung Bella dan juga suaminya itu"
"Mau bagaimana lagi mereka sudah menikah, memangnya aku bisa memisahkannya, tidak mungkin Bella saja mencintai laki-laki itu ya sudah ikuti saja pilihannya, mungkin kau bukan jodohnya Alvaro aku tidak bisa bolak-balik sana sini aku juga sekarang sedang pemulihan, aku sakit makanya aku di sini sedangkan orang tuaku kan tidak ada mereka sedang kerja mereka ada di luar negeri jadi sebisa mungkin aku ingin tidak kesepian, makanya aku menemani Bella kau iklaskan saja Bella dia sudah menikah lagi dan aku yakin suaminya tidak akan pernah mungkin menyakiti Bella. Kau hanya perlu percaya saja"
Diam Alvaro diam mendengarkan kata kata dari Rizki " kau sakit apa kenapa kau tak bersamaku saja "
"Aku tahu kau sedang bingung aku tidak mungkin merepotkanmu, aku di sini baik-baik saja kau pun disana baik-baik saja ya, lupakan Bella dia sudah bukan jodohmu lagi. Mungkin jodohmu sampai situ saja bersama Bella kalian hanya bisa berpacaran saja semuanya sudah berbeda jika kau ingin terus memisahkan mereka berdua itu tidak akan ada ujungnya. Kau hanya akan terus sakit hati lupakan semua masa lalu yang telah kau lalui bersama Bella, mungkin akan sangat sulit dan sangat sakit melupakan semua itu. Tapi ya bagaimana lagi semua itu harus kau lakukan kau tidak bisa terus terpuruk dan memikirkan Bella, sedangkan Bella sekarang sudah bahagia bersama suaminya apalagi Bella akan melahirkan dan punya anak"
__ADS_1
"Aku tahu mereka akan mempunyai anak, bahkan tadi aku bertemu dengan mereka berdua, mereka begitu bahagia ya, aku melihat mereka sangat-sangat bahagia sampai-sampai aku tidak punya celah untuk merusak hubungan mereka berdua "
"Lupakan tentang merusak hubungan mereka, karena itu tidak akan pernah bisa Alvaro kau tahu siapa suami Bella, sekarang kau jangan macam-macam dengan dia nanti taruhannya adalah nyawamu sendiri. Kau harus sayang nyawa"
"Aku tahu, aku harus sayang nyawaku, aku tahu kalau suami Bella bukan orang biasa kau tak usah memberitahu ku, aku ingin menemui mu kau sekarang dimana"
"Maaf untuk sekarang kau tidak bisa menemuiku nanti saja ya, aku yang akan menemuimu di sini sedang genting aku tidak mau membuat mereka diserang lagi"
"Diserang kenapa "
"Ceritanya begitu panjang mungkin kau tidak usah tahu, ya sudah aku matikan dulu ya"
"Kau sekarang menjadi misterius Rizki saat bergabung dengan suaminya Bella, apakah kau akan ikut komplotannya. Apakah kau akan bergabung dengan mereka nantinya Rasanya kau sudah dekat sekali dengan mereka bahkan kau bisa membela laki-laki itu tanpa memikirkan konsekuensinya. Apakah kau akan diberi uang jika terus membelanya dan mendukung hubungan mereka berdua"
"Tidak ada uang ataupun apapun, aku hanya yakin kalau Bella akan bahagia dengan Tuan Adi pilihan Bella sudah baik pilihan Bella sudah pas kalau tuan Adi memang sangat cocok bersamanya, dia lebih dewasa darimu dan tidak egois sepertimu Alvaro. Kau terlalu menganggapku remeh hanya karena uang aku mendukung hubungan mereka tentu saja tidak, aku pun punya uang jadi kau tidak usah menghina aku seperti itu, aku hanya mengikuti kata hatiku saja aku harus ikut pada siapa dan aku harus melakukan apa jadi kau tidak usah tahu apa yang aku lakukan dan kenapa aku bersama Bella terus-menerus, alasannya ada pada dirimu kau terlalu egois dalam mengambil sebuah keputusan dan kau juga berbicara ke mana saja tidak pernah dipikir dulu apakah itu akan menyakiti hati orang lain atau tidak"
Sambungan langsung diputuskan oleh Rizki, Bella menatap ponselnya, apakah ada kata yang salah dirinya ucapkan pada Rizki dirinya hanya ingin membuat Rizki ada disampingnya dirinya juga butuh sahabatnya.
Sedangkan Arzan dia selalu tak ada dia sibuk dengan pacarnya, dia juga sibuk dengan kuliahnya hanya Rizki yang bisa dirinya andalkan tapi nyatanya dia juga sama hanya sibuk bersama Bella bukan bersamanya apakah dirinya tak pantas memiliki teman, apakah dirinya tak bisa bersama sama dengan sahabatnya.
Dirinya ingin berkeluh kesah tapi bagaimana lagi Rizki tak ada, jika pada bundanya saja ada yang beda saja, rasanya ada rasa canggung saja, kalau saja Sani masih menjadi temannya mungkin tak akan canggung, tapi sekarang sudah berbeda dia sudah menjadi ibu sambung ku, dia sudah menjadi istri dari ayahku.
__ADS_1
Rasanya akan beda saja, menceritakan semuanya, akan lebih enak bila bercerita pada sahabat, huff kenapa begini hidupnya kenapa hidupnya sangat tak menyenangkan sekali, sungguh menyebalkan sekali akan.
Ku tarik nafas ku dengan dalam dan menghembuskan dengan kasar, sekarang lebih baik kembali kearah bunda dan papihnya, ya kembali pada mereka saja dari pada diam disini sendirian tanpa membeli apa apa, karena tadi juga dirinya hanya alasan saja, agar mereka tak tahu saja , kasian mereka kalau tahu tentang ini