
"Bun "
"Iya Al aku disini, kamu baik baik aja kan "
"Iya aku baik baik aja, aku baik Bun, papih mana "
"Emm papih kamu lagi di kantor polisi "
"Papih penjarain perempuan itu, tadi papih kamu langsung lapor polisi dan mba Sonia ketemu di bandara dia mau kabur tapi keburu ketangkap "
Sani menganggukan kepalanya dan memeluk tangan Alvaro, " bunda jangan takut ya aku gak apa apa, aku baik baik aja, liat hanya tertusuk saja kok"
Pintu tiba tiba dibuka dan ternyata itu Sena " Al kamu sudah baik baik saja, tak ada yang sakit lagi kan tak ada terasa lagi kan "
"Sudah pih sudah "
"Papih begitu khawatir, tenang perempuan itu sudah dipenjara kamu gak usah khawatir ya, semuanya sudah selesai, dia akan membusuk disana, dia sudah sangat keterlaluan sekali "
Alvaro menganggukan kepalanya mereka bertiga berpelukan dan saling tersenyum.
__ADS_1
***
Singkat cerita 3 tahun kemudian.
"Aliya jangan lari lari kemarilah bunda lelah mengejarmu, ayo kemari "
"Kejar aku Buna ayo kejar "
Sani berkacak pinggang dan menatap anaknya yang malah makin berlari, tiba tiba saja dia menabrak tubuh seseorang "aww buna "
"Makannya jangan lari lari bunda kan sudah bilang jangan lari lari kenapa lari lari Aliya "
Aliya membersihkan celananya dan memeluk kaki kakaknya, Alvaro yang baru pulang langsung memangkunya dan berjalan kearah Sani.
"Bun apa kabar "
"Kenapa kau tidak berbicara pada bunda kalau kau akan pulang kita sekeluarga bisa menjemputmu, kenapa kau malah merahasiakannya "
"Ini adalah sebuah kejutan Bun, aku ingin pulang dan memberi kejutan untuk kalian semua "
__ADS_1
Sani tersenyum dan menepuk bahu anaknya itu, lalu suaminya yang baru bangun keluar dan berlari kearah Alvaro dan memeluknya.
"Kenapa kamu gak bilang kenapa kamu tiba tiba udah pulang aja, kamu ngagetin papih aja tau, kenapa gak ngabarin coba kenapa "
"Kejutan namanya juga pih, ini adalah sebuah kejutan untuk papih dan bunda satu lagi untuk Aliya "
"Kenapa papih dan buna kaget kakak pulang apakah salah" tanya Aliya dengan polos.
Mereka malah tertawa dan saling berpelukan, Sani begitu bahagia bisa ada dalam keluarga ini, keluarga yang begitu ceria dan juga sangat mengayomi ya..
Alvaro yang awalnya tidak menerimanya sama sekali memusuhinya membencinya tapi sekarang dia menerima dirinya untuk menjadi Ibu sambungnya, dirinya begitu bahagia sekali dengan hidupnya yang sekarang meski dulu pun dirinya bahagia tapi sekarang lebih bahagia lagi bersama suaminya, bersama anak-anaknya.
Untuk kakaknya Anggia sebentar lagi dia akan menikah dengan Arzan kebahagiaannya makin bertambah semoga saja keluarganya selalu bahagia dan hidup bahagia, ya dirinya akan selalu berdoa untuk kebahagian keluarga kecilnya ini.
"Apa kalian akan memelukku terus di sini apa kalian tidak mau memberiku makan atau membawaku masuk ke dalam rumah atau membawaku untuk duduk dulu"
Sena melepaskan pelukannya dan menepuk bahu anaknya " papih lupa, ayo nak kita masuk, ayo masuk maafkan papih ya lupa saking kangennya sama kamu, kamu sudah lama tak pulang dan sekarang pulang pulang tidak memberitahu, padahal papih dan bunda akan datang kesana tapi kau sudah datang terlebih dahulu, tapi papih senang kau cepat cepat pulang "
Sena merangkul bahu sang anak dan mengandeng tangan istrinya, mereka masuk kedalam rumah sambil bercanda ria, tak ada yang bisa merusak kebahagiaan mereka semua.
__ADS_1
Akhir cerita Sena dan Sani sampai sini saja, makasih yang sudah mau baca sampai akhir, tanpa kalian aku bukan apa apa terimakasih semuanya.