
"Makasih ya Zan hari ini aku tuh senang banget kamu ajak aku jalan-jalan pergi ke sana ke sini, pokoknya aku senang banget deh makasih banget tapi kita kurang Mira, seharusnya kita ajak dia masa sih kita tadi pergi berdua aja apa Mira gak akan marah "
"Gak akan lah Mira gak akan marah mana mungkin dia marah sama sahabatnya sendiri, di juga maklum kan kita jalan jalan berdua karena tadi kan gak sengaja kita gak rencanain kalau kita rencanain pasti kita ajak Mira kan, udah kamu tenang aja Mira gak akan marah kok, "
"Yaudah aku turun dulu ya. Makasih untuk semuanya pokoknya aku senang banget hari ini "
"Iya sama sama aku anterin yah "
"Gak usah aku pulang sendiri bay "
Sani langsung turun dari dalam mobil dan sedikit berlari untuk segera sampai di rumahnya.
**
Sedangkan Sena yang dari sore disini merasa bosan, dirinya sudah tertidur, sudah memasak sudah ini sudah itu tapi Sani jam segini juga belum pulang ,sudah ditelepon juga tidak diangkat sebenarnya anak itu pergi ke mana sama Arzan.
Saat mendengar ada suara pintu dibuka Sena langsung mematikan semua lampun dan berdiri tak jauh dari pintu, Sani segera masuk dan mengunci pintunya lalu menyalakan lampunya tiba tiba saja.
"Dari mana kamu "
"Akhh "
Sani sampai terjungkal akan jatuh, namun Sena langsung menangkapnya dan mereka saling pandang, namun Sani langsung bediri dan membenarkan seragamnya.
"Om kenapa ada di rumah ini jam berapa ini om, ngapain sih ke rumah aku"
"Saya kan udah bilang dari tadi kamu tunggu saya, turun dari mobil Arzan tapi kamu gak turutin apa mau saya kan. Makanya saya tunggu kamu di sini dan kenapa ponsel kamu gak aktif kamu sengaja matiin"
"Engga kok, emang baterainya lagi abis aja Om, aku gak bisa charge tadi, aku juga gak bawa chargeran "
"Siap saya akan belikan kamu nanti powerbank yang banyak biar kamu gak ada alasan lagi kalau baterai kamu itu habis"
"Ya udah aku udah pulang sekarang masa om mau di sini terus, nanti gimana coba kata tetangga gak enak loh om"
"Cepat kamu sekarang mandi saya tunggu kamu sampai tidur baru saya pulang, mandi makan kerjain tugasnya"
"Om gak perlu sampai tungguin aku sampai tidur, gak apa-apa kok om pulang aja dari pada nanti warga grebek kita, ya ampun aku gak mau om kalau ada yang bicara yang aneh-aneh dong please"
__ADS_1
"Ya udah kamu lakuin apa yang saya suruh atau saya gak akan pernah pergi dari rumah kamu, sebelum kamu menuruti apa yang saya mau"
Akhirnya dengan malas malasan Sani berjalan kearah kamarnya dengan menghentak hentakan kaki, dirinya pergi kekamar mengambil handuk dan pakaian ganti, sedangkan Sena tersenyum senang akhirnya dirinya bisa mengerjai Sani.
Tadinya mau marah tapi gak tega, ya udah pura pura marah aja dan suruh Sani melakukan apa yang dia suruh, Sena menatap aya saja yang dibawa Sani, dia langsung mengambil pakaian ganti Sani.
"Om "
"Kenapa harus berpakaian di kamar mandi, kalau punya kamar sendiri itu tidak akan nyaman cepat mandi "
"Om aku ini gak lagi sendiri ada Om laki-laki dewasa kalau terjadi apa-apa gimana"
"Tenang saja saya tidak berminat dengan anak kecil seperti kamu jadi kamu tidak usah khawatir "
Sani langsung memicingkan kedua bola matanya berjalan mundur sambil mengawasi Sena, lalu saat sudah dekat kamar mandi Sani segera masuk dan menutup pintu, namun tiba tiba pintu di buka lagi dan Sani langsung memperingati Sena untuk tak mengintipnya.
"Sudah saya bilang saya tidak akan tergoda dengan dirimu, ayo semua yang ada di dalam dirimu itu rata jadi aku tidak akan tergiur cepat mandi"
"Awas aja ya om " sambil menutup pintu.
"Hallo Alvaro ada apa "
"Papi di mana kok jam segini belum pulang sih"
Sena langsung mengeplak jidatnya sampai lupa dirinya kalau dia punya anak, dasar darar Sena Sena.
"Ini Papi lagi di rumah teman Papi, sebentar lagi juga Papi pulang kamu gak usah tunggu papi yah. Tidur aja langsung"
"Ya udah papih kalau pulang jangan lama-lama"
"Iya nak "
Sena langsung mematikan sambungannya karena Sani sudah keluar dari dalam kamar mandi, saat Sena terus saja menatapnya Sani langsung menutup dadanya "awas ya om jangan macem macem "
Namun Sena malah mengejar Sani dan membuat Sani kaget dan berteriak lalu masuk kedalam kamar dan menguncinya.
"Ya ampun hampir aja jantung aku copot, om Sena kenapa sih jadi aneh, om Sena kok jadi kayak gitu sih serem banget "
__ADS_1
Sani langsung memakai pakaiannya dan diam ditempat tidurnya namun ada yang mengetuk pintunya.
"San buka pintunya sekarang "
"Gak aku udah makan om pulang aja aku mau tidur"
"Gak mau buka pintunya "
"Gak mau Om jadi Predator gak mau"
"Buka San atau saya akan dobrak pintu ini "
Cklek pintu terbuka dan Sani memanyunkan bibirnya, Sena langsung masuk kekamar dan menyingkap selimbut," berbaringlah "
"Tidak om mau melakukan apa padaku "
"Saya tak akan melakukan apa apa sama kamu udah sini masuk tidur "
Dengan canggung Sani langsung tertidur dan membelakangi Sena, Sena langsung duduk dan menepuk nepuk kepala Sani.
"Udah gak ada tugas lagi kan gak ada PR atau apa gitu yang perlu kamu kerjakan "
"Gak ada kok Om semuanya udah beres"
"Kamu jangan pulang malam lagi gak baik anak perawan pulang jam segini. Jam berapa ini jam 10.00 malam .Apa lagi kamu pergi sama laki-laki yang bukan siapa-siapa kamu"
"Terus om siapanya aku kok bisa ada di dalam rumah aku sih"
"Kalau saya beda udah kamu tidur jangan banyak tanya ini udah malam besok kamu sekolah kalau terlambat gimana"
"Iya iya kayak ibu aja cerewet deh "
Sani langsung menarik selimbutnya menutupi wajahnya namun Sena langsung membenarkannya dan masih menepuk nepuk kepala Sani dengan perlahan dan sesekali berpindah ketangannya.
Tak lama kemudian Sena mendengar suara dengkuran dari Sani "tidur yang nyenyak ya San, saya pulang "
Sena mengecup kening Sani lalu menutup pintu dengan sangat perlahan, lalu keluar dari dalam rumah dan mengunci pintunya lagi seperti semula, takut nanti ada yang masuk, kalau dirinya yang masuk sih itu gak masalah.
__ADS_1