Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Tak ingin sampai ketahuan


__ADS_3

"Om sebenernya om mau membawa ku kemana sih, kok dari tadi gak nyampe nyampe ya "


"Udah nanti juga nyampe, tenang saya gak akan apa apain kamu kok, tenang ya "


"Hemm iya deh om aku diem "


Tadi setelah makan tiba tiba saja Sena mengajak Sani untuk keluar rumah, awalnya Sani tak mau, namun akhirnya mau juga kan, namanya juga Sena bisa melakukan berbagai hal untuk mendapatkan apa yang dirunya mau.


Sena segera memarkirkan mobilnya dan segera turun dari dalam mobil, Sani yang sudah keluar langsuny menatao Sena "om bawa aku kesini ke pameran "


"Iya suka gak, mau naik apa "


"Emm sebentar aku pengen beli itu "


Sani langsung berlari ketempat penjual gulali dan Sena langsung membayarnya saat Sani akan membayarnya "kenapa om bayar aku ada kok "

__ADS_1


"Udah ayo kita jalan jalan, kamu mau naik apa "


Sani mengedarkan pandangannya dan melihat kearah komedi putar "naik itu yu om "


Sani segera berlari sambil mengandengan Sena "beneran mau naik komedi putar "


"Iya om "


Sena membeli tiket dan langsung naik bersama Sani "gimana senang "


"Engga banyak kan yang naik ini juga, lalu kenapa om harus malu, jadi kenapa mau naik ini "


Sebelum menjawabnya Sani menyomot dulu gulalinya " biasanya setiap tahun tuh aku sama ibu suka datang ke pameran kayak gin, terus kita naik ini deh komedi putar banyak banget permainan yang kita selalu mainin, tapi setelah Ibu gak ada semua itu gak pernah terjadi lagi. Bahkan aku udah lupa main-main kayak gini sama ibu dan sekarang om bawa ke sini"


Sani yang akan menangis mengedip gedipkan matanya agar tak keluar air matanya.

__ADS_1


Sena yang merasa bersalah segera duduk disamping Sani dan mengusap rambutnya " Maafkan saya malah mengingatkan kamu tentang semua ini. Maaf ya saya tidak menyangka kalau ke tempat ini akan mengingatkan kamu tentang kenangan itu lagi"


"Gak apa-apa kok Om aku gak sedih kok cuman aku ingat Ibu aku aja, aku malah berterima kasih loh sama Om, aku jadi ingat lagi gimana dulu aku main-main sama ibu senangnya aku sama ibu"


Sena mengangguk "yaudah deh nanti kita satu taun sekali kesini, sekarang om yang akan membawa kamu kesini, kita lakukan rutinatas yang sering kamu lakuin sama ibu kamu ya"


Sani langsung menatap Sena "beneran om, om gak bohong kan"


"Beneran saya gak mungkin gak bohong sama kamu, untuk apa saya bohong "


"Makasih omm " tanpa sadar Sani memeluk Sena dengan sangat erat.


Sena yang senang membalas pelukan itu kapan lagi kan, namun saat dirinya melihat kebawah Sana, dia melihat anaknya ada disana bersam teman temannya, dengan cepat Sena langsung mengalihkan pandangannya jangan sampai anaknya atau teman temanya melihat dirinya.


Kalau sampai mereka melihat habislah dirinya oleh Alvaro dan Sani pasti akan di bully habis habisan lagi oleh anaknya dan temannya.

__ADS_1


Saat Sani akan melepaskan pelukannya Sena langsung mempererat pelukannya, supaya wajahnya tak terlihat oleh sang anak, pokoknya jangan sampai terlihat, sedangkan Sani yang tak tau apa apa hanya mengerutkan keningnya saja, kenapa dengan om Sena ini tak biasannya.


__ADS_2