
"Saya akan pulang, kamu tolong urus pekerjaan saya ya Fatimah, ini untuk uang makan kalian dan saya, sekarang saya yang teraktir "
"Ehh makasih ya tuan, makasih ya tuan. Saya akan melaksanakan tugas apa yang tuan berikan " ucap Fatimah.
Sena mengangguk dan segera pergi meninggalkan mereka berdua, Gea melihat kearah Fatimah lalu mengambil uang itu.
"Dia kasih uang Rp 500.000, padahal makanan kita cuman segini dan gak akan nyampe segitu loh "
Fatimah langsung mengambil uang itu kembali " udah ini rezeki kita simpan aja nanti buat makan malam kita makan-makan lagi Oke lumayan lah ada Rp300.000 lagi"
"Iya aku gak sabar pengen tunggy malem, pengen makan lagi "
"Kamu ini ya fikirannya makan makan saja, memang tak ada yang lain ya selain makan "
"Gak ada, udah ah mau abisin dulu makanan Gea yang super enak ini "
Fatimah langsung mendelik, kelakuan sahabatnya ini, kadang kadang nora ya.
**
Sena selama menyetir motor tersenyum, dia teringat saat menelfon wali kelas Alvaro, dia meminta selalu ada kerja kelompok dan Alvaro serta Sani harus selalu satu kelompok, pasti sekarang Sani sudah ada dirumah, ya dirinya yakin.
"Rasanya tak sabar ingin segera sampai di rumah akan seru melihat Sani dan Alvaro satu kelompok, semoga saja aku melakukan ini mereka bisa dekat dan kebencian Alvaro pada Sani akan menghilang, ya semoga saja aku berdoa untuk itu. Mana mungkin aku menikah tanpa restu Alvaro nantinya itu pun kalau Sani mau denganku, tapi Sani harus menjadi miliku seutuhnya, "
Sena lebih mempercepat laju mobilnya karena ingin segera datang kerumahnya, pokoknya harus cepat dan tak boleh membuang buang waktu.
**
Mereka baru sampai dirumah Alvaro, dan Sani belum keluar keluar juga dari tadi, karena Arzan yang terus saja bertanya padanya.
"Kamu mau aku anterin ke dalam atau gimana San "
"Gak usah aku masuk aja sendiri, aku gak papa kok mereka juga gak mungkin kan tiba-tiba aja kerjain aku ini juga demi tugas, kalau aja tugasnya gak ada dokumentasinya aku kerjain sendiri aja "
"Kok gitu sih kan namanya juga kerja kelompok, ya harus sama-sama lah. Padahal tadi aku minta aja sama gurunya buat ganti kelompok, jadi kamu kan keberatan kayak gini. Kamu beneran gak papa sama aku ditinggalin kalau kamu gak mau ditinggalin aku gak apa-apa kok nunggu kamu di sini, mau mau gitu aja "
Sani tersenyum memegang tangan Arzan " kamu dari tadi tanya terus aku akan baik-baik aja , dari kita jalan sampai ke rumah Alvaro sekarang sampai nyampe kamu tanya terus pertanya yang sama, aku baik baik aja, dan aku akan baik baik Zan kamu percaya sama aku selama 2,5 tahun aku di bully aku masih hidupkan "
"Hehe aku takut kenapa napa "
"Kamu yakin aku gak akan kenapa napa ya, tenang aja aku gak akan kenapa napa "
__ADS_1
Sani segera melepaskan cekalannya pada Arzan dia segera keluar di ikuti oleh Arzan yang keluar juga "telfon aku ya nanti aku jemput kamu " sambil mengacak ngacak rambut Sani.
"Zan berantakan "
"Yaudah sini aku benerin "
Arzan segera membenarkan rambut Sani "udah beres kamu gih masuk "
"Yaudah dadah "
Sani segera pergi berjalan kepintu rumah, saat Arzan akan masuk kedalam mobil dia melihat Sena pulang, dengan cepat Arzan mendekati Sena yang baru keluar dan menyaliminya.
"Kenapa kamu diluar, kenapa kamu gak masuk "
"Engga om tadi aku anter Sani aja, dia mau kerja kelompok sama Alvaro dan kebetulan aku gak satu kelompok "
Dalam hati Sena tersenyum ya iyalah aku yang nyuruh guru guru itu untuk tak menyatukan kalian berdua
"Oh begitu ya "
"Yaudah om saya permisi "
"Ya hati hati "
Bella yang melihat ada Sena pulang segers mengadeng Sani untuk segera duduk "kamu ini ya San kenapa berdiri aja sini duduk dong "
Sena hanya menatapnya sekilas lalu menatap sang anak yang sedang memainkan ponsel.
"Alva "
Alvaro segera mendongakan kepalanya " papih udah pulang gak biasannya "
"Lagi gak banyak kerjaan dan gak ada meeting juga, kenapa kamu main ponsel terus, apa kalian sedang kerja kelompok, atau sedang main saja "
"Kerja kelompok pih "
"Yasudah kalian kerjakan ya tugas tugasnnya, papih akan kekamar dulu, nanti papih akan kembali lagi kemari untuk membantu kalian "
"Siap pih "
Setelah yakin Sena pergi Bella langsung melepaskan tangannya dan mengambil hand sanitizer, menyemprotkannya "jauh jauh ah jangan deket deket deh " sambil mendorong Sani
__ADS_1
Akhirnya Sani duduk paling pojok saja "yaudah yu mulai " ucap Alvaro
"Terus siapa yang ngerekamnya " tanya Rizki
"Nah itu ada papih, pih bantuin dong "
"Bantuin apa Al "
"Ini pih kan tugasnnya harus ada dokumentasinya, tolong ya pih di foto sama di fidioin "
"Yaudah sini ponselnya "
Alvaro segera mengambil ponsel sang anak, mereka segera berdiskusi dan mengerjakan tugas masing masing.
Dan Sena baru melihat bagaimana kinerja Sani saat belajar pintar juga dia, yang lain serc di google sedangkan Sani terus saja menulis dan mencarinya di buku paket, membaca setiap lembarnya dengan teliti.
"Apakah kalian lapar, "
"Laper pih "
"Laper omm "
"Yaudah papih akan masak, ini juga udah cukup kok dokumentasinya, disini siapa yang udah ngerjain tugasnnya yang udah selesai "
Mereka mengeleng, Rizki segera menegok pekerjaan Sani "ini om Sani udah selesai tugasnya "
"Yaudah bantu saya masak San, bibi lagi gak ada, awas saja jangan ada yang jahilin kerjaan Sani "
"Siap om beres Rizki yang akan jaga buku Sani, pokoknya yang penting makan om "
"Sip awas kalau terjadi sesuatu dengan buku Sani atau pekerjaannya kamu yang disalahkan "
"Siap om beres, San cepet berdiri masak sana masak, cuci tangan dulu ya nanti "
Sani dengan canggung segera mengikuti Sena dari belakang, Alvaro langsung menyenggol Rizki.
"Lo ngapain sih bilang kayak gitu, lo kasih peluh papih gue buat berduaan sama anak miskin itu "
"Tenang aja, gue yakin gak akan terjadi apa apa, jangan resah dong , selow selow ah, papih lo gak akan mungkin suka sama Sani"
"Tau ah lo ngeselin banget, gue kesel sama lo "
__ADS_1
Alvaro langsung fokus lagi mengerjakan tugasnya sedangkan Rizki hanya nyengir saja dan kembali mengerjakan tugasnya.
Bella dia acuh tak acuh memainkan ponselnya , mau tugasnya selesai atau engga gimana nanti aja ada Sani ini yang bisa mengerjakan ya kan, buat apa gunanya dia kalau gak di suruh suruh.