Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Makin ketakutan saja


__ADS_3

Sena yang sudah merasa aman segera membuka pintu kamar, dan keluar dari kamar Sani, dia melihat sayurannya sudah dipasak oleh Sani dan juga tak ada tersisa untuk dirinya.


"Nasib nasib kenapa Alvaro bisa kemari, kenapa dia bisa datang kemari "


Sena keluar dari rumah dan masuk kedalam rumahnya sendiri, lalu dirinya mengambil ponsel untuk memerintah asistennya untuk menyelidik dimana Alvaro dan juga Sani.


"Hallo tuan ada yang bisa saya bantu "


"Tentu saja ada, Aku ingin kau menyelidiki Alvaro dan juga Sanu dia pergi ke mana membeli koper ke mana "


"Baik tuan akan saya laksanakan "


"Baguslah "


Sambungan langsung Sena putuskan dan dia membaringkan badannya disofa, entahlah harus melakukan apa, bagaimana ini kalau anaknya malah menyukai Sani bagaimaan pusing sekali kepalanya ini.

__ADS_1


***


"Gue mau ambil yang ini aja, lo mau yang mana San "


"E;m terserah kamu aja deh, bagusnya yang mana "


Alvaro mengambil koper berwarna pink " ini saja lucu warna pink "


"Mba saya ambil yang dua ini tolong bungkus ya "


"Baik kak "


"Sekarang kita ke mall ada yang perlu gue beli "


"Yaudah ayo "

__ADS_1


Alvaro mengangguk dan menjalankan mobilnya ketujuan kedua, untuk membeli kebutuhannya.


**


Fatimah yang sudah ada dirumah baru Sena tak percaya kalau tuannya bisa tinggal disini "jadi bagaimana semuanya"


"Alvaro hanya membawa Sani untuk membeli koper Tuan berwarna pink dan juga biru dan juga mereka sepertinya pergi ke arah Mall, dan saya langsung ke sini karena tuan tadi menelpon saya untuk segera kemari"


"Baiklah tak ada yang aneh kan di antara mereka, berpegangan tangan atau berpelukan atau ya seperti berpacaran gitu, apa tidak ada yang aneh saat kau tadi melihat mereka berdua"


"Tidak sama sekali Tuan mereka selayaknya teman biasa seperti biasanya, mereka hanya mengobrol biasa dan lalu pergi begitu saja meninggalkan tempat mereka belanja, aku tidak melihat kalau mereka berpegangan tangan atau ya seperti Bella dan juga Alvaro tidak ada tuan mereka biasa saja seperti biasanya"


"Hemm baguslah. Lalu apakah aku sekarang harus ikut pada mereka berdua yang akan pergi jalan-jalan. Apakah itu tidak akan membuat Alvaro curiga Fatimah apa yang harus aku lakukan sekarang"


Fatimah yang binggung tidak menjawab dia hanya diam sejenak lalu segera menjawab pertanyaan dari tuannya sebelum dia marah besar " menurutku Tuan tidak boleh ikut nanti mereka akan curiga apalagi Alvaro dia pasti akan aneh kenapa Tuan tiba-tiba ikut, biasanya Tuan tidak pernah ikut campur kalau Alvaro pergi kan dan juga di sini tuan banyak pekerjaan, tidak mungkin kan Tuan meninggalkan pekerjaan begitu saja"

__ADS_1


"Ya kau benar Fatimah aku malah makin pusing saja, pusing harus melakukan apa " sambil membelakangi Fatimah.


Fatimah juga tidak tau harus menjawab apa selain diam, dirinya takut salah bicara dan nanti pada akhirnya dia akan dimarahi dan paling parahnya pasti dirinya akan dipecat , tidak jangan sampai pekerjaan ini lepas darinya. Gajinya begitu besar dari yang lainnya dirinya tak mau sampai harus meniti karir lagi dari awal, dia sudah lelah capek membuat karirnya setinggi ini dan dipercaya oleh tuannya tidak dirinya harus mempertahankan semuanya jadi lebih baik diam saja.


__ADS_2