
"Bee kita langsung pulang aja ya, aku gak mau nanti kalau harus ketemu dulu sama ibu ibu rempong itu "
"Tapi aku masih ada pekerjaan sayang, tak apa kau tenang saja ada aku, aku akan membela mu selalu, aku akan selalu ada untuk mu sayang, kau tenang saja ya, aku pasti akan menjagamu "
"Hemm bee "
"Kenapa sayang "
Sena memegang kedua pipi istrinya sambil mengusapnya " ya aku hanya malas saja kalau mereka bertanya seperti itu lagi, padahal kan tak usah bertanya yang begitu begitu kan "
"Ya udah gak usah ditanggapi udah biarin aja ya, udah kamu mau tidur sekarang sayang "
"Hemm boleh tapi sebentar aku nyalain dulu ponselku "
Sani menyalakan ponselnya dengan cepat dan banyak sekali panggilan tak terjawab dari Alvaro " bee Alvaro banyak banget telfon aku, gimana ini tadi Bella kan ikut telfon sama aku buat bicara sama Alvaro "
"Yaudah bilang aja Bella gak bisa lari karena dia sudah menikah gitu aja, dan kamu bilang sama Alvaro jangan pulang ke Indonesia dan mencari Bella sayang "
"Baiklah "
Sani menghubungi Alvaro dan langsung diangkat dengan cepat " ya ampun San kamu ini kemana aja hah, kamu kemana aja kenapa gak diangkat coba, aku tuh khawatir tau gak sih sama kalian berdua, aku khawatir sama kamu dan juga Bella sekarang Bella mana, Bella udah sama kamu kan"
"Maaf ponselku mati tadi Al, aku sudah berbicara dengan Bella dan Bella juga sudah menikah "
Hening tak ada suara, Sani melihat kearah ponselnya masih menyambung " Al kamu baik baik saja "
__ADS_1
"Aku gak salah denger kan, kamu gak salah bicara juga kan San "
"Iya bener kok kata kata yang aku katakan, aku sama sekali gak bohong Bella sudah menikah Al, dan dia juga sudah mengandung sekarang "
"Kau jangan berbohong padaku Sani "
"Untuk apa aku berbohong padamu Al, untuk apa, aku berkata jujur memang itu keadaanya Bella sudah menikah dan dia sedang mengandung, kau jangan pulang ya dan jangan mencarinya, Bella sekarang sudah berbeda dia sudah menikah "
"Kenapa harus begini San kenapa, Bella menghilang terus tiba tiba dikabarkan meninggal dan sekarang Bella masih ada tapi dia sudah menikah dan sedang mengandung, kenapa harus begini San, emang semua ini gara gara aku, kalau aja aku gak egois waktu itu mungkin semua ini gak akan pernah terjadi, kejadian itu gak akan pernah kejadian "
Sani menarik nafas dan menundukan kepalanya " ini udah takdir Al, kita gak bisa merubah apa apa, kita hanya perlu menjalankannya saja, lebih baik kamu fokus belajar ya, ingat apa yang dikatakan Bella ini bukan salah kamu, kamu harus belajar menerima semua ini, emang ini berat tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah kejadian "
"Pasti Bella menikah dengan terpaksa aku akan tetap mencari Bella dan menanyakan semua alasannya, kenapa dia bisa menikah dan kenapa dia bisa setuju dengan pernikahan itu "
Alvaro langsung mematikan sambungannya, Sani hanya bisa diam saja, mau bagaimana lagi dirinya juga tidak bisa melakukan apa apa, Bella sudah menikah lalu apa yang harus dirinya lakukan tak ada semuanya sudah terjadi dan terlambat.
***
Alvaro mengusap air matanya, dia tak mau terlihat cenggeng oleh Rizki yang dari tadi ada disampingnya, sekuat tenaga Alvaro menahan amarahnya.
"Al lo gak apa apa "
"Gak gue baik baik aja kok, gue baik Bella udah nikah dan dia udah mau punya anak ki rasanya gak kerasa aja ya kita baru aja lulus dan Bella udah punya anak aja dan udah nikah "
Rizki menggaruk kepalanya dia binggung harus menjawab apa, dirinya juga kaget Bella sudah menikah dan mengandung, ya tadi memang dirinya mendengar percakapan Alvaro dan juga Sani yang begitu amat panjang dan menegangkan.
__ADS_1
"Kalau lo jadi gue gimana ki'
"Em gue gak akan bisa nerima dengan secepat itu dan mau bagaimana lagi ya udah takdir mungkin ya, dan lo juga sama Bella kan waktu itu udah putus jadi gak masalah mungkin kalau Bella nikah Al "
"Ya gue tahu, tapi kenapa harus banyak drama dulu dan akhirnya kayak gini, gue tahu gue salah karena udah ninggalin Bella gitu aja, gue yang salah disini, kalau aja gue gak tinggalin dia semua ini gak akan pernah terjadi sialan anjing dasar ya gue "
Alvaro langsung pergi dari hadapan Rizki sedangkan Rizki sendiri hanya bisa mengikuti Alvaro kemana dia akan pergi, jangan tiba tiba nanti dirinya dapat kabar kalau Alvaro melakukan bunuh diri karena putus cinta.
**
Pagi pagi sekali Alvaro dan juga Sani sudah sarapan, tiba tiba ada ibu ibu rempong kembali, sudah muak rasanya Sani melihat mereka kenapa mereka harus muncul diwaktu yang tak tepat.
"Boleh gabung ya boleh gak ada tempat lagi nih "
"Tentu " ucap Sani yang tak mau membuat masalah
Mereka langsung duduk dan menatap Sani dan juga Sena," gimana gimana nih jadi pengantin baru enak gak, terus terus Sani gimana pengalamannya sama Sena enak gak, atau kamu pernah rasain bukan burungnya suami mu sebelumnya, tau sendiri kan sekarang mah anak remaja tuh suka coba cobakan "
Sena langsung mengebrak meja "kami sedang makan bisa jaga kata kata kalian, kalian tidak tahu tentang saya atau pun istri saya, sekali lagi kalian berbicara seperti itu pada istri saya, maka jabatan suami kalian saya cabut dari kantor saya, saya tidak akan pernah main main dengan perkataan saya"
"Ayo sayang kita cari tempat yang lain, disini terlalu banyak orang yang sirik "
Sena membawa seluruh makanannya bersama sang istri dan juga mengandeng tangan istrinya untuk pergi dari hadapan ibu ibu rempong ini. Mereka semua ini malah membuat emosi saja di pagi hari.
"Apaan sih dia itu lebay banget padahal kan cuman tanya aja, kalau gak pernah ya tinggal bilang aja gak usah marah marah kayak gitu ya kan, sampai sampai mengancam ngancam lagi, emangnya kerjaan didia aja banyak akan " ucap ibu ibu yang pertama
__ADS_1
"Iya bener nyebelin banget ya sok banget, padahal mah tinggal jawab aja beres kan gak usah gebrak gebrak meja kayak gitu, biasa aja gitu Aya " jawab ibu ibu kedua
"Udah ah jangan cari masalah, nanti kalau udah suaminya dikeluarin baru tahu rasa, udah udah diem mending makan aja gak usah ngerecokin rumah tangga orang lain ah, mau bagiamana pun itu urusan rumah tangga mereka, kita yang gak tau apa apa jangan bikin asumsi asumsi yang jelek " ucap ibu ibu yang ketiga mencoba untuk menghentikan gosip gosip yang tak benar ini.