
Sani yang sudah selesai masak, langsung menghidangkan makanannya, dan Alvaro baru saja selesai menghabiskan kue itu "lapar apa doyan "
"Lapar San, tadi habis latihan "
"Awas nanti Bella marah kamu kesini terus "
"Udah biarin ajalah gak usah mikirin dia, ayo udah makan ayo ayo silahkan Sani makan "
"Its kayak aku yang tamunya "
"Udah udah ah duduk makan cepet napa "
Sani langsung duduk dan makan bersama Alvaro tiba tiba Alvaro menepuk bahu Sani "ikut gue yu , anter gue beli koper, mau gak lo anter gue bukan daftar kuliah sambil jalan jalan, tadinya gue mau online tapi udah lama gue gak keluar negri ayo ikut ya "
"Gila kamu ajak aku, kamu ajak Bella aja "
"Gak gue mau bawa lo, lo mau kuliah sama gue, kitakan sebentar lagi akan lulus "
"Gak mau Alvaro aku kerja aja kamu kejar aja mimpi kamu, aku yakin kamu akan sukses nanti "
"Hemm padahal kuliah aja, "
"Gak bisa Alvaro aku nggak bisa aku harus urus Ayah aku dan biayain dia, nggak mungkin aku kuliah sedangkan Ayah aku butuh uang aku nggak bisa"
__ADS_1
"Yaudah iya iya tau, anter aku saja daftar kesana sambil jalan jalan, sekarang sudahkan makannya lebih baik kamu ganti pakaian , ayo cepat kita beli koper dulu "
Sani sedikit didorong oleh Alvaro dan mau tak mau Sani pergi kedalam kamarnya, dan saat Sani sudah menutup pintunya dia berteriak "akhhh " Sani kaget ada Sena didalam kamarnya.
Tiba tiba pintu diketuk "San kenapa "
"Gak Alvaro ini ada tikus tadi, tapi udah gak ada kok, aku ganti baju dulu "
"Okk "
"Kamu ini malah teriak "
"Kagetlah om tiba tiba ada orang didalam kamar saya "
"Mau antar Alvaro beli koper dan antara dia buat daftar kulian, katanya dia mau daftar sendiri . Aku juga nggak bisa nolak Om"
"Gak bisa kamu harus kerja tolak "
"Nggak bisa im aku nggak bisa tiba-tiba tolak Alvaro, nggak mau yang ada dia malah nyerocos terus marah-marah sama aku dan aku harus tetap ikut sama dia. Udahlah Om aku juga nanti mau izin cuti "
"Kalian berangkat berdua "
"Gak tau om, kenapa om mau ikut "
__ADS_1
"Ya gak juga saya banyak kerjaan, kamu tolak saya gak izinin"
"Is om ini emangnya om suapa larang larang aku, aku juga pergi sama anak om, kalau ada apa apa kan om bisa tanya sama dia "
"Tetep saja saya tak mengizinkan, saya mau kamu diam dan tak pergi kemana mana "
"Gak mau om, om tutup mata cepetan aku mau ganti pakaian "
Sena dengan patuh langsung membalikan badannya "awas ya jangan ngintip "
Sebenarnya jantung Sani sudah dag dig dug ser namun bagaimana lagi tak ada cara, kalau om Sena keluar yang ada nanti malah ketemu sana Alvaro, jadi serba salahkan.
Sani sudah selesai menganti pakaiannya dan membawa tasnya "aku pergi ya om dadah "
"Gak saya gak izinin " sambil memegang tangan Sani.
"Om mau ketahuan sama Alvaro "
Sena langsung melepaskan tangan Sani ,"Nah gitu dong om, dadah om Sena aku pergi dulu ya, jangan kangen babay om "
Sani langsung keluar kamar dan menemui Alvaro "lama ngapain dulu sih "
"Biasa perempuan udah ayoo "
__ADS_1