Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Berjuang tanpa ada hasil


__ADS_3

"Sayang apa yang dikatakan mamihku, apakah dia tak menyakitimu "


"Emm tidak mas aku baik baik saja, ibu hanya ingin melihat Alva dia tak melakukan apa apa padaku dan juga Alva "


"Jujur sayang jangan kau menutup nutupi apa yang mamihku katakan "


"Benar aku tak bohong, mamih mu memang tak mengatakan apa apa, sini sini sayang duduk jangan berdiri terus dong, aku baik baik aja liat deh aku mas gak ada yang luka kan "


Sena menganggukan kepalanya dan memeluk istrinya dengan erat, tetap saja dirinya selalu saja khawatir dengan istrinya takutnya malah di apa apain sama ibunya itu.


**


1 tahun berlalu


Sena yang baru masuk kedalam rumah dikagetkan dengan keberadaan sang anak yang sendirian "Alva kau baik baik saja kemana ibumu "


Sena langsung memangku sang anak yang sedang bermain sendiri di ruang tengah, lalu masuk kedalam kamar dan kekamar mandi namun keberadaan istrinya tak ada, sama sekali tak ada.


Saat melihat lemari pakaian sang istri Sena kaget karena semuanya kosong pakaian sang istri tak ada dengan lemari yang terbuka.


"Sonia, Sonia kau kemana Sonia "


Sena dengan gelisah mencari keberadaan sang istri namun tak ada nihil, dengan cepat Sena menghubungi sang istri namun tak aktif nomornya.


"Sonia kau dimana, kau jangan membuatku khawatir kenapa kau tiba tiba saja menghilang ada apa dengan mu "

__ADS_1


"Aku harus kekantor polisi, ya aku harus kekantor polisi "


Dengan cepat Sena keluar dari dalam rumah dan berpapasan dengan nenek yang selalu bersama sang istri Sonia.


"Nek apa nenek melihat Sonia "


"Sonia, iya tadi nenek lihat Sonia dia bawa tas besar sama seorang laki-laki, tapi nenek gak tahu dia siapa tadi nenek sempet tanya sama Sonia mau ke mana, katanya nenek gak usah tahu dia mau pergi jauh dari sini. Apakah Itu keluarga kamu yang membawa Sonia"


Sena tak menjawan tiba tiba saja dunianya runtuh, hatinya sakit, perempuan yang selama ini dirinya sayangi, perjuangkan tapi malah pergi bersama laki laki lain, setelah anak mereka berumur 1 tahun, "


"Sen kamu gak apa apa kan "


"Enggak nek Sena gak apa-apa dan Sena juga gak tahu kalau Sonia pergi sama laki-laki, erawakannya gimana nek laki-laki itu"


"Laki-lakinya cukup tampan tinggi putih bermata sipit hidung mancung. Ya sepertinya itu ya nenek melihat itu"


Sena langsung masuk kembali kedalam rumahnya dan mengatur nafasnya, dan tanpa di minta air matanya mengalir, entahlah sakit sekali rasannya, sangat sakit berjuang tapi pada akhirnya malah seperti ini.


Dirinya di khianati oleh istrinya dan juga sahabatnya sendiri, jadi selama ini mereka melakukan perselingkuhan dari belakangnya, sampai kabur darinya, sebenarnya apa salah dirinya ini.


Dirinya rela pergi dari rumahnya dan menentang apa kata kata orang tuanya, kenapa kenapa pada akhirnya begini, kenapa harus begini, apa salahnya apa dirinya salah memilih Sonia.


Sena langsung mengusap air matanya dan menatap sang anak, dikecupnya kening sang anak "kamu tenang saja papih ada disini, papih ada bersama mu sayang, papih tak akan meninggalkan mu "


Dirinya tak habis fikir dengan Sonia, kenapa dia tega meninggalkan sang anak sendirian sendirian seperti ini, tak ada yang menjaga, bagaimana kalau terjadi apa apa dengan Alvaro.

__ADS_1


Ada seorang ibu seperti Sonia yang tega meninggalkan anaknya sendirian seperti ini, tak habis fikir dirinya.


Tiba tiba "Pih pih papih kenapa "


Tiba tiba Sena sadar dan menatap dihadapannya ada sang anak "Varo kamu udah pulang "


"Iya udah pih, papih kenapa kok malah ngelamun disini sih, apa lagi banyak kerjaan sampai papih ngelamun kayak gitu, ada apa pih apa Alvaro udah buat papih kecewa "


"Engga Varo papih gak apa apa, kamu sama sekali gak buat papih kecewa, yang papih mau minta sama kamu kalau ada masalah kamu jangan lari ya, kamu harus selesaikan dan diam disini bersama papih, kita harus saling bercerita ya, ingat appih kurang suka jika kau terus bertemu dengan omah dan opah kamu"


Alvaro hanya diam dan menghembuskan nafasnya "kenapa pih, kenapa mereka kakek nenek Alvaro, kenapa Alvaro gak boleh deket sama mereka kenapa sih pih apa karena istri papih itu "


"Papih hanya mengingat kamu saja jangan terlalu dekat dengan Omah dan opahmu itu, ingat papih selalu berkata itu kamu Mudah terpengaruh oleh siapapun, jadi lebih baik kamu diam saja di rumah jangan kemana-mana ya turuti apa kata kata papih "


"Rumit banget sih pih, mau ketemu sama keluarga sendiri, cobain deh papih kapan kapan main lagi kesana kerumah omah sama opah, mereka itu sangat ingin melihat papih disana lagi, "


"Gak bisa papih gak akan kembali sebelum omah sama opah kamu itu menerima apa pilihan Papih dan tidak membuat Papi terus dijodohkan dengan perempuan ini perempuan itu, papih sudah pusing papih ingin hidup tanpa ada kekangan dari mereka, papi sudah tua dan bisa mengatur hidup papih, papih lelah Varo,"


Alvaro segera duduk disamping papihnya lalu bersandar dibahu papihnya "iya juga ya pih, gak enak hidup kalau udah diatur atur apa lagi tentang pasangan Alvaro juga ngerti kok pih, tapi untuk pilihan papih menikahi ibu Alvaro itu salah "


"Kalau papih gak pilih mamih kamu, kamu gak akan ada dong, emang kamu gak mau ya ada didunia ini "


Alvaro langsung mendongakan kepalanya dan menatap kearah papihnya "ehh iya bener juga ya, kalau misalnya gak ada ibu Alvaro, Alvaro gak akan ada yaudah deh papih harus nikah sama ibunya Alvaro dulu deh "


Sena hanya tersenyum saja " Jadikanlah masa lalumu sebagai suatu semangat kalau kamu bisa meraih apa yang dulu belum bisa kamu raih. Tunjukkan pada perempuan itu kalau kamu bisa hidup tanpa perempuan itu, jika kamu mengalami hal seperti Papi tapi Papi selalu berdoa kamu jangan pernah mengalami apa yang papih pernah alami "

__ADS_1


"Kamu harus selalu benar memilih perempuan mau dia orang sederhana mau dia orang kaya yang terpenting dia bisa setia dan stay sama kamu untuk selamanya dan hanya kamulah satu-satunya laki-laki yang ada dalam hatinya, tidak dengan yang lain cintailah istrimu dan sayangi dia jangan acuhkan dia dalam hal apapun, selalu berbicara dan saling terbuka jangan ada yang ditutup-tutupi, jika suatu saat nanti kau sudah menikah Alvaro papih tidak mau sampai apa yang pernah papih alami terulang padamu, karena berjuang tanpa ada hasil itu sakit sekali bahkan rasanya seperti hanya sia sia saja "


__ADS_2