
Sani dan juga Alvaro sudah ada dikampus yang Alvaro inginkan, Sani ada didalam bersama Alvaro menemaninya saja mengisi formulir.
"San kamu yakin gak akan ikut aku "
"Engga Alvaro aku gak mau, udah kamu yang fokus aja isi formulir jangan sampai salah "
"Ok deh sebenar ya "
Sani menganggukan kepalanya dia celinga-celenguk melihat banyak orang yang mendaftar. Apakah ini kampus terfavorit yang pasti Iya karena Alvaro masuk sini. Dirinya juga sebenarnya ingin berkuliah namun berpikir dua kali uang dari mana.
Dirinya harus fokus membantu ayahnya ya neskipun ayahnya tidak mau tinggal bersama dirinya, tapi setiap bulan aku selalu rutin mengirimkan uang semoga saja Ayahku baik-baik saja aku tidak bisa kembali ke rumah itu. Aku tidak bisa karena ibuku pastinya tidak akan menerima aku kembali.
Tiba tiba "Ayo San sudah selesai "
"Oh iya Alvaro ayo, kenapa sebentar "
__ADS_1
"Yaudah sebenar aja gak usah lama lama, besok baru aku dites, jadi sekarang kita jalan jalan, aku mau ajak kamu jalan jalan dan makan makan gimana gimana "
"Boleh ayo "
Mereka berdua segera pergi, namun Alvari tiba tiba saja berbicara pada seseorang, lalu Alvaro menarik tangan Sani "ayo kita foto dulu, kita harus mengabadikannya.
Mereka berfoto dengan berbagai gaya, Alvaro langsung berterimakasih pada orang itu, lalu mengapload foto mereka berdua, dan kembali pergi bersama Sani.
**
Anggia yang sedang rebahan tak sengaja mensekrol foto Alvaro dan juga Sani, alangkah kagetnya dia melihat ini, memang dirinya berteman dengan Alvaro disosial media itupun
Ibunya yang ada didekat anaknya binggung "ada apa kamu berteriak teriak seperti itu, mengangetkan ibu saja "
"Ini bu lihat s Sani kenapa jadi cantik, liat dia lagi ada diluar negri bu, kenapa dia ada disini sih bu, liat dong bu "
__ADS_1
"Kamu salah lihat mungkin "
"Engga ini beneran Sani, makannya ibu lihat deh, ini bu liat deh "
Ibunya segera mengambil ponselnya dan langsung memelototkan matannya juga"ini tidak mungkin kenapa anak kampungan ini bisa pergi ini tak mungkin, kenapa seperti ini, kenapa hidupnya makin menyenangkan saja "
"Ya makannya bu, kenapa dia malah bahagia, kenapa dia malah makin dikelilingi oleh laki laki tampan dan juta kayak, kenapa tidak Anggia saja kenapa harus Sani bu, kesel deh Anggia juga mau kali bu pergi kayak gini, jalan jalan, dan lihat dia difoto dikampus yang Anggia mau, apakah dia akan sekolah disana bu "
"Ya makannya kamu harus kayak Sani, busa porotin orang kayak, belajar dong kalau kamu pengen kayak Sani ya ikuti jejaknya, mendekati orang orang kayak gampangkan dan kamu akan seperti dia "
"Siapa coba yang harus aku deketin bu, ahh gak tau ah kau kesel tau gak bu, aku kesel banget kenapa Sani selalu saja beruntung aku pun ingin sama sepertinya bu, aku ingin bu, kenapa aku tak bentung bu, "
"Ist kau ini malah mengeluh pada ibu, kau harus berusaha seperti dia, lebih baik sekarang kau pergi mandi dan ibu akan membantumu mendapatkan apa yang seperti Sani jadi cepat kau mandi "
"Tapi bu aku tidak mau dengan om om yang perutnya besar "
__ADS_1
"Ingin seperti Sani kan "
Anggia mengangguk "makannya sana cepat mandi "