
"Ini makanan buat ibu"
"Kamu dapat dari mana makanan ini, bukannya kamu nggak punya uang kan"
"Dari Sani udah makan aja Bu, aku udah makan kok tadi"
"dari Sani kamu minta uang nggak sama dia kamu minta tempat tinggal kan, kalau kamu minta berarti kamu anak ibu, kamu pintar karena meminta itu semua ayo cepat cepat ceritakan pada ibu, kamu meminta itu kan,"
"Udah deh Bu kita nggak usah manfaatin Sani terus-menerus, dia aja dulu udah bayarin sekolah aku udah segalanya sama dia, terus sekarang Ibu mau buat dia bayarin kontrakan kita juga nggak usah deh Bu, aku udah capek ya kayak gini terus, aku juga nggak mau kalau harus terus manfaatin Sani, dia tuh udah punya keluarga kita seharusnya nggak ganggu dia lagi Bu. Apalagi aku ini hanya saudara tirinya dan ibu juga ibu tirinya bukan ibunya jadi kita nggak bisa terus-terus memanfaatkan Sani, seharusnya ibu tuh minta maaf sama dia karena udah buat dia sengsara selama hidup emang ibu nggak ada rasa kasihan atau rasa menyesal gitu udah lakuin hal itu sama Sani, kasian Bu dia "
"Kamu dicuci otaknya sama Sani, sampai bicara kayak gini sama ibu tiba-tiba kamu berubah kayak gini kamu dicuci otaknya sama dia kan, jujur sama ibu dia udah nyuci otak kamu kan Anggia, ibu udah gak ngenal lagi anak ibu ini "
__ADS_1
"Nggak ada yang namanya dicuci atau apapun itu ini emang aku, aku sama sekali nggak dicuci otaknya sama Sani , emangnya ngapain dia cuci otak aku nggak ada gunanya juga, aku emang mau berubah dan aku juga udah minta maaf sama Sani. Aku minta maaf atas kesalahan aku selama ini yang udah terlalu jahat sama dia, seharusnya ibu juga minta maaf sama dia sama Sani bukannya diam aja kayak gini. Ibu juga kalau nggak dari Sani nggak bisa makan loh bu, mana lihat tante Sonia pulang nggak dia nggak pulang kan, dia malah pergi temuin anaknya dengan uang kita aku juga udah bilang sama Ibu jangan pernah kasih uang kita tuh sama orang lain. Sekarang kita mau dapat uang dari mana Bu, kita gak punya uang sepeser pun "
"Kalau tadi Ibu ikut mungkin Ibu udah minta uang sama Sani, kamu tuh nggak ada gunanya tahu nggak Anggia seharusnya kamu tuh minta uang sama Sani. Bukannya kayak gini bukannya diem aja kalau kamu minta uang kita akan kaya kita pergi dari rumah ini Sani itu udah kaya dia tuh udah punya segalanya tahu nggak sih, dia bisa kasih uang berapapun sama kita Anggia "
"Udahlah Bu aku capek, yang dipikirin sama ibu tuh uang uang dan uang terus kayaknya mulai besok aku keluar deh dari rumah ini, aku capek Bu tinggal sama ibu dan tante Sonia. Lebih baik aku tinggal sendiri aja mungkin itu akan lebih baik dan buat aku belajar lagi tentang artinya hidup dan menghargai orang lain "
"Kamu mau tinggal di mana emang, kamu punya uang buat tinggal sendiri kerja aja nggak, sekarang tiba-tiba mau tinggal sendiri kamu ini suka ngaco tahu nggak sih Anggia jangan sok-sokan bisa tinggal sendiri deh dari pertama kamu lahir sampai kamu sekolah sekarang berumur 17 tahun mau ke 18 tahun kamu nggak bisa tinggal sendiri dan kamu nggak bisa biayain diri kamu sendiri tanpa ibu, kamu itu hanya bisa hidup kalau sama ibu tau gak sih "
"Sekarang Anggia akan buktiin kalau Anggia bisa tanpa Ibu. Anggia bisa cari uang sendiri Anggia bisa ngelakuin semuanya sendiri jadi udah stop ibu buat racunin aku lagi, aku lebih baik tinggal sendiri aja Bu daripada kayak gini terus aku capek Bu capek banget pokoknya aku besok mau pergi mau Ibu tetap di sini juga aku nggak peduli, karena aku nggak mau di sini lagi aku nggak mau kalau harus terus jadi babu "
"Anggia mau pergi ke mana ya, apa dia mau pergi ke Sani dan meminta uang padanya ya bisa saja dia minta uang ke Sani kan terus Sani juga kasih tempat tinggal, apa aku harus ikut Anggia saja ikut saja atau di sini tapi aku sedang melakukan sebuah rencana tidak tidak aku jangan sampai ikut bersama Anggia siapa tahu Anggia cuma nekat saja untuk pergi"
__ADS_1
Ibu Sarah segera membuka makanannya dan memakannya dengan segera dirinya begitu senang saat melihat makanan ini, rasanya pasti akan sangat enak kenapa tak dari dulu saja dirinya menyuruh Anggia untuk menemui Sani dan meminta makanan atau uang sepertinya Sani akan luluh oleh kakak tirinya.
***
Anggia mengepak semua pakaiannya memang pakainya sedikit jadi tak terlalu banyak yang dirinya bawa "semoga saja keputusanku ini benar dengan pergi dari rumah ini dan menata hidupku mungkin sudah saatnya aku untuk hidup mandiri, kalau Ibu tidak mau ikut denganku ya sudah tidak apa-apa lebih baik aku kuliah saja Sani pasti akan membantuku dia pasti akan mau membantuku"
Setelah selesai mengepak semua barang-barangnya Anggia membaringkan badannya, dia mengingat semua perlakuannya pada Sani, memang sangat keterlaluan dirinya bersama ibunya sungguh dirinya malu sebenarnya meminta bantuan pada Sani.
Tapi mau bagaimana lagi dirinya tidak punya kerabat dekat sama sekali, seharusnya dari dulu dirinya tidak boleh seperti ini pada Sani, seharusnya dirinya akur memang ayahnya Sani sangat perhatian padanya bahkan Sani selalu dikesampingkan saat meminta sesuatu dirinya yang selalu dipenuhi.
Tapi dirinya selalu saja sirik pada saat ini padahal Sani tak pernah dibelikan apa-apa oleh ayahnya. Ayahnya selalu saja membelikan barang-barang untuknya. Baiklah kita perbaiki sikap jelek itu dan mulailah baik pada Sani dan tak ada kata sirik ataupun dendam lagi.
__ADS_1
Dirinya harus bisa menjadi orang baik seperti Sani jangan seperti ini terus, kalau hidup terus begini kapan akan berubahnya, kapan akan ada kemajuannya. Yang ada akan tetapi berhenti di situ-situs saja dan dirinya juga tidak percaya pada tante Sonia yang akan mendekatkannya pada Alvaro, itu semua pasti kebohongan belaka hanya untuk membuat ibunya percaya dan melakukan apa yang dia inginkan.
Dasar Tante Sonia perempuan licik uang ingin enaknya saja.