
Sani yang baru saja masuk kedalam kamarnya sudah ada Alvaro disana sambil tersenyum " aku bawain pakaian buat kamu tadi nggak sengaja lihat pakaian yang cocok sama kamu nanti pakai kita makan malam sama Rizky bertiga sekarang aja siap siapnya perempuan kan suka lama dandannya, biar kita kebagian tempat, ya udah aku mau siap siap dulu sama Rizki "
Sani melihat kearah tempat tidurnya dan kembali melihat kearah Alvaro "makasih Al atas apa yang kamu berikan sama aku, ya udah aku siap-siap dulu ya "
"Hemm " Alvaro langsung keluar dari dalam kamar sedangkan Sani langsung melihat pakaian itu dan mencobannya pas dan sangat cantik.
Sani menutar mutar tubuhnya lalu berhenti dan melihat pantulannya di cermin "bagus banget pakainnya, aku suka "
Sani melepaskan pakain itu dan kembali menyimpannya lalu masuk kedalam kamar mandi dan akan segera bersiap siap seperti apa yang Alvaro katakan.
**
Sedangkan dikamar sebelah Rizki dan juga Alvaro sedang merokok bareng "jadi gimana nih kelanjutannya " tanya Rizki dengan ambigu.
"Maksudnya, apa nih kelanjutan apa "
"Ya tiba tiba pengen makan malam, mau lo aja berdua sama Sani gue gak mau jadi nyamuk ya "
Alvaro langsung menatap kearah Rizki " Kenapa gue sama Sani berdua. Ya udah kita berangkat bertiga. Emangnya makan malam harus berdua aja gitu ya nggak papa kali bertiga juga, nggak masalah gue udah bilang kan gue sama Sani itu cuma temen aja dan nggak ada hal yang spesial dalam diri kita berdua, gue menganggap Sani sebagai saudara gue temen gue itu aja nggak lebih, lo tenang aja gue nggak akan pernah mungkin suka sama Sani, tenang aja pokoknya "
__ADS_1
Rizki menghembuskan asapnya dan kembali menyedot rokoknya "hemm awas aja sekarang lo bilang kayak gitu tiba-tiba lu suka sama Sani, hati itu nggak bisa ditebak suka itu nggak akan tahu kita akan suka sama siapa, hati itu nggak akan tahu akan berlabuh sama siapa, jadi lo hati-hati aja ya kalau berteman sama perempuan, lo udah pernah kejadian kan sama Bella sekarang lo temenan sama Sani ya takutnya gitu jugakan. Kita kan nggak tahu ke depannya akan seperti apa nanti "
"Iya gue tahu kita nggak tahu hati kita akan berlabuh sama siapa nanti, tapi untuk kali ini gue janji nggak akan suka sama Sani dia akan jadi teman gue dan gak akan pernah gue suka sama dia, meskipun nanti gue suka sama dia gue akan pendam semua itu, gue nggak mau kejadian lagi kayak Bella dan kalaupun gue sama Sani, Bella nggak akan pernah lepasin Suni nantinya, jadi lebih baik kita berteman aja dan gue juga nggak ada maksud deketin Sani buat pacaran sama dia gue cuman mau berteman ya selayaknya gue sama lo gitu aja, lo tahu semenjak gue berteman sama Sani hidup gue tuh lebih tenang aja gitu, gue belajar nggak bosen-bosan amat ada yang nemenin terus ya merasa berubah aja gitu hidup gue 80% udah berubah lah gue enggak terlalu kayak dulu bocah banget kan dulu gue sekarang berpikir dewasa, dia tuh emang bener-bener bawa suasana tuh makin asik aja gitu meskipun anaknya sedikit pendiam tapi kalau udah diajak ngobrol sekali tuh nyambung ke mana-mana gitu menyebar tapi nggak ngebosenin kalau diajak ngobrol"
"Hemm kalau udah nyaman susah loh, terus selama ini lo berteman sama gue gimana ngebosenin ya gue "
"Gak sama sekali sama aja nggak ngebosenin cuman ya beda aja gitu berteman sama anak yang sukanya tuh belajar dan dia tuh bener-bener banting tulang buat keluarganya sendirian, gue sekarang berfikir jangan pernah menyia-nyiakan orang tua gue apalagi Papi gue yang udah biayain gue sampai sekarang. Sedangkan Suni dia harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri dan juga keluarganya dia perempuan loh tapi bisa kayak gitu gue belum tentu bisa "
"Ya lo bener Alva, sulit ada diposisi Sani ya, bener bener sulit banget "
"Hemm makannya gue salut banget sama dia dan gue bangga punya temen kayak dia, gue suka sama kerja kerasnnya "
"Lo dulu aja Ki, lo kan mandinya lama kayak cewek "
"Iya iya deh gue tau lo mandi cuman 5 menit kadang itu pun kurang dari 5 menit udah beres " setelah mengatakan itu Rizki langsung ngacir pergi meninggalkan Alvaro.
"Kurang ajar lo " teriak Alvaro.
Saat Alvaro sedang membuang puntuny rokoknya ponselnya terus saja berdering, telfon dari Belle dengan celat Alvaro mengambil ponselnya dan hanya menatapnya saja, sudah ada 100 panggilan tak terjawab dan sekarang adalah panggilan ke 101, Alvaro yang tak tega dengan Bella segera mengangkatnya.
__ADS_1
"Hallo ada apa lagi "
"Akhirnya kamu angkat juga telepon aku Alva. Kamu kenapa sih kayak gini emang semuanya nggak bisa ya dibicarakan dengan baik-baik, aku mau semuanya baik-baik aja, Aku mau hubungan kita berdua tuh baik-baik aja nggak kayak gini. Kenapa sih semenjak kedatangan Sani kamu itu berubah dan malah lebih perhatian sama dia dibandingkan aku pacar kamu, aku sekarang diusir dari hotel aku bingung harus ke mana lagi Alva kamu nggak mau gitu ketemu aku dulu sebentar aja, sekali ini aja Alva "
"Semua ini nggak ada sangkut pautnya sama Sani. Jadi kamu jangan selalu bawa-bawa dia ya, hubungan kita mungkin udah sampai sini aja, jodoh kita mungkin harus berhenti sampai sini aja Bel. Maaf aku nggak bisa temuin kamu nanti juga di sana kita bisa ketemu kan kamu juga lebih baik pulang daripada di sini luntang-lantung nggak ada arah mending pulang aja, kamu itu perempuan jangan memaksakan diri kayak gitu kamu pikir aja deh kenapa aku bisa putusin kamu, kamu fikir deh kenapa aku bisa kayak gini sama kamu "
"Kamu udah nggak peduli ya sama aku, bahkan saat aku lagi kayak gini aja kamu nggak mau datangin aku atau tolong aku terus dulu kenangan-kenangan yang pernah kita lalui itu ke mana ilang gitu aja gitu. Pokoknya semenjak kedatangan Sani semuanya hancur tahu nggak sih, hubungan kita tuh jadi ngegantung kamu juga jadi jarang perhatian sama aku bahkan buat jalan berdua sama aku aja kamu nggak ada waktu kamu cuma sibuk urusin Sani dan Sani itu aja tahu yang selama ini aku lihat bisa nggak sih kamu berubah jadi Alvaro yang dulu lagi yang nggak kayak gini"
"Maaf aku nggak bisa jadi Alvaro yang dulu aku nggak bisa jadi Alvaro yang nakal dan kayak anak kecil. Aku udah seneng jadi Alvaro yang sekarang jadi kamu jangan meminta apa yang nggak akan pernah aku lakuin, jadi lebih baik kamu juga berubah nanti juga setelah kamu berubah kamu akan sadar apa kesalahan kamu selama ini, kamu jangan egois terus ya Bel memang aku masih sayang sama kamu, tapi aku nggak bisa bertahan sama kamu, kalau kamu masih kayak gini terus ada waktunya orang yang mencintai itu capek dengan kelakuan pasangannya dan itu aku sekarang, aku ada di posisi itu aku udah berapa kali nunggu kamu untuk berubah Bel nunggu kamu untuk menjadi Bella yang lebih baik,tapi semua itu nggak pernah terjadi bahkan saat aku memberitahu kamu, kamu marah-marah kan sama aku. Aku nggak tahu lagi harus kayak gimana jadi lebih baik aku mundur aja dan kamu cari lagi aja laki-laki yang emang cocok sama kamu, dan klop aja gitu sama hati kamu, kalau aku enggak bisa aku nggak mau malah nanti makin menyakiti kamu lebih dalam lagi, lebih baik kita akhirnya aja sekarang sebelum semuanya terlambat"
"Aku janji sama kamu aku akan berubah Alva tapi kamu kembali ya sama aku. Aku nggak bisa ditinggalin kamu kayak gitu aja, aku tuh udah sayang banget sama kamu aku nggak bisa udahin hubungan kita ini yang udah terjalin begitu lama. Cuman karena masalah aku aja yang kurang dewasa kan kamu tinggalin aku aku emang egois, aku nggak bisa kontrol emosi aku, aku tahu itu semua apa kesalahan aku tapi tolong bantu aku untuk merubah semua itu, aku janji akan merubah semuanya Alva. Aku nggak mau ditinggalin sama kamu tolong jangan tinggalin aku "
"Dulu aku udah temenin kamu untuk berubah. Bahkan aku selalu ada di samping kamu, tapi kamu berubah nggak Bel enggak kan sama sekali nggak ada perubahan, malah kamu makin menjadi-jadi kan dan kamu makin mengekang aku, salah satu yang aku paling gak sukai itu dikekang Be.l Nggak ada orang yang suka dikekang jadi tolong jangan meminta untuk aku kembali sama kamu, karena semua itu nggak akan pernah bisa aku nggak akan bisa kembali sama kamu, mungkin kalau kita jadi teman aku bisa kita jadi sahabat lagi kayak dulu aku pasti akan terima itu, tapi untuk menjalin sebuah hubungan lagi aku enggak bisa"
"Apa semua ini karena Sani, iya kamu putusin aku karena disuruh sama Sani kan pasti Sani kan yang nyuruh kamu buat putusin aku, kamu tuh nggak pernah kayak gini tahu nggak kamu tuh laki-laki sabar yang pernah ada dalam hidup aku, tapi tiba-tiba kamu mundur dan tinggalin aku"
"Udah aku bilang kita yang putus itu nggak ada sangkut pautnya sama Sani. Jadi kamu jangan selalu membawa-bawa Sani, tolong kamu jangan ganggu dia juga karena hubungan kita yang berakhir itu bukan karena Sani itu karena kemauan aku sendiri Jadi kamu jangan bawa-bawa orang lain, udah ya aku mau pergi dulu Selamat tinggal"
Sambungan langsung dimatikan oleh Alvaro.
__ADS_1