Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Hampir saja


__ADS_3

Sani yang sedang bertelfonan dengan Mira segera keluar untuk mengecek siapa yang mengotrak disini, disampingnya "iya aku juga lagi liat siapa Mir tapi orangnya gak keluar luar tau "


"Yaudah tungguin aja "


Mira memeng sudah pulang tadi dijemput oleh Arzan, "Iya aku tunggu kok, makannya kamu temenin aku ya, jangan kamu matiin "


"Iya gak akan tenang aja, aku akan temenin kamu kok, "


Inara terus saja mengawasi tiba tiba pintu terbuka dan ternyata orang itu om Sena "ahhh "


Sani langsung masuk kedalam rumah dan menutup pintunya dengan keras "ada apa San, kenapa kau berteriak "


"Mira ini gawat yang tinggal di pinggir rumahku itu om Sena, dia ada di sini ini gawat banget. Kenapa dia tiba-tiba ada di sini buat apa dia kan punya rumah ya udah aku matiin dulu ya"


Pintu rumah Sani diketuk, Sani segera memperbaiki dahulu penampilannya lalu membuka pintunya.


"Om Sena ngapain pindah kesini bukannya punya rumah "


"Iya saya tahu saya punya rumah tapi kamu pernah bilang kan saya harus kembali pada tempat saya, ya ini saya sudah kembali"


"Aneh deh om, Alvaro bagaimana jangan aneh aneh kalau apa apa tuh difikir dulu "


"Hemm ini saya bawakan kue "

__ADS_1


Sani langsung mengambilnya "terimakasih "


"Ya sama sama saya juga membawakan untuk tetangga yang lain, semua kebagian "


"Apaaa " senyum Sani langsung memudar dan langsung menutup pintu dengan kencang, begitu kesal dirinya pada laki laki ini.


Sedangkan Sena hanya tersenyum saja dengan kelakuan Sani yang mengemaskan, rasannta ingin mencubitnya.


**


Sani yang sedang memakan kue memberian Sena dikagetkan dengan ketukan pintu, Sani membuka pintunya dan ternyata itu om Sena yang membawa sayuran.


Sena langsung masuk dan menyimpan belanjaannya "kau kan adalah tetanggaku, aku pinjam dapurmu dan sekalian kau masakan yah "


"Ayo Sani bantu aku. jika bukan kau yang memasak siapa lagi,"


"Ya makannya pulang sana keasalnya "


Baru juga Sena akan menjawab sudah ada yang mengetuk pintu, Sani melihat dahulu dijendela alangkah kagetnya saat melihat Alvaro ada didepan rumahnya.


"Om Alvaro ada didepan rumah "


"Apa kau yakinkan "

__ADS_1


"Aku yakin cepat om bersembunyi ayo cepat sana sana " Sani sedikit mendorong Sena.


Dan Sena langsung berlari kekamar Sani, karena itu satu satunya yang paling aman dan tak akan dimasuki oleh sang anak.


Sani langsung membuka pintu setelah yakin kalau om Sena tak ada "Alvaro "


"Kau lama sekali membuka pintu, ada apa, apa da laki laki disini sampai kau begitu lama membuka pintu ada siapa disini "


"Tak ada aku tadi ada dikamar mandi makannya lama "


"Hemm begitu ya, habis belanja ya, banyak juga kau belanja padahal hanya kau saja yang tinggal disini "


Sani tersenyum kikuk, "ini untuk beberapa hari Alvaro agar aku tak membeli kembali bahan masakan, aku cape kalau harus bulak balik pasar "


"Baiklah buatkan aku makanan, sesuatu yang bisa aku makan tolong aku malas membeli ditempat lain ayolah "


"Baiklah aku akan melakukannya kau duduk ya "


"Baik, ada kue aku makan ya, aku sudah sangat kelaparan "


"Terserah kau saja Alvaro "


Sani segera mengeksekusi sayuran itu menjadi makan enak, ayah dan anak sama saja.

__ADS_1


__ADS_2