Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Siapakah dia


__ADS_3

"Aw "


Alvaro yang mau ke kemar mandi tak jadi, dengan cepat Alvaro membantu Sani yang tiba tiba saja jatuh "kamu kenapa coba, "


"Gak tau tiba tiba saat mau jalan malah jatuh " .


"Yaudah sini aku bantu "


Alvaro membantu memapah Sani dan segera mendudukkan nya dan mengusap kaki Sani sambil mengeceknya " ya sudah kau istirahat saja ya, tak usah ikut aku kerumah sakit, aku mau ke kamar ku saja untuk ganti pakaian dan kesana lagi "


Dengan pasrah Sani menganggukan kepalanya Alvaro hanya mengusap sebentar kepada Sani dan keluar dari kamarnya itu, Sani menghembuskan nafas dengan lega untung saja tidak ketahuan kalau saja sampai ketahuan habislah.


pasti akan membuat berbagai pertanyaan nantinya dari Alvaro, Sani dengan cepat membuka kamar mandi dan suaminya hanya diam cemberut.


Dengan cepat Sani menghampirinya dan memeluknya " kau marah "


"Kenapa aku harus marah, aku sama sekali tak marah sayang, hanya kesal saja selalu saja terganggu "

__ADS_1


"Hemm kau harus sabar bee "


"Baiklah sayang aku akan selalu sabar, kau akan kuliah dimana "


"Aku kerja saja "


Sena langsung melepaskan pelukan istrinya dan memangkunya keluar kamar mandi " tak enak berbicara disini "


Setelah mendudukkan Sani, Sena menutup pintu dan tak lupa menguncinya takut takut Alvaro akan kembali lagi dan memergoki mereka berdua.


Sani hanya tersenyum dan memeluk suaminya itu " Baiklah aku akan kuliah seperti apa yang kau katakan tapi bagaimana kedepannya kalau Alvaro harus dari tahu tentang hubungan kita, apa dia akan menerima semuanya apakah dia akan mau menerima aku menjadi ibu tirinya maksudnya aku sudah membohonginya apakah seharusnya dari awal kita ini sudah jujur pada Alvaro "


"Sudah jangan memikirkan itu yang terpenting sekarang adalah rumah tangga kita, untuk Alvaro kita bisa menjelaskannya nanti semuanya akan baik-baik saja kau bisa tenang sayang apakah jau mau makan malam bersamaku kita makan malam di luar kita habiskan waktu bersama-sama"


"Tentu kemanapun kau pergi aku pasti akan ikut, kemanapun kau membawaku , aku pasti akan selalu ada disamping"


Sena dengan erat memeluk istrinya itu begitu senangnya hatinya ini kenapa tak dari dulu saja dirinya menikahi Sani tapi sudahlah yang terpenting Sani sudah menjadi miliknya.

__ADS_1


**


Sekarang Sani dan juga Sena sudah ada disebuah lestoran mewah dan Sani juga sudah didandani oleh omah, Sena terus saja menatap wajah istrinya sambil menopang dagu.


"Ada apa dengan mu bee "


"Apakah sekarang yang ada dihadapan ku adalah seorang bidadari "


Sani hanya mengibas ngibaskan tangan nya dihadapkan wajah suaminya dengan wajah yang sudah malu, " Bee kau ini terlalu berlebihan "


"Memang kenyataannya seperti itu sayang, kau sudah seperti bidadari, kau adalah bidadari surga ku "


Sani hanya tersenyum dan tiba tiba saja byur ada yang menyiram Sani, sampai sampai Sani bangkit dan melihat orang yang sudah menyiramnya.


"Kau apa apaan ini"


"Kenapa Sena ,aku tidak suka kau bersama perempuan lain " teriak perempuan itu.

__ADS_1


__ADS_2