Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Gak usah


__ADS_3

"Beneran gak mau ditungguin San, gue bisa kok nginep disini kalau lo mau gue temenin itu pun "


"Nggak usah aku sendiri aja Alvaro aku baik-baik aja, nanti kalau tetangga-tetangga malah berpikir yang enggak enggak gimana, maksudnya kita kan bertetangga jadi mereka tuh pasti kalau ada cowok yang nginep di rumah cewek apa lagi belum nikah itu pasti bakal jadi pembicaraan gitu nggak enak aja kan, udah aku gak apa apa kok aku baik baik aja "


"Ya udah beneran ya kalau ada apa-apa lo telepon gue pokoknya lo harus bilang apa-apa yang terjadi nanti gue anterin deh besok pulangnya nggak usah sendiri-sendiri lagi, kalau di kelas tuh kalau samua bubur ya bubar nggak usah di kelas sendiri, pokoknya harus pulang aja "


"Iya nanti langsung pulang, ya tadi kan emang beres-beresnya banyak banget buku, aku makannya terakhir dan juga tadi kamu nelpon nggak sih aku lupa, terus Bella sama Rizki juga aku nggak tahu kalau mereka akan ngelakuin itu sama aku"


"Tuhkan sekarang malah jadi lupa, udah lo dirawat lagi di rumah sakit kata gue juga tadi udah jangan pulang lihatlah sampai lupa kan, gue telepon atau engga, udah ayo pulang ke rumah sakit gue anterin nanti kalau terjadi apa apa gimana, "

__ADS_1


"Nggak akan aku baik-baik aja ya, cuma lupa aja gitu aku kan, udah aku nggak apa-apa kamu lebih baik pulangnya udah malam banget kamu juga harus istirahatkan. Terus besok juga kita kan mau kerja kelompok bener nggak, aku beneran nggak papa kok ini juga nanti ya satu minggu juga sembuh inget kamu jangan marahin Bella ya. Aku nggak mau gara-gara aku kalian berdua malah jadi berantem"


"Tergantung gue bawa kunci lo nanti gue jemput lo gak akan bisa keluar sebelum gue datang "


"Loh kok gitu kalau disini ada apa apa gimana yakan kita gak pernah tau apa yang akan terjadi "


"Hemm iya juga, yaudah deh gak akan dibawa pasti kuncinya ada duakan udah gue bawa satu, lo jangan bangun gue sekarang pulang inget jangan gerak gue udah siapin segalanya "


"Bagus "

__ADS_1


Alvaro langsung menutup pintu kamar Sani tak lama kemudian pintu kamar Sani dibuka lagi "kenapa lagi Alvaro "


"Gak gue takutnya lo gerak, udah gue beneran balik nih awas aja lo macem macem bangun, liatin aja gue gak akan pulang lalau lo pulang "


"Iya gak akan Alvaro ini aku masih disini aku gak akan gerak "


"Ok "


Pintu kembali tertutup dan kali ini memang benar benar tak kembali lagi, Alvaro tak kembali lagi, Sani membuka ponselnya dan melihat lihat panggilanya.

__ADS_1


Namun om Sena tak ada kembali menelfonnya "om Sena itu kemana sih kenapa gak bisa dihubingin sama sekali, padahalkan aku mau tau keadaannya kenapa sih sulit banget om Sena itu di hubungin, dulu aja gampang banget sekarang berubah banget"


Sani menyimpan ponselnya dan membenarkan bantalnya, lalu menarik selimbutnya lebih baik tidur saja nanti besok lagi saja memikirkan om Senanya, besok masih ada waktu memikirkan om Sena , siapa tau dia besok akan menghubunginya, ya itu pun semoga saja kan.


__ADS_2