
Sani sudah kembali bekerja dirinya sudah ada didapur memasak membantu kak Livi, tak lupa sambil belajar pula, kan sebentar lagi tamu yang spesial akan datang dan dirinya harus siap dengan semua itu.
"San tolong kamu kupas kentang ya "
"Siap kak " ucap Sani dengan semangat
Sani segera melakukan apa yang disuruh oleh kak Livi dengan senang hati, karena memang dirinya menyukai hal ini, memasak adalah hal yang menyenangkan dengan hal ini bisa membuat dirinya selalu mengingat sang ibu, yang selalu mengajarkannya memasak dan banyak lagi.
Setelah selesai memotong kentang, Sani memberikannya pada kak Livi dan kembali mengerjakan pekerjaan yang lain, sembari menunggu perintah dari kak Livi lagi.
Lalu Sani teringat Alvaro semoga saja dia baik baik saja, tadinya dirinya akan menemani Alvaro tapi tak jadi karena dirinya harus berlatih, dan Alvaro pun mengerti dengan pekerjaan dirinya ini.
...***...
Sonia yang baru saja bangun tidur siang segera membuka kedua bola matanya saat mendengar ketukan pintu di rumahnya begitu berisik, dari tadi terus saja mengetuk kalau sudah tahu tidak ada yang membuka seharusnya orang itu pergi malah terus saja mengetuk pintunya. Menyebalkan sekali orang seperti ini harus di marahi nih.
__ADS_1
"Iya sebentar aku akan membuka pintunya, kau ini tidak sabaran sekali ya bertamu seperti itu tidak sopan, kalau sudah tak ada yang membuka pintu lebih baik kau pulang bukannya malah terus mengetuk pintu rumahku, lama lama pintuku bisa bolong karena kau terus saja mengetuk pintunya "teriak Sonia dengan kesal sambil berjalan kearah pintu depan.
Saat Sonia membuka pintu dia begitu kaget yang ada di hadapannya adalah ibu Ariana, ibu dari Sena dia tanpa permisi langsung masuk ke dalam rumah dan melihat-lihat keadaan rumah Sonia dan duduk di kursi. Lalu menatap angkuh kepada Sonia. Masih saja seperti ini tak ada perubahan.
"Apakah setelah kau pisah dari anakku kehidupanmu menyedihkan seperti ini, lalu kenapa sekarang kau kembali lagi ke kota ini aku sudah bilang kan kau tidak boleh kembali lagi ke kota ini, aku sudah memberikan uang banyak dan kau juga kan pergi bersama seorang laki-laki untuk apalagi kau datang kemari, kau hanya akan membuat ulah nantinya"
Sonia menundukkan kepalanya dia juga masih agak takut dengan orang tuanya Sena, ibu Ariana ini sungguh menyebalkan dan menakutkan, dia seperti penyihir jahat yang harus segera dibasmi secepatnya.
"Kenapa ini adalah kota kelahiranku, kenapa aku tidak boleh kembali ke sini terus kalau aku ingin mengejar lagi Sena kenapa, dia pernah menjadi suamiku aku menyesal telah menerima uangmu dan meninggalkan suami dan anakku, aku ingin dekat lagi dengan mereka berdua aku ingin mengenal Alvaro kenapa kau selalu menghalangiku kenapa kau tidak mau melihat anakmu bahagia aku mencintainya dan Sena mencintaiku "
"Lalu dengan perempuan yang sedang Sena kejar temannya Alvaro bagaimana. Apakah kau akan memisahkan dia juga seperti kau memisahkan aku dengan Alvaro, apakah kau akan melakukan kesalahan yang sama nyonya, apa kau akan Setega itu "
"Jelas aku akan melakukannya, siapapun yang mendekati putraku yang menurutku tidak cocok dan tidak pantas aku akan membuatnya sama seperti mu. Dan untuk kau Jika kau macam macam aku akan melakukan hal yang akan membuatmu lebih sengsara lagi dari sekarang, jadi kau jangan macam-macam denganku jika kau masih ingin hidup dengan nyaman maka kau jauhi anakku jangan pernah kau dekati lagi dan untuk masalah Alvaro kau lupakan dia, bukannya kau sudah lupa pada anakmu sendiri demi uang kau meninggalkan mereka kan meninggalkan anakmu tanpa berpikir panjang, aku kira waktu itu kau akan bertahan dengan anakku dan akan mengurus Alvaro tapi ternyata memang dasarnya orang miskin akan tergiur dengan uang yang tidak seberapa"
"Aku melakukan itu karena aku sakit hati olehmu kau selalu saja mencaci makiku seperti itu, memangnya orang miskin tidak boleh bahagia nyonya semua orang punya kebahagiaan lalu nyonya dengan seenak jidat berkata seperti itu memang mungkin dulu aku terkesan murahan karena menerima uang darimu. Tapi dibalik itu aku ingin membuktikan padamu kalau aku tidak tergantung pada anakmu"
__ADS_1
"Tetap saja kau mata duitan dan oleh uang kau bisa disogok bagaimanapun caranya. Aku pun tak sudi berlama-lama di rumah kumuh seperti ini"
Ibu Alvaro segera bangkit dan menempuh-tumpuk roknya lalu menatap jijik ke arah Sonia "sekali lagi aku lihat kau mengganggu anakku lihat apa yang aku lakukan"
Setelah mengatakan semua itu ibu Alvaro langsung pergi meninggalkan rumah Sonia, sedangkan Sonia masih menundukkan kepalanya sambil mengatur nafasnya dan emosinya.
"Aku tidak boleh menyerah aku harus mendapatkan Sena bagaimanapun caranya, aku tidak mungkin hidup seperti ini aku tidak mau dihina lagi oleh nenek peot itu lihat saja setelah aku kembali pada Sena aku akan membuat dia bertekuk lutut padaku, lihat saja aku akan mendekati anakku terlebih dahulu supaya aku bisa mendapatkan ayahnya apapun yang aku mau harus aku dapatkan untuk masalah anak kecil itu, bisa diatur dia hanya seorang anak kecil yang bisa aku kalahkan dengan cepat dan mudah mana mungkin Sena tertarik pada anak kecil itu tubuhnya saja tidak berbentuk hanya seperti lurus saja seperti itu, Sena tidak akan berselera melihat perempuan itu sebentar lagi juga perempuan itu akan dicampakkan oleh Sena aku yakin itu "
Sonia menutup pintu rumahnya dan duduk di kursi sambil menyalakan televisi, dia masih belum menemukan pekerjaan yang cocok untuk dirinya, karena dirinya yang ingin bekerja di tempat yang enak ber-ac dan juga tidak banyak pekerjaan tidak pusing pokoknya banyaklah yang dirinya inginkan.
Sulit ya mencari pekerjaan seperti itu, jadi lebih baik sekarang dirinya melakukan misi utamanya mendekati sang anak dan dirinya juga melihat kalau pacar anaknya itu meninggal Bella anak yang pernah bertemu dengannya yang sedikit sombong itu.
Mungkin dalam keadaan seperti ini anaknya akan luluh olehnya, ya benar dirinya harus melakukan itu meminta Alvaro untuk bisa membuat dirinya bahagia dan dicukupi oleh uang , lalu merebut hati ayahnya gampang kan tinggal kita lakukan saja rencana itu.
Kita lihat Alvaro pasti akan luluh olehnya karena dirinya yang melahirkannya dirinya adalah ibunya tidak mungkin anak itu akan terus membenci dirinya mau bagaimanapun dirinya tetap ibunya, tak akan bisa dipungkiri sampai kapanpun.
__ADS_1