Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Pembicaraan itu kembali


__ADS_3

Fatimah yang kesal hanya diam saja, tak mau berbicara dengan Rizki " Kenapa kak Fatimah tidak mau berbicara denganku. Apakah Kak Fatimah marah karena berdua bersamaku, Apakah kakak tidak suka ada aku di samping Kakak apakah kamu tidak mau menikah denganku"


"Sudah aku katakan berapa kali padamu Rizki aku tidak mungkin menikah denganmu, kakakmu saja meninggalkan aku saat dihari pernikahan . Jadi kau dan diriku tidak akan mungkin bisa bersama sampai kapanpun. Jadi kau lebih baik mencari perempuan lain, kau jangan mengharap lebih dariku karena aku tidak bisa mewujudkan apa yang kau mau"


Rizky menghembuskan nafasnya dan melihat ke arah lain dirinya sungguh kecewa dengan jawaban kak Fatimah, dirinya dan kakaknya berbeda kenapa kak Fatimah menyamakannya dengan kakaknya " dengarkan kak aku tidak akan meninggalkan Kakak seperti apa yang pernah kakaku lakukanm Kakak percayakan padaku kakak hanya perlu menungguku saja aku pasti akan menikahi kakak aku tidak akan mungkin meninggalkan kakak"


"Sama seperti janji kakakmu, dia juga dulu mengatakan itu tunggu dia sampai lulus kuliah, aku menunggunya dan saat di hari pernikahan dia tidak datang dan malah kabur dengan perempuan lain apa salahku sebenarnya pada kakaku sampai-sampai dia meninggalkan aku seperti itu. Bahkan aku tahu dia kabur dengan perempuan lain dari temannya " ucap Fatimah sambil menahan tangisnya.


Lalu Fatimah kembali melanjutkan ucapannya " kalau dia menyayangi perempuan lain Klienapa tidak dari awal dia memutuskan ku. Kenapa saat di hari pernikahan kita dia malah pergim Padahal kalau dia jujur padaku aku pasti akan menerima dengan keputusannya. Mungkin aku akan berpikir kalau aku memang bukan jodoh dengannya, tapi setelah apa yang kakakmu lakukan aku tidak akan pernah percaya lagi dengan sosok laki-laki siapapun itu. Aku tidak akan bisa percaya lagi semua janji-janji manis mereka tidak bisa dipegang , kakakmu sudah membuatku trauma untuk dekat dengan laki-laki siapapun"

__ADS_1


"Tapi aku berbeda dengan kakakku, kakak hanya perlu percaya padaku aku bukan dia dan aku berbeda, aku pasti akan menikah dengan kakak dan tidak akan menduakan kakak dengan siapapun, aku janji itu Kak, Kakak hanya perlu percaya padaku bisa kan Kakak menungguku"


"Aku sudah mengatakan padamu lebih baik kau cari perempuan lain dan jangan berharap denganku karena sampai kapanpun aku tidak akan mau denganmu Rizki. Lebih baik kau sakit sekarang daripada nanti saat datang dan kau menungguku karena aku sampai kapanpun tidak akan percaya lagi pada laki-laki, seperti apa yang aku katakan jadi kau jangan berharap lebih padaku, aku bukanlah perempuan yang pantas kau jadikan istri , kakak mu saja tidak menikahiku karena dia berpikir kalau aku tidak pantas untuknya jadi lebih baik kau cari perempuan yang memang cocok denganmu dan seumuran denganmu. Aku ini sudah tua dan tidak cocok dengan kau yang masih kecil saat nanti kita menikah umur kita akan sangat jauh sekali. Apakah kau mau nanti dibilang kalau kau menikah dengan nenek-nenek tidak kan"


"Kenapa tidak, aku tidak akan malu saat membawamu ke mana-mana aku tidak akan memperdulikan orang-orang. Memangnya kita menikah untuk orang lain tidak kan untuk kebahagiaan kita Kak. Bisa tidak kita tidak membawa-bawa kakakku dulu yang telah menghianatimu itu, ini tentang kita berdua bukan tentang kau dan juga kakakku bisa kan, kita bicara tentang diri kita berdua jangan terus mengungkit ngungkit tentang kakakku yang telah menghianatimu, aku tahu kelakuan kakakku sangat fatal untukmu tapi setidaknya aku berbeda dengannya, aku tidak akan menghianatimu. Aku tidak akan menduakanmu, aku tidak akan mengecewakanmu saat hari pernikahan dan sampai seterusnya aku janji itu harus bagaimana lagi aku mengungkapkan perasaanku padamu kak "


Fatimah hanya bisa diam saja melamun karena dirinya memang belum siap untuk membuka hatinya, untuk siapapun itu dan sampai kapanpun, mungkin dirinya tak akan siap membuka hati karena rasanya sakit itu masih membekas di dalam hatinya sampai sekarang, bahkan akan sulit sekali untuk dihilangkan.


Semua keluargnya begitu kecewa sekali apalagi kalau misalnya dirinya sekarang menikah dengan Rizki. Apakah orang tuanya akan setuju . Tentu saja tidak kakaknya saja sudah membuatnya kecewa apalagi adiknya. Pasti orang tuanya akan berpikir seperti itu, dirinya tidak mau dikecewakan untuk kedua kalinya dan krsekian kalinya cukup dikecewakan satu kali.

__ADS_1


Itu sudah cukup jangan ada lagi kata kecewa dalam hidunya dirinya sudah senang seperti ini, hidup sendiri "lalu jika nantu ada yang melamar kakak selain aku apakah kakak akan merimanya "


"Aku belum berpikir sampai ke sana Rizki karena aku belum memikirkan untuk menikah, mungkin saja aku tidak akan menikah sampai kapanpun, jadi seperti apa yang aku katakan tadi kau carilah perempuan lain aku tidak akan cocok untuk menjadi istrimu, aku akan lebih tua terlebih dahulu itu tidak akan baik untukmu. Kau carilah perempuan yang memang benar-benar mencintaimu dan bisa menerimamu dengan tulus,"


"Baiklah jika kau tidak terpikirkan untuk menikah dengan laki-laki manapun maka aku akan mengejarmu dan aku akan menunggumu sampai kau siap membuka hatimu kembali dan melupakan tentang luka itu, tentang luka yang pernah kakaku berikan aku tetap akan menunggumu Kak sampai kapanpun, jika kau tidak mau denganku maka aku pun tidak akan menikah seperti dirimu, aku tidak peduli dengan umur dengan kau yang tua aku menikahimu bukan karena cantik atau karena apapun aku mencintaimu dengan tulus dari hatiku bukan karena parasmu dan yang lainnya "


Fatimah memejamkan kedua bola matanya harus dengan kata-kata apalagi untuk membukakan hati laki-laki di sampingnya ini agar tidak menunggunya"terserah kau saja yang terpenting aku sudah memberitahumu kan nanti jika aku menolakmu kau jangan kecewa karena aku sudah pernah mengatakannya padamu kau harus terima itu"


"Iya aku sudah tahu konsekuensinya mengejarmu, aku sudah tahu Jadi kakak tidak usah memberitahuku aku tidak akan menyerah sampai mendapatkan kakak, kakak saja keras kepala maka aku pun akan keras kepala dan mengejar kakak terus-menerus"

__ADS_1


Setelah itu tak ada lagi pembicaraan mereka hanya saling diam memikirkan perkataan apalagi yang harus dibicarakan karena semuanya sudah dibicarakan, ya tak ada lagi yang harus dibicarakan dan saat Rizki melihat Kak Fatimah sepertinya Kak Fatimah sedang sedih dirinya tidak boleh mengungkit ini lagi. Sudahlah masih banyak waktu untuk membahas hal ini.


__ADS_2