Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Kena


__ADS_3

Mira yang sudah bisa kabur dari dalam rumahnya sekarang sudah ada di pesta tolong itu, tapi dirinya tak bisa mengenali satu persatu orang yang ada disini, begitu asing karena mereka semua memakai toping, Mira terus saja berkeliling dan ketemu dirinya melihat Alvaro dengan kawan kawan.


Dan tentu Sani ada disana sebagai satu satunya perempuan diantara mereka, hidup Sani selalu beruntung dibandingkan dengan dirinya kenapa, kenapa harus begitu, kenapa dirinya tak beruntung sama sekali.


Semua orang menjadi menyukai Sani padahal apa yang harus disukai dari perempuan itu tidak ada, dia hanyalah penggoda dan tidak pantas untuk diagung-agungkan apalagi untuk dicintai oleh seorang laki-laki, seharusnya Arzan berpikir ke sana kalau dia menikah dengan Sani kalau dia berhubungan dengan Sani semuanya akan hancur.


Sani itu bukan dari kalangan orang kaya dia tidak akan mungkin bisa menandingi semua keluarga Arzan dirinyalah yang lebih pantas maka daripada Sani terus saja mengganggu lebih baik dia pergi dari dunia ini kan.


Rizki mendekat Alvaro yang dari tadi hanya diam saja, "kenapa sih Al kayak yang gak ceria gitu "


"Di hari spesial kita Bella nggak ada di sini seharusnya dia ada di sini sama kita, kenapa kehidupan ini nggak adil gue yakin Bella masih hidup Ki. Gue pernah cerita kan sama lo kalau gue sama Sani pernah diculik dan saat gue dapetin video Bella yang minta tolong sama Sani itu loh gue yakin Bella itu masih ada dia masih ada sama kita dia masih hidup, tapi kita gak tahu harus cari dia kemana sebenarnya siapa yang culik Bella kenapa orang tega ambil Bella dari kita, kenapa Ki dunia ini gak adil bagi gue, emang gue yang salah disini karena acuhin Bella seharusnya gue lebih sabar lagi sama Bella "


Rizki menghembuskan nafasnya dan memeluk sengah badan Alvaro "iya gue tau itu sakit dan gue juga tau rasanya begitu hampa tanpa Bella, perempuan yang selalu ada di samping kita perempuan yang selalu ada untuk kita, gue tau itu berat banget, gue juga masih gak percaya kalau Bella udah tinggalin kita, hati kecil gue berkata kalau Bella masih ada"


Alvaro tak menjawab dia membuka topengnya dan segera mengusap air matanya, lalu kembali memakai topengnya kembali, " Kita harus berusaha cari Bella gak mungkin kita diem aja, tapi kita juga harus kuliah apalagi papih gue suruh gue untuk kuliah dulu jadi gue gak bisa cari Bella dulu, sebenarnya gue pengen banget cari dulu Bella, gue pengen dia ada kembali dalam kehidupan gue Ki "


"Ya gue juga, maka dari itu kita harus cepet cepet selesaikan kuliah biar bisa cepet cepet cari keberadaan Bella, kita harus temuin dia , kita pasti bisa temuin dia "


Sedangkan Sani yang melihat kedua orang itu sedang bersedih, lebih baik mundur terlebih dahulu dari pada menganggu mereka yang sedang bersedih, Sani keluar dari dalam ruangan aula dan diam didepan taman sekolah, apakah semua ini terjadi karenya, apa ini kesalahannya.


Entahlah dirinya harus menyalahkan siapa, setelah dirinya masuk kedalam kehidupan Alvaro semuanya berantakan, seharusnya dirinya tak pernah masuk dalam kehidupan Alvaro, Sani yang sedang menunduk ada sepasang kali segera mendongakan kepalanya dan melihat siapa itu ternyata suaminya ada disini.

__ADS_1


"Bee kamu ngapain "


"Temenin istri aku yang dari tadi murung terus, aku pasti akan selalu ada dimana pun kamu ada, ya meskipun harus ngumpet ngumpet yang terpenting aku bisa selalu liat kamu "


Sani langsung memeluk suaminya itu " bee apakah kematian Bella karena aku "


"Kenapa kamu jadi salahin diri kamu sendiri itu bukan salahmu sayang, itu sudah takdir "


"Ya tetep aja kalau aku misalnya nggak ada sama Alvaro mungkin Bella sekarang masih ada ya masih ada di samping Alvaro, mungkin Alvaro dan juga Bella nggak akan pernah ada masalah Bee"


"Udah semua itu sudah terjadi, itu adalah jalan Bella dari Tuhan maka kamu tidak bisa menyalahkan dirimu sendiri itu sudah jalannya Bela maka kamu tidak berhak untuk menyalahkan dirimu sendiri, mungkin Bella dan Alvaro memang sudah harus mengakhiri hubungannya dan itu jalannya Bela harus meninggal juga. Sudah jangan memikirkan itu orang yang tidak ada jangan terlalu dipikirkan terus-menerus kasihan dia, Dia juga pasti ingin tenang kan,"


"Kalau Al tau "


"Sudah ayo kita masuk kau harus menikmati pesta ini, aku akan mengawasi mu sayang, aku akan selalu ada disampingmu sayang ku "


Sena segera membawa Sani masuk, memang dirinya sengaja datang kemari untuk selalu mengawasi istrinya, jangan sampai istrinya di pepet oleh laki laki lain, jangan sampai terjadi pokoknya dirinya tak akan pernah rela kalau itu sampai terjadi.


**


Sedangkan Mira sendiri dia sedang ada diruangan sebelah yang memang disana sumber listrik menyala, Mira dengan cepat memutuskan kabel dan membawa pisau, dirinya sudah sangat kesal pada Sani, dirinya pasti akan menemukan Sani dan membuat Sani menghilang dari muka bumi ini.

__ADS_1


Mira kembali ke pesta dan begitu gelap tapi dirinya tahu mana Sani dan bukan semua orang berhamburan keluar dan para panitia juga berhamburan keluar, memeriksa ini itu, acara baru saja dimulai masa sudah mati listrik.


"Dimana Sani " tanya Alvaro


"Tadi dia ada kok Al " ucap Arzan


"Tapi sekarang dia gak ada, ayo cepetan cari kita berpencar kayaknya bakal ada kejadian gak baik deh, ayo cepet cari dia jangan sampai kita kehilangan Sani seperti kehilangan Bella"


Mereka berdua segera menganggukan kepalanya dan segera pergi berpencar untuk mencari Sani, sedangkan Sani sendiri masih bersama suaminya dia terus saja berpegangan pada suaminya "kita pulang aja ya sayang, kayaknya gak akan bener biar nanti dirumah hubungin Alvaro"


"Tapi Bee kita harus cari Alvaro dulu pasti dia akan cari kita "


"Yaudah yu kita cari "


Mereka berdua kembali berjalan di kegelapan sedangkan Mira sendiri dia sudah menemukan Sani, tapi dengan siapa dia, laki laki yang disampingnya siapa, perawakannya seperti Alvaro tapi bukan.


Tapi karena Mira sudah digelapkan oleh amarah dan rasa bencinya pada Sani dia terus saja menghampiri Sani yang berjalan sambil digandeng itu.


Perlahan namun pasti Mira mendekati Sani, terus saja dia mendekat Sani dan pisau itu sudah mengacung dan akan mendarat dipunggung Sani, Mira yang sudah menghitung segera menancapkan pisau itu pada Sani.


Mira yang kaget hanya diam sedangkan orang yang sudah dirinya tusuk diam "beee "

__ADS_1


__ADS_2