Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Mending makan siang


__ADS_3

"Gimana kak Fatimah Sani ada di dalam kan tadi kok aku nggak lihat dia ya "


"Sani nggak ada di dalam Alvaro"


"Beneran kak"


"Iya beneran Alvaro Sani gak ada "


"Mana dia lagi Ayo Ki Zan kita cari dulu"


"Gak dulu deh, gue disini aja ya sama kak Fatimah kalian aja yang cari Sani gak apa apakan "


"Huuh dasar ya " ucap Arzan


Mereka berdua segera pergi dan Rizki langsung mendekati kak Fatimah, namun kak Fatimah langsung berjalan dan entah mau pergi kemana.


"Kakak mau ke mana kan Rizki mau bicara sama kakak kok tiba-tiba kakak pergi gitu aja, emang kakak nggak mau ya bicara sama Rizki"


"Kamu tuh mau bicara apa lagi sama saya, kayaknya udah nggak ada yang perlu kamu bicarain lagi deh pasti pertanyaan kamu tuh yang itu-itu aja dan kamu juga pasti akan tahu jawabannya apa"


"Ya tapi kan kak kita jarang ketemu dan kakak juga kalau aku WhatsApp atau DM nggak pernah bales, padahal kan aku pengen ketemu sama kakak ya ngobrol-ngobrol gitu, emangnya kakak nggak mau ya di deketin sama aku"


"Nggak mau mending kamu fokus aja sekolah kamu itu kan mau kuliah mending fokus kuliah jangan ngejar-ngejar perempuan yang umurnya di atas kamu nanti juga di tempat kuliahan kamu akan dapat perempuan yang sama dan sebanding sama kamu deh, mending sekarang kamu pikirin diri sendiri aja ya "


Fatimah segera berjalan kembali namun tangannya dipegang begitu erat, "ada apa lagi Rizki mending kamu bantuin temen-temen kamu buat cari Sani "


"Tapi aku tuh mau ngobrol sama kak Fatimah, aku udah bilang kan udah lama kita nggak ketemu mau gimanapun kakak nolak aku, aku tetap akan suka sama kak Fatimah dan bagaimanapun kakak bicara kayak gitu suruh cari lagi perempuan nanti aku di tempat kuliah aku akan tetap suka sama kak Fatimah"


"Terserah kamu aja lah "


Fatimah melepaskan pegangan tangan itu dan berjalan kembali, dan Rizki terus saja mengikutinya dari belakang, Fatimah sama sekali tak menghiraukannya biarkan sajalah.


**


Sani terus saja berjalan, dirinya kesal sekali terus saja dituduh padahal tak salah, "ih nggak bawa tas lagi terus sekarang mau ke mana pulang ke rumah kontrakan atau ke mana ya"

__ADS_1


Sani menggodok kantong bajunya ternyata ada uang " mending makan siang deh, daripada mikirin Mira mending makan siang aja deh, tadi kan aku udah lakuin yang menurut aku benar daripada aku dituduh mending aku lakuin aja sama Mira, biarin deh mau gimana nanti sekolah mau ngeluarin aku, aku udah lulus mau nggak dikasih ijazah ya udah sih nggak apa-apa biarin aja kesel aku nggak bisa diinjak-injak terus kayak gini aku juga manusia kali"


Sani menyebrang dan memesan ayam geprek ekstra pedas dan juga es teh manis, Sani hanya diam sambil melihat lihat kearah luar, saat melihat ponselnya ada beberapa panggilan dari Alvaro dengan cepat Sani menelfon balik Alvaro.


"Kamu di mana San"


"Ini aku di ayam geprek yang biasa aku lagi makan siang"


"Kok kamu tiba-tiba pergi gitu aja sih dari sekolah"


"Mau apa lagi sih disekolah, aku juga males percuma aku ceritain yang sebenarnya mereka nggak percaya lebih baik aku pergi aja dari sekolah dan aku juga tadi beneran jedotin kepala Mira kesel banget soalnya aku terus aja dituduh, aku udah bicara sejujur-jujurnya tapi mereka nggak percaya makanya udah aku pergi aja dan sekarang mau makan siang. Mau apapun keputusan mereka ya udah sih aku nggak peduli Al"


"Apa kamu jedotin Mira, bagus sih daripada nggak didengar ya udah kamu lakuin apa yang menurut mereka bener dan mereka tuduh. Ya udah aku nyusul ke sana sekarang jangan kemana-mana"


"Iya Al "


Sani kembali fokus melamun dan melihat sekitar yang sepi tak lama kemudian makanannya datang, dengan lahap Sani segera memakannya, enak sekali lagi kesel kesel gini makan ayam geprek uhh enak banget.


"Kok ditinggalin sih makannya "


"Ok deh "


Alvaro dan juga Arzan segera memesan, dan Sani diam menunggu pesanan mereka " Rizkinya mana "


"Biasalah kalau ada kak Fatimah dia nggak akan bisa ikut sama kita" ucap Alvaro


"Kak Fatimah kenapa tiba-tiba ada kak Fatimah"


"Ya kan ada papi tadi aku telepon papi suruh urusin masalah kamu sih, nggak papa kali ya papi yang ngurus aja ya itung-itung papih wali kamu karena nggak mungkin juga telepon omah nanti di sana yang ada oma bisa ceramah dan beresnya itu berjam-jam lebih baik papi aja yang datang ke sana"


"Hah apa "


"Kenapa San sama aja kan "


Sani mengangguk anggukan kepalanya, bagaimana suaminya yang datang ke sekolah kenapa Alvaro tidak memberitahunya, pasti akan menjadi masalah besar saat om Sena dengar kalau aku juga menjedotkan kepala Mera di sana pasti dia akan marah ah ya ampun bagaimana ini.

__ADS_1


"Kenapa jadi pucat San " tanya Alvaro kembali


"Engga aku cuman takut aja nanti papih kamu marah "


"Gak akan tenang aja, papih pasti akan bereskan semaunya, akhirnya makanan ku datang, ayo makan makan "


Sani kembali melahap makanannya dengan kedua temannya, dia memang masih memikirkan bagaimana situasi disekolah tapi biarlah mau bagaimana lagi terlanjur kan dirinya sudah ada disini, gak mungkin kan kembali lagi ke sekolah.


***


"Kak mau makan apa lagi biar aku pesenin "


"Nggak usah saya bisa pesan sendiri. Lebih baik kamu pesen aja buat diri kamu sendiri. Saya lagi makan Ki tolong ya jangan berisik. Saya belum makan siang nih"


"Iya maka dari itu biar aku pesenin kak Fatimah kan belum makan jadi aku pesenin kakak tinggal diem dan nikmatin aja mau apa lagi, biar aku pesenin aja sekalian nanti aku juga jajan buat aku"


"Emm gak usah saya bisa sendiri "


Fatimah kembali memakan baksonya dengan Rizki yang masih merecokinya. Sudahlah biarkan saja anggap saja radio butut daripada terus saja berbicara dengannya yang ada makanannya tak akan beres takutnya nanti tuannya sudah beres dengan urusannya bisa kacau perutnya belum diisi nanti.


"Kak Fatimah itu cantik banget tau, sampai sampai aku terpesona kakak tunggu aku sampai sukses ya aku pasti akan nikahin kakak "


"Gak berminat saja tunggu kamu selama itu"


"Yah kok gitu sih kak"


"Mana ada yang mau nunggu selama itu "


Fatimah kembali memakan baksonya dan pergi dari hadapan Rizki " kak mau kemana "


"Ke kamar mandi apa mau ikut " .


"Ikut dong kak "


"Terserah "

__ADS_1


"Yesss"


__ADS_2