Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Mira mulai berulah lagi


__ADS_3

Bella yang akan masuk ke ruangan Rizki ditahan tangannya, Bella hanya bisa menghembuskan nafasnya saat melihat siapa yang menahan tangannya neneknya Alvaro lambat laun dirinya akan dilabrak juga kan dan benar saja apa yang sudah dirinya pikirkan terjadi juga.


Disini dirumah sakit dirinya dilabrak hebat sekali kan dirinya dilabrak disini, semoga saja tak ada yang mendengar dan juga dirinya tak emosi, kalau sampai dirinya emosi habislah semuanya tak akan ada yang tersisa nantinya "


"Ada apa Oma bagaimana apakah omah baik-baik saja apakah kabar omah baik apakah Oma sehat, pasti sehat kan gak mungkin enggak " basa basi Bella


Bukannya menjawab omahnya Alvaro malah langsung to the point berbicara pada Bella " tak usah banyak basa basi, kamu punya hubungan apa sama Alvaro. Bukannya kamu mau nikah ya sama mantan suami kamu sama ayah anak yang kamu kandung lalu kenapa kamu pacaran sama Alvaro, apakah kamu mau mempermainkan dua hati laki-laki sampai-sampai melakukan itu kamu jangan maruk lebih baik kamu tinggalkan Alvaro jangan mengejarnya juga kalau sudah satu laki-laki ya sudah jangan dua sekaligus, kau ini ya tak tahu diri sekali "


"Oh jadi tadi oma ya yang mengintip seharusnya omah tuh ngintipnya agak dekat lagi, biar bisa dengar kata-kata aku dan nggak salah paham kayak gini, kamu ini udah salah paham makanya kalau lagi nguping tuh jangan setengah-setengah Oma, kalau mau langsung aja labrak aku didepan Alvaro atau enggak langsung diam aja gitu di pinggir Alvaro kan dia cucu Oma kenapa harus intip intip juga aneh banget deh omah "


"Kamu ya malah berkata seperti ini, kamu ini kenapa saya bertanya kamu jangan maruk ingin laki-laki dua sekaligus, jika ingin mantan suamimu ya sana dan jangan sampai kau menghancurkan masa depan cucuku karena sampai kapanpun aku tidak akan menerima kau dalam keluargaku, apalagi dengan anak yang sekarang kau kandung "sambil menunjuk perut Bella yang besar


"Aku tidak pernah berharap untuk bisa bersama Alvaro, aku sama sekali tidak pernah berharap tapi cucumu yang berharap untuk hidup bersamaku, seharusnya kau beritahu cucumu kalau aku ini akan menikah dengan mantan suamiku ayah anak-anakku ini, beritahu dia pelan-pelan kalau dia tidak cocok denganku karena aku pun merasa tidak cocok dengan Alvaro dengan adanya dirimu rumah tanggaku akan hancur, jadi kau sebelum melabrak aku berbicaralah dulu dengan cucumu itu jangan langsung berbicara padaku, tak baik ah "


"Mentang-mentang mau jadi orang kaya kau berani pada aku, berbicara seperti itu tak usah kau suruh aku akan berbicara dengan cucuku sendiri untung saja cucuku tak jadi denganmu, kalau tidak dia sudah terpengaruh dan bisa-bisa membantah setiap kata-kataku, tapi sekarang juga dia sudah membantah kata-kataku. Seharusnya dari awal aku melarang dia untuk berpacaran denganmu, karena bersamamu dia akan rusak dan benar saja kan dia rusak bersamamu Bella, kau ini sungguh membuat keluargaku hancur. Kau ini memang tidak tahu diri dari pertama kau hilang kau sudah membuat cucuku kelimpungan mencarimu ke sana kemari dan saat kau sudah ada kau malah menyusahkan cucuku juga kenapa kau harus kembali seharusnya kau sudah diam saja bersama laki-laki itu mungkin cucuku sekarang Sudah melupakanmu dan bersama perempuan lain"


"Ini adalah hidupku bukan hidupmu, jadi kau tidak bisa mengaturku, kau tidak bisa mengaturku ingin pulang atau tidak. Memangnya negara ini punyamu bukan kan jadi aku bebas untuk pulang kemari dan untuk hidup di sini kalau begitu kau bawa saja cuci mu ke planet lain agar tidak bertemu denganku, sekalian saja kau buat dia menikah dengan alien-alien di sana aku yakin dia akan sangat bahagia dan kau juga akan sangat bahagia karena tidak ada aku di planet itu"


"Kau ya "


Saat Omanya Alvaro akan menamparnya Bella langsung memegang tangan itu, enak saja pipi mulusnya akan ditampar " kau tidak bisa melakukan kekerasan seperti ini, aku bukanlah perempuan yang bisa kau lumpuhkan, kau ini sudah tua seharusnya ikat umur bukannya seperti ini, apakah kau tak cape memisahkan kebagian orang lain, jika kau sampai menamparku aku tak akan segan segan akan menamparmu juga, aku berani padamu tak usah takut, aku sama sekali tak akan takut, kau ini harusnya sekarang diam dirumah, tiduran minum teh bukannya melabrak seperti ini, seperti anak muda saja apakah kau merasa kalau dirimu ini anak muda ya "


Bella langsung masuk kedalam ruangannya Rizki tak lupa dirinya menahannya mengunakan kursi, jangan sampai dia tahu, jangan sampai nenek itu masuk.


"Kenapa pintunya ditahan ada apa Bell apakah ada orang jahat diluar sana "


"Ada nenek lampir di luar tadi labrak aku loh, gila banget kan dia tadi nguping pembicaraan aku sama Alvaro dan dia juga ada di sini nggak tahu kenapa dia ada di sini mungkin ngikutin cucunya parah banget ya neneknya Alvaro, dia itu kenapa coba ikut campur terus saja "


"Dia ada disini"


"Iya dia ada di sini makanya nyebelin banget kan udah lah aku juga males ketemu sama dia, aku juga tadi lawan karena dia karena bicara kemana aja sama aku, aku nggak bisa ya diinjek-injek kayak gitu makanya aku lawan aja nggak peduli dia mau tua ataupun muda, karena kata-kata dia tuh nggak mencerminkan usianya nggak mencerminkan orang tua yang seharusnya dia tuh dihormati tapi itu nggak mencerminkan sama sekali, Sani juga mau maunya punya ibu mertua kayak gitu untuk aja dia kuat kalau engga gimana coba parah banget kan "


Bella duduk dan mengusap perutnya, Bella menahan emosinya agar tak meledak ledak jangan sampai semuanya tersalurkan jangan sampai kemarahannya keluar, dirinya harus bisa menguasai amarahnya.

__ADS_1


"Ya udah sabar aja kamu nggak diapa-apain kan nggak di tampar ataupun di jambak atau gimana gitu Bella "


"Engga karena aku tahan tangannya, aku sama sekali gak mau di sakitin sama dia, enak aja dia tampar tampar aku"


"Bagus deh bagus "


"Geser dong Ki , aku mau tiduran nih,"


"Yaelah kan aku yang sakit masa kamu yang tidur sih, gak banget deh Bella "


"Mau ditungguin nggak kalau nggak ya udah"


"Oke oke deh"


Rizky dengan tertatih tatih pindah ke arah sofa panjang dan Bella langsung berbaring sambil mengusap perutnya "nah kayak gini enak kan Ki perut aku enak nggak ketekan gitu, kalau duduk tuh pegel banget aku tapi kalau tiduran juga pegel jadi serba salah gimana ya, mau nggak sih Ki kamu gantiin aku buat mengandung Ki aku bayar deh"


"Ya emang apa coba , kalau itu batu baru bisa dipindahin ini itu ada dalam perut masa harus dibuka dulu tuh dalam perut terus pindahin ke perut aku gitu, nggak akan pernah mungkin kamu ini suka ada-ada aja deh"


Bella malah tertawa dan menutup kedua bola matanya hari ini dirinya akan tidur dengan lelap dan bermimpi indah pasti dirinya akan sangat bahagia.


"Kau apa lebih tega melihat aku yang kesakitan tidur di sofa itu mengalah lah, aku tidak akan lama aku hanya ingin membaringkan tubuhku dan tidur sebentar aku tidak akan lama-lama kau tenang saja Ki oke"


Bella membenarkan selimut dan segera tertidur.


"


**


"Mami kenapa ada di sini aku dari tadi mencari mami, ternyata mamih disini "


"Maami lagi melihat Bella dan dia sedang mengobrol dengan Alvaro mereka itu pacaran, mami harus mencegah semua itu mana mungkin Alvaro menikah dengan Bella yang jelas-jelas dia bukan perempuan baik-baik dia aja hamil kan, terus bisa aja kan itu bukan anak dari laki laki yang akan nikah sama dia "


"Ya sudah nanti kita bicarakan dengan Alvaro jangan seperti itu mami tidak baik kalau misalnya melabrak Bella, dia juga kan punya hati apalagi Bella kan mau nikah malahan pernikahannya udah disiarin di mana-mana kan kita nggak usah takut kalau Bella akan sama Alvaro, semuanya pasti akan baik-baik aja Oma tinggal bicara aja sama Alvaro dengan baik-baik nggak usah nyudutin Alvaro ataupun Bella"

__ADS_1


"Ya tetap aja mami itu kesel Bella itu mulutnya kasar banget sampai-sampai kata-kata yang mami bicarain dia jawab nggak ada yang nggak dia jawab, dia itu kasar Untung aja kan Alvaro nggak sama Bella kalau iya sama Bella udah hancur tuh masa depan Alvaro. Gimana udah baik-baik aja kan perutnya nggak apa-apa San semuanya baik baik aja kan "


"Semuanya baik-baik aja mamih dan lancar-lancar aja udah yuk kita pulang sekarang lebih baik mamih istirahat ya, jangan banyak fikiran kayak gini "


"Hemm ya ayo pulang "


Sani dengan cepat membawa pulang, karena kalau terus di sini mertuanya ini pasti akan terus mewanti-wanti Bella itu tidak baik kasihan Bella.


***


"Duduk kau"


"Maaf saya harus bekerja ada apa, apa ada yang bisa saya bantu"


"Kubilang duduk atau kau ingin aku bilang pada atasanmu kalau kau tidak bekerja dengan becus, ayo cepat duduk apa kau tak punya pantat "


Anggia dengan pasrah dia duduk dan menghadap ke arah perempuan itu Mira temannya dari Sani, dirinya tahu Mira karena sering ke rumah waktu dulu tapi tak pernah tegur sapa atau berbicara seperti ini.


"Biar ku beritahu dari sekarang ya Arzan itu pacarku kau itu jadi selingkuhannya apakah kau tidak malu jadi selingkuhan Arzan, apakah kau tidak mengeceknya terlebih dahulu sebelum berpacaran dengan Arzan apakah dia mempunyai pasangan atau tidak kau ini terlalu bodoh atau emang ingin menjadi perebut pacar orang hah"


"Maksudmu apa Mira, Arzan pacarmu sejak kapan yang aku tahu Arzan tidak punya hubungan dengan siapa-siapa, termasuk dirimu dan katamu aku harus mengeceknya sudah aku sudah mengecek semuanya kalau Arzan itu memang tidak mempunyai pacar, bahkan aku sudah bertanya pada Sani apakah Arzan mempunyai pacar atau tidak aku juga berpikir dua kali sebelum didekati oleh laki-laki, aku pasti akan bertanya menyelidikinya dulu apakah dia benar-benar single atau sudah mempunyai pacar"


"Sani tidak akan pernah tahu aku dan juga Arzan LDR aku sekolah di Jepang dan dia di sini, makanya tidak ada yang tahu kami ini punya hubungan spesial kami ini sudah berpacaran sejak lama bahkan sebelum ada dirimu kami sudah berpacaran dari kami masih sekolah, kami pacaran jadi kamu jangan rebut pacarku ya, apakah kau ingin aku viralkan karena telah merebut pacarku Arzan, kami memang tidak mengumbar kemesraan dan mengupload foto kami , kami hanya ingin merahasiakan hubungan ini tapi setelah aku dengar kau punya hubungan dengan Arzan, sungguh aku tidak menyangka kalau kau akan menjadi perebut pacar orang. Lebih baik kau mundur jangan terus maju apakah kau tidak malu, kau ini orang miskin kau tidak akan pernah sanggup menjadi menantu orang kaya yang ada kau akan diinjak-injak nantinya, lebih baik kau mundur atau aku akan membuat kau keluar dari pekerjaanmu ini karena kau sudah merebut pacarku."


"Aku ingin bukti mana buktinya apakah kau sering berteleponan dengan Arzan atau saling kirim pesan, aku ingin melihat semua itu baru aku percaya kalau kalian punya hubungan dan aku juga ingin tahu foto kalian berdua dan kedekatan orang tua kalian berdua, aku ingin tahu bukannya hubungan kalian sudah lama berarti orang tua kalian pun sudah tahu kan"


"Kau tidak usah tahu itu privasi orang lain itu termasuk privasi jadi kau tidak boleh tahu yang harus perlu kau ketahui itu adalah aku adalah pacarnya Arzan dan sampai kapanpun aku akan tetap menjadi pacarnya Arzan, jadi kau jangan macam-macam kau ini hanya orang biasa kau !tidak cocok bersamanya. Sudah aku bilang kan tadi jauhi Arzan dan putus dengannya atau aku akan melakukan sesuatu pada keluargamu aku tidak akan pernah rela Arzan bersamamu, dia adalah milikku"


"Keluargaku yang mana kau akan mengancamku dengan siapa, memangnya kau tahu ibuku di mana ayahku di mana tidak kan, kau jangan semena-mena mentang mentang kau orang kaya kau berani seperti ini padaku, aku hanya ingi bukti kalau kau mempunyai hubungan dengan Arzan baru setelah itu aku tahu dan melihat buktinya sendiri aku akan mundur aku bukan perempuan yang tiba-tiba saja percaya pada orang lain, apalagi dirimu Mira kau itu sudah menghianati Sani, aku tahu kau dan aku tahu pengkhianatan apa saja yang telah kau lakukan pada saat itu, jadi aku tidak akan pernah mudah untuk kau kelabui jika kamu punya bukti aku akan putus dengan Arzan dan kalau perlu kita bertemu bertiga aku lebih baik seperti itu kita bertemu saja bertiga bagaimana aku akan menelpon Arzan untuk dia datang kemari dan berbicara bersama-sama"


Mira membuang muka dan menatap jalanan "tak usah aku ingin kau langsung saja putus dengan Arzan karena aku tidak mau berbicara langsung dengan kau Arzan dan diriku karena itu akan membuatku sakit hati, lebih baik sekarang saja kau akhiri hubungan itu di depanku"


"Terima kasih atas tawaranmu, tapi aku tidak akan pernah melakukan itu karena kau bukan siapa-siapa aku. Kau itu hanya orang asing kau tidak punya bukti jangan datang padaku tanpa bukti aku tidak akan pernah percaya, kau itu wanita licik dan sampai kapanpun kau tidak akan pernah berubah silakan nikmati minuman anda dan saya akan bekerja lagi jangan sampai kau di sini gila karena memikirkan pacar orang lain"

__ADS_1


Anggia pergi dan membawa nampannya namun baru juga beberapa langkah rambutnya basah.


__ADS_2