Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Tiba tiba ingat dan khawatir


__ADS_3

"San kayaknya hari ini gue nggak bisa kerja kelompok lo langsung aja pergi ke tempat kerja ya, gue ada latihan basket nih nanti besok lah gue kabarin lagi pokoknya kita selesaiin satu hari beres ya, jadwal gue ini padat banget nih "


"Iya deh aku ikutin kamu aja baiknya gimana, kalau emang mau besok ya besok aja nggak papa yang penting kan tugas kita nanti beres ya, yang semangat main basketnya"


"Ok siap San gue duluan "


"Iya "


Alvaro langsung pergi dari dalam kelas yang lain juga sama sudah pergi tak ada yang dikelas lagi, saat Sani akan keluar tiba tiba saja Rizki dan juga Bella mendorongnya masuk kedalam kelas lagi, sampai sampai Sani terjatuh.


Dia langsung bangkit dan menatap Bella " kamu apa-apa sih bell tiba-tiba dorong dorong aku, emangnya aku punya salah apa sama kamu sampai sampai kamu lakuin itu"


"Lo masih nggak sadar dengan apa yang lo lakuin, lo masih mau ngelak ya tentang lo yang dekat-dekat sama pacar orang, lo tuh udah terlalu dekat sama Alvaro sampai-sampai Alvaro nggak ada waktu buat gue, bisa nggak sih lo jangan jadi cewek gatel"


"Apaan sih siapa yang jadi cewek gatel, aku tuh satu kelompok sama Alvaro kita itu dekat cuman karena tugas aja nggak ada maksud apa-apa kok, aku sama sekali nggak ada maksud mau deketin Alvaro, aku juga kalau nggak satu kelompok sama Alvaro nggak akan deket kayak gini, aku juga udah bilang kan beberapa kali sama anak-anak kalau emang nggak suka sama aku nggak suka aku satu kelompok sama Alvaro, protes aja sama gurunya kenapa selalu bikin aku sama Alvaro satu kelompok jangan salahin aku dong"


"Sekarang lo udah mulai ngelunjak ya, sekarang udah mulai Jawab dulu aja sebelum deket sama Alvaro lu nggak pernah jawab, lo hanya diam aja nunduk dan sekarang lo udah punya kuasa ya makanya lo bisa jawab kayak gini. Gue tahu lo itu bukan cewek baik-baik jadi lo jauhin Alvaro" sambil mendorong bahu Sani.


"Cepetan Bell jangan lama lama gue mau latihan "


Dan tanpa Sani sadari Bella langsung menjambak rambut Sani dan menjedotkan kepala Sani ketembok beberapa kali, sedangkan Sani sama sekali tak melawan karena kepalanya sudah pusing dan badannya lemas.


Sani pingsan tergeletak gitu aja "Bell lo gila ya ngapain sih lo jedotin kepalanya ke tembok berapa kali, liat itu berdarah loh kepalanya"


"Bodo amat udah ayo cepetan keluar kunci pintunya lebih baik dia mati aja, dari pada hidup ganggu hubungan gue sama Alvaro cepetan kunci pintunya"


"Kita harus bawa dia ke rumah sakit kalau misalnya ada saksi mata gimana jangan macam-macam deh Bell kalau dia mati gimana kita yang digentayangin"

__ADS_1


"Berisik ah sini sama gue aja dikuncinya "


Bella langsung merebut kuncinya dan mengunci kelasnya " udah gue mau balik dulu, ko main aja sana main basket awas lo jangan bilang sama siapa-siapa dan awas aja kalau lo sampai bocorin semua rahasia ini, gue nggak akan segan-segan bilang kalau lo yang lakuin ini"


"Parah lo Bel cuman karena cinta lo bisa kayak gini. Gue kira lo cuman mau kasih dia pelajaran dengan omongan aja tapi kalau dengan kekerasan gila banget tahu nggak sih, kalau dia beneran mati kita dipenjara tahu nggak kita ini masih sekolah"


"Tenang aja itu semua udah urusan gue, kalau ada apa-apa gue yang tanggung jawab. Udah sana lo latihan aja deh jangan banyak ngomong"


Rizki tanpa banyak bicara segera pergi meninggalkan Bella, dia tak habis fikir dengan sahabatnya itu dia bisa melakukan ini semua karena cinta saja.


"Mampus mati lo Sani gue senang banget loh terluka kayak gitu, gue adalah orang pertama yang akan senang dengan keadaan lo "


Bella langsung meninggalkan kelas dengan hati yang senang, akhirnya apa yang dirinya mau terlaksana juga, semoga saya Sani benar benar mati agar tak ada yang mengetahuinya.


**


Sena yang baru saja sampai di bandara entah kenapa tiba tiba ingat terus pada Sani, tapi ini ingatnya karena khawatir dengan keadaan Sani, dirinya sekarang mau pulang ke indonesia.


"Kamu ke mana sih kamu gak angkat telpon saya, lagi sibuk banget ya sampai kamu nggak bisa angkat"


Wajah Sena sudah sangat murung dan dirinya sudah tak bisa diam, terus saja Sena menghubungi Sani sampai masuk kedalam pesawat.


"San angkat jangan buat saya khawatir "


Tiba tiba ada pramugari yang menegurnya dengan kesal Sena langsung mematikan ponselnya dan menyimpannya disakunya.


"Siapa tuh Sen cantik juga tapi kayaknya masih kecil deh"

__ADS_1


"Calon pendamping aku di masa tua"


"Berapa umurnya kayaknya masih kecil deh ada nggak sih 17 tahunan gitu karena mukanya imut banget lucu, manis lagi tapi cantik juga sih lengkap sih ini mah "


"Ya maka dari itu aku suka sama dia, bener banget tebakanmu dia baru juga 17 tahun dan teman sekolah anak Alvaro"


"Nggak salah beda banget dong jauhnya nggak salah kan Sena kamu nggak jadi pedofil kan"


"Ya nggaklah nggak salah, emang bener kok, ya gimana lagi kalau udah sayang udah cinta mau umur berapapun sulit kan yang penting mau sama mau kan"


"Iya juga ya, gak apa apa deh, kamu juga masih ganteng dan gak keliatan tua kok, kalian berdua cocok kok, anaknya manis banget sih, kapan kapan boleh ya ketemu "


"Iya tapi jangan bicara macam-macam soalnya aku belum menyatakan perasaan sama dia"


"Kenapa bukannya dari sekarang gimana kalau dia pacaran sama temen sekelasnya"


"Tinggal rebut aja kalau dia pacaran sama teman sekelasnya, masalahnya Alvaro nggak mau Sani jadi Ibunya, Ibu sambungnya mereka itu teman ,teman satu kelas"


"Sepertinya akan sulit deh "


"Pasti aku harus membuat Alvaro menerima dulu Sani baru aku bisa menyatakan semuanya padanya"


"Ya lama dong mending dari sekarang aja hubungannya nanti juga Alvaro terima kok. Pokoknya semangat ya semoga kalian jodoh karena anaknya kayaknya baik deh manis banget lucu lagi, pokoknya kalau ketemu pengen cubit pipinya mulus banget"


"Janganlah jangan cubit pipinya ah, akan aku coba saran mu "


"Oke aku akan senang saat melihat kalian bersama, "

__ADS_1


"Terimakasih "


Sena langsung melihat kearah jendela dan masih masih memkirkan keadaan Sani, rasannya ingin sekali cepat cepat pulang dan temui Sani.


__ADS_2