Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Cemburu


__ADS_3

Alvaro dan juga Sena berpelukan, sekarang mereka sedang ada di bandara, Alvaro harus pergi sekarang dan ini perpisahan dirinya dengan ayahnya.


"Kamu di sana hati-hati Alvaro kalau ada apa-apa kamu hubungin papi, pokoknya kamu harus selalu hubungin papi ya, kalau butuh apa-apa pun menghubungi papi ingat ya nak, jangan segan segan untuk meminta apa apa pada papih "


"Iya pasti pih, aku pasti akan selalu hubungin papih, aku pasti akan telfon papih kalau ada apa apa, gak mungkin aku gak hubungin papih"


Setelah berpamitan pada semua keluarganya Alvaro beralih pada Sani yang masih saja diam sambil menyusut air matanya.


Alvaro mengusap wajah Sani, dan tersenyum padanya "makasih selama ini kamu udah maafin aku Sani, udah mau maafin semua kesalahan aku yang udah sangat fatal sama kamu, makasih atas pertemanan yang kita lalui aku banyak belajar dari kamu San dan aku juga senang bisa berteman sama kamu mungkin aku nggak akan pulang beberapa tahun ini. Tapi aku minta kamu selalu jaga diri kamu ya aku pasti akan selalu hubungin kamu kok, aku akan selalu kasih kabar buat kamu "


Sani kembali menangis dan Alvaro memeluknya dengan erat "Aku juga senang udah bisa berteman sama kamu Alvaro, aku juga banyak belajar dari kamu pokoknya kita harus terus bertemannya apapun alasannya kita harus sama-sama terus ya kamu jangan benci aku suatu saat nanti "


"Emangnya kamu lakuin apa sampai sampai aku benci sama kamu, emang ada yang kamu lakukan "


Sani melepaskan pelukannya dengan memegang tangan Alvaro "pokoknya suatu saat bila aku melakukan kesalahan yang begitu besar tolong kamu maafkan aku, tolong kamu terima aku ya. Aku nggak mau pertemanan kita hancur karena satu masalah aja, aku minta tolong sama kamu Alvaro aku minta tolong kamu jangan marah sama aku, kamu jangan benci lagi sama aku karena aku nggak bisa kalau misalnya kamu benci sama aku"


Alvaro makin binggung apa yang dibicarakan oleh Sani ini, kenapa Sani berbicara seperti ini, Alvaro masih saja diam " masalah apa kamu bisa cerita sama aku sekarang"


"Ini belum waktunya Al ini belum waktunya, kamu tahu aku nggak bisa bilang sekarang sama kamu, intinya aku mohon sama kamu suatu saat bila semua ini kamu ketahui kamu jangan marah sama aku, kamu jangan benci aku ya, kita harus selalu berteman, saat nanti waktunya sudah pas pasti aku akan bicara "

__ADS_1


Alvaro yang tak mau membuat fikiran Sani makin banyak akhirnya menganggukkan kepalanya "Iya aku janji suatu saat jika ada masalah besar dan itu sangat menyakitkan bagiku dan yang berbuat adalah dirimu Sani, aku akan mencoba ikhlas dan menerima semuanya"


Sani langsung memeluk Alvaro dengan erat dan senang dengan jawaban Alvaro, semoga saja apa yang Alvaro katakan benar kalau dia akan menerima Sani, kalau dia akan menerima pernikahan dirinya dan ayahnya.


Alvaro dan Sani mengakhiri pelukannya karena ada yang berdehem, " yaudah semuanya Alvaro sama Rizki pergi, kita pergi dulu ya kalian disini hati hati dan selalu baik baik aja ya disini"


Alvaro dan juga Rizki menyeret kopernya dan pergi sambil sesekali melihat kearah belakang.


**


Sani dan juga Sena sudah ada didalam mobil, Sena tak berbicara sama sekali pada Sani, Sani yang binggung segera menepuk bahu suaminya.


"Gimana enak nggak pelukan sama Alvaro"


"Apaan sih Bee, Alvaro itu kan anak kamu emangnya aku nggak boleh gitu pelukan sama Alvaro, dia juga temen aku kita juga nggak ada hubungan apa-apa kita cuma pelukan biasa aja buat perpisahan emangnya salah ya bee. Padahal aku nggak lakuin apa-apa loh"


"Ya tetep aja kalian tuh kayak pacaran kalian itu serasi banget tau nggak sih, kalian tuh benar-benar kayak lagi ldr-an aja gitu"


"Terus nanti kalau Alvaro udah tahu semuanya dan aku menjadi ibu tirinya apa kamu akan terus cemburu saat Alvaro dekat sama aku bee, kamu ini gimana sih padahal aku cuman deket sama anak kamu aja sama Alvaro itu juga nggak ada hubungan apa-apa dan Alvaro juga nggak suka sama aku. Dia masih berharap kalau Bella masih ada, dia masih berharap kalau Bella bisa kembali sama dia Bee "

__ADS_1


"Tetep aja aku nggak suka, "


Sani hanya tersenyum melihat kelakuanku suaminya, Sani memeluk tangan suaminya dan mendongakan kepalanya "tenang aja bee aku nggak akan mungkin selingkuh sama Alvaro, aku nggak akan pernah mungkin lukain hati kamu atau menduakan kamu, kamu akan selalu ada di hatiku dan menjadi nomor satu sampai kapanpun kamu tenang aja cintaku padamu tak akan tergantikan oleh siapapun meskipun oleh anak tiri yang gantengnya melebihi ayahnya"


"Sayangg kau ya, "


Sani malah tertawa dan mencubit pipi suaminya "sakit sayang"


"Ya makanya kamu jangan cemburuan kayak gitu, aku sama Alvaro tuh nggak ada hubungan apa-apa beneran deh aku nggak akan mungkin ada hubungan sama Alvaro, mungkin waktu itu kalau misalnya aku punya perasaan sama Alvaro aku nggak akan terima saat di jodohkan sama kamu saat Ayah minta kamu untuk nikahin aku "


Sena melihat sekilas dan mencium pipi Sani sekilas " iya iya aku gak akan cemburu sama alvaro, tapi kalau sama laki-laki lain aku akan cemburu aku nggak terima kamu dipeluk-peluk sama laki-laki lain kayak gitu ya, aku gak akan terima itu "


"Ya nggak akan mungkin lah bee, siapa juga yang mau peluk-peluk aku nggak ada, nggak akan ada yang mau peluk-peluk aku Bee, aku akan jaga diriku hatiku untuk kamu seorang "


"Besok kan kamu mulai kuliah sayang pasti bakal banyak laki-laki yang suka sama kam, kamu ini cantik kamu nggak percaya ya kalau kamu ini cantik banget pasti banyak laki-laki yang bakal suka sama kamu sayang "


"Kamu hanya perlu percaya padaku, aku akan selalu setia sama kamu meskipun di luar sana banyak laki-laki yang mengejarku, banyak laki-laki yang lebih tampan darimu banyak laki-laki yang lebih kaya darimu tapi aku tidak akan pernah berpaling darimu aku janji itu kau pegang kata-kataku itu, aku tak akan mungkin mengingkari janji janji ku "


Sena tersenyum senang, dirinya begitu senang mendengar kata kata istrinya yang menyejukkan hatinya, memang dirinya sangat takut, takut istrinya meninggalkan nya, takut dia memilih laki laki yang lebih muda, yang lebih fress.

__ADS_1


Karena dirinya sadar dirinya sudah tak muda lagi, sedangkan Sani dia masih muda.


__ADS_2