
Sani yang tak tahu harus melakukan apa, jalan kearah jendela dan melihat pemandangan diluar, begitu sejuk dan menyenangkan, tiba tiba saja ingatannya tertuju pada ayahnya.
"Ayah kapan kita bisa sama sama lagi, kenapa ayah gak mau tinggal sama aku, kenapa Ayah terus aja bertahan sama mereka. Kenapa emangnya aku nggak bisa ya urus ayah, padahal aku pengen tinggal sama ayah "
Sani melihat kearah langit yang begitu cerah dan melamunkan tentang kedua orang tuanya dan juga dirinya saat masih kecil begitu bahagia dan penuh canda tawa, namun saat mengigat kembali tentang ibunya wajahnya menjadi suram dan badannya menjadi lemas.
Sani dengan lunglai segera menghampiri tempat tidurnya, dan berbaring, melihat langit langit kamarnya dan tak terasa matanya tertutup dan tertidur.
**
"Jadi sekarang gimana rencananya, tetep mau ngejar mantan suami nih "
"Iya gimana lagi, aku mau sama dia lagi Sheila aku tuh pengen balik lagi sama Sena, enak aja waktu dulu aku miskin sama dia. Ya maksudnya aku temenin dia terus waktu dia kaya dia mau nikah sama perempuan lain nggak banget nggak deh aku akan tetap kejar dia"
"Ya ampun kamu kan yang tinggalin dia kalau aja kamu nggak pergi ninggalin Sena, mungkin semua ini nggak akan kayak gitu, kamu akan bahagia sama dia kalau kamu bisa bertahan cukup lama, kamu seharusnya tuh ya mikir Sena jadi miskin itu karena ya nikahin kamu karena orang tuanya gal restu sama kamu. Makanya Sena ninggalin semua harta yang diberikan oleh orang tuanya demi kamu tapi kamunya malah selingkuh sama cowok lain aneh banget ya, kalau aku ada di posisi kamu aku akan bertahan sama Sena "
Sonia memutar bola matanya dan bangkit dari kursi,"Sheila boleh nggak aku pinjam uang sama kamu, buat beli ponsel nih ponsel aku hancur boleh ya. Nanti aku ganti kok beneran aku ganti semuanya setelah aku punya uang pasti aku ganti"
Sheila menghembuskan nafasnnya dan menatap kearah Sonia "Ini udah pakai aja ponsel yang aku, aku ada cadangan kok kalau untuk pinjemin uang aku juga nggak ada, karena aku juga harus berhemat di sini, kamu tahu sendiri kan aku baru aja cerai sama suami aku dan aku juga kerja gajinya nggak seberapa. Bukannya aku pelit sama kamu Sonia tapi aku emang nggak punya uang lagi buat sehari-hari aja dan buat kontrakan juga ini. Gimana mau nggak karena aku juga nggak mau tergantung sama orang tua aku makanya aku ngontrak di sini dan aku enggak mau diremelin terus sama mereka kalau kamu mau ambil ini, kalau enggak ya udah karena ini yang aku punya" sambil mengberikan ponselnya.
__ADS_1
Sonia mengambil ponsel itu dan tersenyum pada Sheila " Iya nggak papa kok makasih Ini juga kamu udah pinjemin ponselnya dan aku juga nggak tahu sekarang Gea apa dia udah bongkar tentang aku yang suka mata-matain Sena atau enggak "
"Hah kenapa gitu "
"Ya aku berantem sama dia gara-gara dia terlalu cerewet ikut campur terus dia pergi dari rumah aku, ya aku juga sih yang usir dia makannya dia pergi, sekarang aku gak punya atm berjalan, diakan yang biasannya siapin kebutuhanku "
"Gila ya kamu usir dia dari rumah kamu , kamu tuh tergantung banget sama Gea, selama ini kan kamu sama dia semenjak uang kamu udah abis dipakai foya-foya, kamu tergantung sama Gea. Udahlah mending kamu balik aja sama suami kamu daripada sekarang ngejar Sena yang nggak mungkin kamu bisa gapai dia belum tentu mau lagi sama kamu, lihat aja ada tanggapan gak dari Senanya saat ketemu sama kamu enggak kan dia cuman diam aja dan nggak respon kamu malah dia juga usir kamu, udah mending kamu mundur aja biarin Sena bahagia sama perempuan pilihannya lagi, kamu tuh yang salah di sini bukan Sena yang salah jadi kamu harus tahu diri dong Sonia"
Sonia langsung mendelikan matannya dan menatap temannya dengan kesal " Kamu ini kenapa sih bukannya bela aku malah kayak gini. Seharusnya kamu tuh dukung aku buat dapetin dia, tapi kamu malah kayak gini kamu tuh sebenarnya dukung aku gak sih Sell, aku tuh pengen balik lagi sana Sena "
"Gimana ya, aku gak dukung siapa siapa sih, kalau emang jodoh pasti bakal balik lagi deh, aku gak bisa dukung kamu atau pun Sena, aku gak bisa dukung keduanya netral aja aku mah orangnya "
"Kamu beneran mau kerja kamu gak kesambet kan tiba tiba mau kerja "
"Ya enggaklah emangnya aku kesambet apa enggak kok, kalau aku misalnya nggak kerja mau makan dari mana sekarang Gea aja udah aku usir dia nggak mungkin akan kembali sama aku, dia pasti pergi gitu aja aku udah tahu tabiat dia gimana sekarang aku harus pergi cari uang buat bisa mempercantik diri aku agar Sena mau kembali lagi sama aku gimana sih kamu ini aku pasti akan terus mengajar Sena "
"Hemm gimana kamu aja ahh "
Sheila sudah pusing mau bagaimana lagi susah dikasih tau ni anak keras kepala banget, gak pernah berubah dari dulu begitu saja terus.
__ADS_1
**
Bella yang sudah berkeliling keliling kesana kemari tak menemukan Alvaro ataupun Rizki ataupun Sani, entah kemana mereka bertiga. Sekarang bahkan Bella sudah ada dihotel lagi, dengan cepat Bella pergi kelantai kamar Alvaro dan Sani, saat sudah sampai langsung saja Bella mengetuk pintu kamar Alvaro.
"Alvaro, Alvaro buka pintunya, aku tahu kamu ada didalam sana, buka pintunya Alvaro " terus saja Bella mengetuk pintunya namun tak ada yang membukannya.
Sedangkan Rizki yang baru selesai mandi segera melihat kelubang pintu, dan ternyata Bella, Rizki mundur dan segera menghampiri Alvaro yang sedang main games.
"All itu mantan lo itu lihat ada didepan pintu "
"Udah biarin nanti juga dia cape sendiri, ayo mabar main mobile Legend cepet Ki "
"Itu yang didepan gimana gak akan dobrak pintukan "
"Gak akan dia gak akan mampu nanti juga cape sendiri udah ayo cepet login Ki, gue nunggu nih "
"Iya iya sekarang login "
Rizki masih saja was was melihat kearah pintu takut takut Bella tiba tiba jadi hulk, nanti bisa bisa dirinya dilempar sama Bella, terus mati gak serukan nanti gak bisa nikah sama kak Fatimah lagi, kasian kan kak Fatimah gak ada jodohnya.
__ADS_1