Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Ternyata dia biang keroknya


__ADS_3

Omah Ariana langsung masuk kedalam kamar cucunya dan duduk disampingnya. Jantungnya sudah tak karuan takut cucunya percaya dengan kata kata ibunya itu.


"Oma ada apa "


"Em oma hanya ingin memberitahumu jangan mendengarkan kata-kata dari ibu mu itu dia memang seperti itu dari dulu suka mengada-ngada "


Alvaro hanya menganggukan kepalanya " Iya Oma tenang saja aku tidak mempercayai kata-kata perempuan itu, sepertinya Oma takut sesuatu terbongkar, apakah ada sesuatu yang Oma rahasiakan dariku. Ya siapa tahu Oma ingin merahasiakan sesuatu yang belum aku ketahui gitu"


Omah Ariana langsung menggelengkan kepalanya sebisa mungkin dirinya tak terpancing dan tenang setiap menjawab pertanyaan dari cucunya ini.


"Mana mungkin Oma menyimpan rahasia darimu tidak mungkin Alvaro. Oma tidak seperti itu Oma hanya takut saja kau terpengaruh oleh kata-kata ibumu itu, dia sangat pandai mengelabui bahkan ayahmu saja dulu sampai tertipu olehnya tapi Oma tidak menyesal ayahmu telah menikah dengan perempuan itu, karena hadirnya dirimu Alvaro. Intinya Oma tidak mau kau bertemu lagi dengan ibumu Oma tidak mau otak kamu rusak olehnya dia tuh benar-benar perempuan picik tidak tahu diri dan dia sangat berbahaya untuk keluarga kita"


"Sebahaya apa Oma kenapa dia menjadi wanita bahaya memangnya kenapa. Alvaro memang belum mengenal perempuan itu dengan dekat"


"Jangan dekat dengan perempuan itu jangan mencoba untuk mencari apa-apa tentang perempuan itu Alvaro, dia tidak pantas menjadi ibumu perempuan itu sangat berbahaya sekali dia bisa mengelabui siapa saja, mungkin kalau dulu omah tidak mengusir ayahmu dari sini sekarang perempuan itu sudah mengambil semua harta kita dia pergi bersama laki-laki lain hanya untuk uang demi uang seperti yang pernah Oma ceritakan pada mu, omah tidak mau memikirkan tentang perempuan itu"


"Ya omah lalu Sani dan papi mereka ke mana sepertinya dari tadi aku tidak melihat mereka berdua apa mereka pergi berkencan, apa mereka pergi bersama sama kah "

__ADS_1


"Kau ini berbicara ke mana saja, mana mungkin ayahmu dan Sani berkencan Sani sedang pergi ke tempat kerjanya dan ayahmu juga ke sana kau tahu sendiri kan Sani belum resign dari sana dan juga barang-barangnya masih ada di kontrakannya dia sih tadi bilangnya ingin bertemu teman-temannya, resign lalu membereskan barang-barangnya"


"Kenapa dia tidak memberitahuku omah biasanya dia memberitahuku dan mengajakku untuk membantunya, apa ada seseorang yang membantunya atau papi ikut membantu"


"Dia tahu kau sedang sibuk dengan Arzan, dia tahu kau sedang mengurus Arzan maka dia tidak mau merepotkanmu makanya dia pergi begitu saja sendirian, tadi juga dia pamit sama Oma baru aja pergi. Nggak mungkin lah papih kamu bantuin Sani sedangkan dia banyak kerjaan, kerjaan dia tuh numpuk banget nggak akan bisa ke handle sama Fatimah. Udahlah kamu tenang aja papih kamu sama Sani nggak mungkin punya hubungan kamu jangan terlalu percaya dengan omongan perempuan itu. Udahlah mending kamu sekarang istirahat bukannya kamu capek kan setelah itu kamu makan, tapi lebih baik kamu makan dulu baru istirahat Al "


Oma Ariana mencoba untuk berbohong pada Alvaro sepertinya Alvaro sudah sedikit curiga dengan kepergian Sena dan juga Sani ya semoga saja semuanya tidak terbongkar di waktu yang tidak tepat seperti ini. Alvaro Pasti akan sangat membenci Sani dan juga ayahnya jangan sampai itu terjadi biarkan semuanya mengalir begitu saja seperti air sungai.


"Tidak omah aku ingin istirahat dulu saja, setelah itu aku baru makan tubuhku rasanya tidak enak sekali aku ingin cepat-cepat istirahat dan tidur omah "


"Baik omah"


Setelah kepergian Omanya Alvaro segera menarik selimut dan mencoba untuk menutup kedua bola matanya, sekarang pikirannya hanya ingin istirahat. Sudahlah jangan memikirkan Sani yang tak ada dan ayahnya yang tak ada memang benar kata-kata Omanya mungkin mereka sedang sibuk dengan urusan masing-masing tidak mungkin kan mereka berkencan di belakang dirinya, itu sangat mustahil ayahnya sudah berjanji padanya kalau dia tidak akan pernah mengejar Sani lagi.


***


"Bagaimana Sonia apakah kau sudah berhasil menghasut anakmu itu"

__ADS_1


"Tentu saja tidak Sarah kau tidak mempunyai bukti seharusnya saat Sani dan Sena menikah kau video kan kau foto bukannya kalian punya ponsel lalu apa gunanya ponsel itu jika tidak kalian gunakan"


"Ya waktu itu tuh kejadiannya cepat banget, bahkan pernikahannya tuh singkat banget mana mungkin kita kepikiran buat foto atau apapun karena ayahnya Sani itu langsung mati di situ juga setelah pernikahan itu. Mana mungkin kita punya fikiran buat video atau foto apa gitu nggak ada pikiran ke sana"


Ternyata yang memberitahu tentang pernikahan Sena dan Sani adalah Sarah entah bagaimana caranya Sarah dan juga Sonia bisa bertemu, entah mereka teman atau mereka saudara tidak ada yang tahu tapi Sarah memberitahu Sonia semuanya semua tentang pernikahan Sani dan Sena dan untuk masalah di restoran itu memang ulahnya Sarah dan Anggia. Mereka sengaja mengikuti kedua pengantin baru itu dan memberitahu lokasinya pada Sonia dan ya pada akhirnya pertengkaran yang terjadi kan.


"Kau ini bodoh tahu, seharusnya kalian merekam semuanya tapi ya sudahlah aku harus terus mencecar anakku supaya percaya kalau Ayahnya itu sudah menikahi anak ingusan itu. Alvaro harus tahu semuanya aku harus ada di posisi itu lagi, aku harus masuk kedalam kelurga itu lagi "


"Lalu jika kau sudah menjadi istrinya Sena apakah kau akan membawa kami berdua ke rumah besar itu, apakah kau akan menampung kami berdua, kami tidak mau ya kalau cuman dimanfaatkan saja "


"Tentu tenang saja kau tidak usah khawatir saat aku sudah bersama Sena kembali aku akan menampung kalian berdua, kalian akan aku anggap keluarga karena sudah membantuku dan memberitahuku tentang Sena yang sudah menikah dengan Sani. Tenang saja kalian berdua hanya perlu membantuku untuk membuat rencana menyusunnya semuanya. Pasti hidup kalian akan nyaman nanti aku akan menjamin kehidupan kalian berdua dan untuk anakmu Anggia aku akan menguliahkannya dan aku juga akan menjodohkannya nanti dengan Alvaro, tapi kalian harus selalu membantuku kalian harus menjadi kaki tanganku kalian harus ada selalu untuk dimana pun itu dan bagaimana pun keadaanya ingat itu "


Sarah dengan senang mengangguk anggukan kepalanya dan memegang tangan anaknya dengan begitu erat "Baiklah kami akan selalu membantumu dan menjadi kaki tanganmu, kami berdua akan selalu ada di sampingmu Sonia kami akan membantumu kami berdua begitu senang dengan janji-janjimu semoga saja semua itu tidak hanya omong kosong saja"


"Tentu saja itu bukan omong kosong itu adalah kata-kataku yang akan aku tepati aku bukanlah orang yang tidak tepat janji aku selalu menepati apa yang aku katakan, maka setiap apa yang aku katakan maka semua itu akan terjadi, kalian berdua hanya perlu tenang rileks dan semuanya akan aman semuanya akan baik baik saja"


Anggia memeluk ibunya hidupnya akan kembali kaya hidupnya akan kembali dengan uang pokoknya sekarang dirinya tidak usah memikirkan pekerjaan untuk menghidupi ibunya, sekarang dirinya dan ibunya sudah mempunyai pekerjaan yang cukup menjanjikan, semoga saja semuanya bisa lancar.

__ADS_1


__ADS_2