Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Mabuk karena gak tahu


__ADS_3

Makanan sudah disajikan dan banyak sekali sampai-sampai Sani melotot melihat makanan yang begitu banyak "Alvaro apakah ini nggak salah kamu pesen makanan banyak kayak gini dan minumannya juga banyak banget"


"Nggak kok nggak salah udah ayo kita makan aja sekarang kita senang-senang terakhir kita di sini. Pokoknya kita harus senang-senang enggak boleh ada yang enggak senang. Cepetan nanti juga aku kan sama kamu akan jarang ketemu aku bakal sekolah di sini sedangkan kamu kan masih di sana udah ayo cepet makan aja"


Mereka bertiga langsung menyantap makanannya masing-masing dengan begitu lahap sambil mengobrol-ngobrol banyak sekali yang mereka bicarakan tak ada henti-hentinya mereka berbicara, sambil memakan makanannya.


Ada cemilan makanan berat minuman berbagai macam bingung sekali ingin meminum yang mana dulu karena semuanya memang enak ini untuk pertama kalinya dirinya memakan makanan yang sangat banyak seperti ini.


Sedangkan Sena dan juga Fatimah masih saja berkeliling mencari keberadaan ketiga orang itu "Kenapa mereka menghilang begitu cepat ke mana lagi kita harus mencarinya Fatimah, kita sudah kehilangan mereka "


"Entahlah tuan mereka tidak ada di sini apakah kita pulang saja ke ke hotel kita tunggu saja di sana, siapa tahu nanti mereka pulang daripada kita sekarang mencarinya dan ternyata mereka sudah pulang nanti ke hotel, bagaimana tuan"


"Yakin kita tidak akan mencarinya dulu masuk ke setiap tempat makan gitu. Siapa tahu mereka ada di tempat makan ya didaerah sini gitu "


"Kita nggak mungkin Tuan memasuki setiap tempat makan ini satu persatu yang ada kita akan sia-sia saja, sudah lebih baik kita pulang saja dulu ke hotel dan kita tunggu di sana di lobby, di sana kan ada tempat tunggu kita tunggu saja di sana"


"Baiklah kita pulang ke sana, kita pulang ke sana sekarang juga, ayo cepat takutnya mereka sudah lebih dulu ke sana. Aku pun tidak tahu mereka kapan pulangnya


"Baik tuan ayo mari tuan "


Mereka berdua langsung pergi meninggalkan tempat itu padahal satu langkah lagi mereka masuk ke dalam restoran itu, mereka akan menemukan tiga orang itu yang sedang makan.


**


Saat makanan sudah habis, Sani tiba tiba saja merasa lemas dan pusing "kok pusing ya " ucap Sani.


"Kenapa San "


"Gak tau pusing Al"


Lalu Alvaro melihat lagi menu ternyata diminumannya ada alkoholnya Alvaro langsung menepuk bahu Rizki "ternyata minumannya ada alkoholnya, Sani juga belum pernah kan mabuk gimana"


"Ya udah lo sekarang mendingan bayar aja gue tungguin disinu, gue jagain Sani kok"


"Yaudah gue bayar dulu, awas aja kalau lo apa apain Sani"

__ADS_1


"Gak akan lo tenang Aja "


Alvaro langsung pergi kekasir dan Rizki mendekati Sani "San baik baik ajakan "


Sani mendongakan kepalanya dan menatap Rizki " apa Rizky ada di sini juga" tanya Sani dengan mata yang memicing


"Ahh ini mah udah gak bener " ucap Rizki


Alvaro tak lama kemudia datang dan melihat Sani yang sedang melihat Rizki dengan aneh.


Alvaro langsung membangunkan Sani, badan Sani begitu lemas, Alvaro memapahnya " Aduh mau ke mana si Alva ya ampun panas banget. Mau ke mana kita ini"


Rizki mengerutkan dahi " panas dari mana San ini ini tuh udah mau gelap ini udah malam"


"Shutt diem Rizki kamu nggak boleh berisik"


Rizki langsung membuka pintu taksi dan membantu Sani masuk, disusul oleh Alvaro, sedangkan Rizki duduk didepan.


"Kita mau kemana Alvaro "


"Hah minuman apa "


Sani langsung menyenderkan kepalanya dibahu Alvaro dan terus saja berbicara, Alvaro hanya bisa mengusap wajahnya, bagaimana ini.


Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai juga di hotel Alvaro dan juga Rizky segera memapah Sani untuk masuk ke dalam kamarnya " ini kita di mana sih kok bagus banget tempatnya ya ampun aku nggak pernah ke tempat kayak gini, Rizki dari tadi kenapa dia ngikutin kita terus sih"


"Ya kan aku tadi ikut jalan-jalan sama kalian berdua jangan aneh-aneh deh kamu Sani pura-pura nggak tahu kalau aku ada barang kalian, aku ada kok sama kalian berdua "


"Hemm gitu ya, yayayaya "


"Ki buka pintunya "


Dengan cepat Rizki membuka pintunya dan mereka bedua segera masuk disusul oleh Rizki, sedangkan dari kejauhan ada yang sedang berlari dan berhenti didepan kamar Sani.


"Kenapa Sani kok malah dipapah seperti itu apa ada yang terjadi, apa Sani mabuk"

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu tuan"


"Saya harus masuk sekarang juga"


"Eh jangan tuan jangan nanti malah ketahuan ayo-ayo jangan, tuan harus sabar sabar kita masuk ke kamar sebelah, ayo kita masuk ke kamar sebelah kita diskusi di sana siapa tahu kelihatan kan ayo tuan "


Fatimah langsung membawa Sena ke dalam kamar sebelah yang memang Sena boleh masuk sana sini maksudnya kamar kosong karena dia mempunyai saham disini.


Setelah ada didalam kamar Sena langsung saja mondar mandir disana sedangkan Fatimah hanya bisa diam dikursi duduk dan merasakan perutnya yang lapar.


"Aduh lapar banget " gumam Fatimah dan saat ada apel Fatimah mengambilnya dan memakannya, Sena langsung membalikan badannya dan "kau ini malah makan jadi bagaimana "


"Ehh maaf tuan lapar banget, dari tadi belum makan kan kita "


"Yaudah makan makan "


Fatimah memakan apel itu dan yang satu lagi langsung dimakan oleh Sena dan "gimana jadi "


"Emm bagaimana kalau kita serahkan saja pada staf hotel "


"Maksudnya "


"Sudah tuan tinggal terima hasil saja "


Sena hanya bisa menganggukan kepalanya saja, entah apa yang akan dilakukan oleh Fatimah.


" Tapi semua itu akan berhasil kan jangan sampai kau mengagalkan semuanya"


"Tenang tuan semuanya akan baik-baik saja dan berhasil Tuan hanya perlu serahkan itu semua padaku pasti kita akan mendapatkan informasi yang sangat akurat"


"Baiklah aku percayakan semuanya padamu awas aja kalau gagal aku tidak mau tahu"


"Iya tuan tenang saja "


Sena segera bangkit dan melihat ke arah jendela dirinya khawatir sekali, apa yang terjadi pada Sani dan kenapa Alvaro sampai masuk ke dalam kamar Sani sampai memapahnya.

__ADS_1


Apakah ada hal yang terjadi, apa ada sesuatu hal yang fatal sampai membuat Sani harus di papah seperti itu jadinya, sangat ingin sekali dirinya melihat keadaan Sani apakah dia baik-baik saja. Apakah dia tidak kenapa-napa sungguhlah banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya dan ingin sekali dirinya datang ke sana melihat keadaan Sani langsung.


__ADS_2