My Cute Nanny

My Cute Nanny
Siapa Rumi?


__ADS_3

Moses masuk kembali ke dalam ruang kerjanya dan duduk di depannya Awan.


Awan berdiri, menganggukkan kepalanya, menyambut Moses. Kemudian cowok ganteng putra dari Dipo Herlambang itu duduk kembali.


"Ada apa, tuan memanggil saya kemari?" Awan memandang Moses penuh selidik


"Bagaimana kehidupan kamu dan mama kamu, sekarang ini?" tanya Moses penuh rasa simpati.


"Mama masih bekerja dan saya masih kuliah, saya bersyukur untuk itu dan saya merasa teramat bersyukur karena, kami masih memiliki rumah juga sebuah mobil, walaupun hanya sebuah mobil tua. Tetapi jujur, untuk makan sehari hari kami harus berhemat. Terkadang saya ingin lepaskan kuliah saya dan mencari kerja untuk membantu mama tapi mama tidak mengijinkannya" kata Awan sedih.


Moses diam membisu dan terus mengamati Awan.


"Tuan, bagaimana keadaannya Angel?" tanya Awan.


"Angel baik baik saja. Berkat Melati yang berhasil mengambil hatinya Angel, membuat Angel bisa kembali ceria dan melupakan sejenak berita mengejutkan yang kamu bawa kemarin"


Melati memang berhati malaikat. Melati memang pantas dicintai dan disayangi oleh siapapun. Anda beruntung bisa memiliki Melati, tuan Moses Elruno. Kata Awan di dalam hatinya.


"Maafkan saya tuan karena terlalu shock saya menjadi ceroboh dan gegabah" Awan langsung melengkungkan punggungnya dan menundukkan kepalanya.


"Aku memahaminya. Apa rencana kamu ke depan untuk hidup kamu dan untuk Angel? kamu sudah mengatakannya sama mama kamu soal Angel?" tanya Moses.


"Soal Angel saya sudah mengatakannya sama mama saya. Awalnya mama shock tapi mama saya berhati mulia, mama bersedia menerima dan merawat Angel kalau Angel mau ikut saya" kata Awan.


"Kalau kamu belum sukses dan belum mapan, kamu akan menambah beban buat mama kamu dan buat Angel. Alfa juga tidak akan rela melepas adiknya hidup dalam keprihatian kalau Angel ikut kamu, kamu dan mama kamu aja masih harus berhemat, kan?" kata Moses.


"Anda benar tuan. Saya sebenarnya ingin fokus ke kuliah saya dulu, tuan. Tetapi masalah Angel membuat saya tidak bisa fokus lagi. Sebenarnya setelah lulus kuliah, saya berencana ingin ke Jerman menyusul pacar saya dan saya akan ajak mama saya hidup menetap di sana. Karena saya merasa muak lama lama tinggal di sini. Tapi sekarang saya memiliki seorang adik perempuan, aaah, entahlah tuan, saya bingung dengan hidup saya" jawab Awan sambil meraup pelan wajah gantengnya.


Moses bersedekap dan memandang Awan. Awan yang ada di depannya sekarang ini nampak lusuh dan sedikit gondrong rambutnya.


Benar benar stress ini anak, kasihan juga dia. Batin Moses.


"Aku tawarkan pekerjaan mau?" kata Moses kemudian.


"Anda serius tuan? tapi saya belum lulus kuliah?" Awan mulai menyorotkan seberkas sinar penuh harapan di kedua bola matanya.


"Kamu ingin ke Jerman kan, berangkatlah ke Jerman! aku punya perusahaan elektronik di sana, kamu bisa bekerja sembari kuliah di sana, kamu kuliah di jurusan elektro kan, jadi sesuai dengan minat dan bakat kamu, aku lihat kamu cukup pandai dan nilai kuliah kamu bagus, itu cukup bagiku untuk merekomendasikanmu bekerja di perusahaan ku yang ada di Jerman" kata Moses.


"Saya mau tuan" Awan merespon ucapannya Moses dengan penuh semangat.


"Oke, kamu urus semua kelengkapan kuliah kamu di sini sehingga kamu bisa transfer semuanya untuk mulai mendaftar kuliah di Jerman, setelah selesai, kamu kabari aku!"


"Terima kasih banyak, tuan. Anda baik sekali. Padahal papa saya sudah berbuat jahat kepada anda. Tolong maafkan papa, tuan?!" Saya mengerti kalau tuan sulit untuk memaafkan papa saya, tapi saya sebagai putranya, merasa perlu untuk terus memohonkan maaf atas nama papa saya, kepada anda"

__ADS_1


"Aku sudah maafkan papa kamu. Papa kamu juga sudah membayar semua kejahatannya di dalam penjara saat ini. Melati yang sudah merubahku, berkat Melati aku belajar untuk hidup berdamai dengan semua keadaan. Aku menjadi belajar untuk tidak menyimpan dendam, aku benar benar bersyukur bisa bertemu kembali dengan Melati dan bisa menikahinya" Moses tersenyum penuh rona cinta di wajahnya.


Anda benar tuan. Anda sangat beruntung memiliki Melati di dalam hidup anda. Batin Awan.


"Raihlah kesuksesan di Jerman dan kembalilah menjadi Awan yang bersinar bukan Awan yang mendung. Dengan begitu kamu bisa mulai mengambil sikap atas Angel. Bertahanlah beberapa tahun untuk tidak mengusik Angel, sebelum kamu berhasil menata kehidupan kamu sendiri" kata Moses.


"Baiklah tuan, emm, tapi apa saya boleh menemui Angel sebelum saya berangkat ke Jerman?" tanya Awan.


"Emm, kalau mengenai itu, kamu jangan tanya ke aku. Kamu tanya ke Alfa atau tanya ke Angel langsung" kata Moses.


"Aaah, iya anda benar, tuan. Saya akan coba hubungi Angel atau Dokter Alfa, nanti"


"Oke, aku rasa cukup. Aku tunggu kabar dari kamu, cepatlah urus semua kelengkapan kuliah kamu yang di sini, setelah itu kabari aku" Moses berdiri.


Awan ikutan berdiri dan berjabatan tangan dengan Moses "terima kasih banyak tuan, saya permisi. Saya akan kabari anda secepatnya" kata Awan.


Awan pergi meninggalkan Moses dengan langkah tegap dan penuh harapan, beriringan dengan senyum gantengnya. Akhirnya seorang Awan bisa melukis asa kembali di wajah gantengnya.


Moses kembali ke meja kerjanya. Bos tampan super kaya itu membereskan beberapa kontrak kerja sama dan mulai tenggelam di antara berkas berkasnya itu. Detik dan menit mulai bergulir dan hari mulai beranjak sore. Waktunya bagi Moses untuk pulang ke rumah.


"Ray, cewek tadi kenapa namanya tidak berawalan C dan aku bisa menjalin hubungan dengannya? kenapa aku bisa bersedia untuk berkencan dengannya selama aku di Jerman kalau namanya tidak berawalan C, apa aku sudah gila waktu itu?" tanya Moses begitu Ray melajukan si Blacky.


"Nama dia sangat panjang tuan, dan berawalan C sebenarnya tetapi karena tuan kesulitan dalam mengucapkannya maka tuan memanggilnya Nia begitu saja" jawab Ray.


"Hah? aku yang memberi nama Nia ke cewek tadi? waahh gila tuh yang namanya Moses Elruno, benar benar gila, ya" Moses merasa kesal dengan dirinya sendiri.


"Lalu siapa nama cewek tadi yang sebenarnya?"


"Agen yang menyediakan layanan personal assistant bertanda kutip, yang di Jerman waktu itu menawarkan beberapa nama cewek ke saya, dan anda memilih nama Cailida Pauline Narnia. Anda merasa namanya unik tapi anda sering salah mengucapkan nama Cailida, akhirnya anda memanggilnya Nia"


"Nama yang aneh kenapa aku bisa memilih nama itu ya, berarti aku yang aneh dong ya?" Moses kembali merasa kesal pada dirinya sendiri


"Hahahaha, anda lucu tuan. Mungkin itu yang membuat Nia jatuh hati kepada anda" kata Ray.


"Apa yang membuat dia mencintai cowok brengsek semacam Moses Elruno?" Moses menautkan alisnya mendengar ucapannya Ray.


"Karena anda memberi dia nama panggilan yang spesial yaitu, Nia. Belum ada yang memanggil dia Nia. Satu satunya orang yang memanggil dia Nia, ya anda, tuan" kata Ray.


"Oooo begitu ya? kalau kita manggil seorang cewek dengan nama spesial akan membuat seorang cewek klepek klepek ya Ray?" tanya Moses sembari menyeringai jahil. Ucapannya Ray membuat dia mendapatkan ide untuk memanggil istrinya dengan nama spesial.


"Dari yang saya baca sih, iya tuan" jawab Ray.


Moses tersenyum lebar dan mulai meracik nama spesial untuk istrinya di dalam benak dia.

__ADS_1


Emm, Melati Arumi Putri. Melati sudah banyak yang manggil dia dengan nama itu. Emm, Arum, Rumi, atau Puput? Moses masih terus mengurai asyik, nama Melati Arumi Putri di dalam benaknya sambil terus tersenyum lebar kegirangan.


"Ray, lajukan Blacky lebih cepat! Aku pengen cepat bertemu dengan istriku" kata Moses tiba tiba.


"Baik tuan" Ray semakin memperdalam ijakannya di atas pedal gasnya si Blacky.


Tuan anda semakin lebay kalau soal Melati. Apalagi yang ada di benak anda saat ini tuan. Kenapa anda terus senyam senyum seperti itu. Hmm, tuan, tuan, hadeeeh. Batin Ray.


Begitu sampai di depan pintu utama istananya, Moses langsung melompat turun dari mobil dan meninggalkan Ray yang nampak heran melihat tingkah polah tuan besarnya itu.


Moses terus menyunggingkan senyum dan melangkah dengan setengah berlari menuju ke kamarnya.


Ceklek


Melati yang tengah merebahkan Elmo ke dalam boxnya langsung menoleh dan mendapati senyum cerah ceria suami tercintanya.


Melati ikutan tersenyum dan berkata "waahh, habis dapat apa nih? Kok senyumnya menggetarkan dunia kayak gitu?"


Moses melangkah mendekati Melati dan melempar asal tas kerjanya. Moses memeluk pinggang rampingnya Melati dari belakang. Bos tampan itu menciumi rambutnya Melati kemudian menaruh dagunya di atas pundaknya Melati.


"Aku merindukanmu Rumi" kata Moses penuh cinta.


Melati langsung memutar badannya dan cemberut penuh kecemburuan "siapa Rumi? kamu salah sebut nama aku! katakan siapa Rumi?!!?" Melati mulai menggenangkan air mata di kedua pelupuk matanya dan melepaskan diri dari pelukannya Moses.


Moses langsung menggemakan tawanya dan kembali menarik tubuh ramping istrinya ke dalam pelukannya "masak kamu lupa sama nama kamu sendiri?"


Melati mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah tampan milik suaminya "maksud kamu apa?"


"Sayang, nama kamu Melati Arumi Putri kan? mulai dari sekarang aku akan panggil kamu Rumi kalau kita sedang berduaan seperti ini, gimana kamu suka?" Moses mengecup bibirnya Melati yang masih mengerucut sedari tadi.


"Kamu bikin aku jantungan tahu tidak? tiba tiba panggil aku Rumi, aku kira kamu selingkuh dan salah panggil nama aku, hiks hiks hiks?" Melati mulai menangis dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Hahahahaha, sayang, aku nggak akan pernah selingkuh, percaya sama aku. Maaf aku tiba tiba panggil kamu Rumi, aku terlalu bersemangat tadi dan terlalu merindukanmu jadi langsung aja aku panggil Rumi ke kamu. Kamu suka aku panggil Rumi, tidak?" Moses mengelus elus punggungnya Melati.


Melati menganggukkan kepalanya. Moses tertawa kegirangan dan langsung membopong Melati. Merebahkannya di atas tempat tidur dan meminta jatahnya. Melati hanya bisa memberikan satu ronde untuk Moses karena, Chery tiba tiba menangis dan terbangun dari tidur siangnya.


Melati langsung merapikan dressnya dan menepuk dada bidang suaminya "kamu nih kalau minta jatah, suka nggak lihat waktu" lalu Melati melangkah lebar menuju ke ranjangnya Chery yang berbentuk capung. Chery masih berbaring di dalam ranjang itu yang menyerupai boxnya Elmo cuma lebih panjang dan terbuat dari kayu jati. Melati nelongokkan wajahnya ke dalam ranjangnya Chery itu. Melihat wajah cantik mamanya yang menatapnya dengan seulas senyum, Chery langsung menghentikan tangisannya dan menggantinya dengan tawa ceria.


Moses melangkah menuju ke kamar mandi sambil berteriak jenaka "aku mencintaimu Rumi, hahahahaha, Rumi, aku suka nama itu" Moses melangkah mundur menuju ke kamar mandi dan terus menatap wajah cantik istrinya dengan penuh cinta.


Melati merengkuh Chery ke dalam dekapannya dan melihat ke arah Moses sembari tersenyum geli memandang tingkah jenaka suaminya, kemudian menggeleng nggelengkan kepalanya.


"Papa lucu ya?" Melati terkekeh geli sembari menciumi pipi gembulnya Chery.

__ADS_1


"Ya ya ya ya" jawab Chery sambil terkekeh geli.


Melati tertawa senang mendengar jawabannya Chery "kamu memang pintar cantik, mama sayang kamu" Melati mendekap erat Chery.


__ADS_2