
Semua masuk ke dalam mobilnya Itachi dan Itachi yang mengendarai mobil Jeep keluaran terbaru kesayangannya.
"Sayang, apa mister Itachi sudah menikah?" tanya Melati.
"Belum, nyonya" jawab Itachi.
Ray dan Moses langsung menatap kaget ke arah Itachi. "sejak kapan kamu bisa berbahasa Indonesia?" tanya Moses.
"Hahahaha, sejak berbisnis dengan anda tuan, saya mulai belajar bahasa Indonesia" jawab Itachi.
"Kenapa kamu tidak pakai bahasa Indonesia saat di bandara tadi?" Ray mulai protes.
"Sengaja, heeeee" sahut Itachi dengan santainya.
"Waahhh keren ya kalau bahasa Indonesia diucapkan dalam logat orang Jepang, keren banget, Delia suka, sukaaaaa banget" Delia nyeletuk dengan santaninya.
"Terima kasih nona cantik. Anda imut dan ceria, saya suka wanita seperti anda, nona" kata Itachi dengan santainya.
"Jaga bicara kamu, dia itu pacarku" Ray mulai memasang sikap posesifnya.
"Oooo, maaf Ray" ucap Itachi.
Delia benar benar merasa bahagia ketika mendengar ucapan Ray, matanya berbinar binar dengan senyum yang terus mengembang.
"Hah? kalian sudah jadian ya? selamat ya" kata Melati sembari mengelus elus pelan punggungnya Chery.
"Makasih nyonya" jawab Delia.
"Nyonya, anda seharusnya mengucapkan terima kasih dan selamat kepada tuan Moses karena, tuan Moses sudah berhasil lepas dari rokok demi anda, nyonya. Dulu suami anda itu perokok berat. Sehari saja bisa menghabiskan dua puluh batang cerutu kalau tidak ada cerutu dia akan habiskan dua bungkus rokok, sudah mirip seperti cerobong asap, hahahaha, dan anggur kalau tidak wiski juga sangat dia sukai, apa sekarang anda juga tidak minum minuman keras, tuan?" kata Itachi sembari terus menyetir mobilnya menuju ke rumahnya Moses yang ada di Jepang.
"Iya. Sejak aku memiliki istri dan anak, aku sudah berhenti merokok dan minum minuman keras. Awalnya sangat berat, bahkan rasanya seperti mau mati, tapi karena rasa cinta yang aku miliki untuk mereka sangatlah besar maka aku terus berusaha menjauhi rokok dan minuman keras dengan sekuat tenaga" jawab Moses.
"Lalu wani.......eh maaf, tidak jadi saja, heeee" ucap Itachi.
"Wanita maksudmu? tenang saja, istriku sudah tahu semuanya tentang aku, aku juga sudah bertobat, sudah bukan Moses brengsek yang suka berganti ganti wanita" kata Moses.
Melati menoleh dan memandang suaminya dengan penuh rasa kekaguman dan cinta dan berucap "terima kasih, sayang"
Moses mencium keningnya Melati.
Delia langsung mengalihkan pandangannya ke jendela mobil dan melihat ke arah jalan yang tengah mereka lalui.
"Waaah, anda hebat tuan" kata Itachi.
Melati berbisik di telinganya Moses "kamu berhutang cerita sama aku, bagaimana kamu bisa tahu kalau aku alergi asap rokok"
Moses tersenyum dan berbisik di telinganya Melati "aku akan bercerita tapi aku akan minta bayaran di muka untuk ceritaku nanti" Moses lalu mencium telinganya Melati.
Wajah Melati langsung memerah mirip kepiting rebus, ketika memahami maksud dari bisikan suaminya.
Moses kemudian merangkul istrinya dengan sangat erat dan berbisik lagi "kamu sangat menggemaskan kalau merona malu seperti ini, aku ingin sekali memakanmu saat ini juga"
__ADS_1
Melati langsung menundukkan wajahnya. Moses semakin terkekeh geli melihat tingkah imut istrinya yang masih sering malu malu apabila dia menggodanya.
"Kita sudah sampai" ucap Itachi.
Mereka semua turun dari mobil dan mulai memasuki rumahnya Moses.
Moses langsung merangkul istrinya yang masih terus menggendong Chery, melangkah menuju ke kamar utama.
Moses mengecup keningnya Melati dan Chery "tunggu sebentar ya, aku ambil koper kita dulu"
Melati menganggukkan kepalanya. Melati merebahkan Chery yang sudah jatuh ke alam mimpi, di atas ranjang dan menaruh guling di kedua sisinya Chery lalu mencium pipi gembulnya Chery.
Melati kemudian berjalan berkeliling kamar dan mulai membuka sliding door yang terpasang di kamar itu. Cewek cantik mamanya Chery dan Elmo itu langsung bisa merasakan sejuknya udara pantai. Rumahnya Moses yang berada di Jepang memang dekat dengan pantai.
"Indahnya" gumam Melati yang kemudian merentangkan kedua tangannya dan menghirup dalam dalam udara yang sangat jernih.
Melati memutar badan dan langsung mengerem langkahnya ketika mendapati sebuah pigura yang terletak di atas meja bundar yang berada di dekat sliding door itu.
Melati meraih pigura kecil itu dan langsung terpercik rasa cemburu. Di dalam pigura foto itu terdapat gambarnya Moses tengah mencium mesra seorang wanita cantik yang hanya berbalutkan selimut dan Moses bertelanjang dada.
Foto ini diambil, pastilah setelah mereka berdua bercinta. Melati mulai terusik dengan segala kata yang ada di benaknya.
Moses masuk ke kamar itu sembari menarik dua buah koper besar dan menenteng alat sterilisasi botol miliknya Chery. Moses menoleh ke Melati dan langsung membeku ketika melihat istri tercintanya tengah mengamati sebuah pigura foto.
Shit! kenapa aku sampai lupa membuang foto itu. Moses langsung merasa menyesal di dalam batinnya.
Bos tampan papanya Chery dan Elmo itu pun langsung melepas koper kopernya dan menaruh asal alat sterilisasinya Chery, kemudian melangkah lebar dan memeluk pinggang ramping istrinya.
Melati menghadapkan pigura foto yang masih dia pegang ke arahnya Moses "kalau tidak berarti, kenapa foto ini masih ada di sini? dia mengkhianatimu kan waktu itu, kenapa tidak langsung kamu buang foto ini saat kamu tahu dia telah mengkhianatimu?" Melati mulai terisak.
"Sayang, aku saat itu stress dan bingung, aku lupa membuangnya karena setelahnya aku juga langsung memutuskan untuk pulang ke Indonesia" kata Moses sembari melangkah untuk mendekati istrinya tapi Melati terus melangkah mundur untuk menjauhi suaminya.
"Foto ini diambil saat kalian selesai bercinta kan? jawab aku!" Melati mulai terisak frustasi.
"Shit! sayang, apa itu penting?" tanya Moses yang langsung mengerem langkahnya ketika menyadari kalau Melati terus melangkah mundur menjauhinya.
"Penting buat aku! berarti iya, kan? kalian berfoto setelah bercinta?! Cih! sekarang aku paham kenapa kamu belum bisa membuang foto ini, karena percintaan kalian pastilah sangat hebat dan pastinya sangat berkesan di benak dan hati kamu kan!!? Dan aku muak membayangkannya!! hiks hiks hiks, apakah aku hanya pengganti? seperti yang telah dilakukan Awan sama aku, aku hanyalah seorang pengganti juga di hati kamu?" semakin deraslah tangisannya Melati.
Moses mulai meraup kasar wajahnya "kmau bukan pengganti sayang, aku sungguh sungguh mencintaimu. Aku minta maaf, aku benar benar lupa membuang foto itu, aku sudah tidak punya perasaan apa apa sama Keiko........"
"Jangan sebut nama wanita itu lagi!! aku jijik mendengarnya, bahkan kamu masih mengingat nama itu. Aku masih bisa mendengar dengan jelas ucapan kamu, kamu pernah berkata bukan, kalau kamu tidak bisa mengingat nama dari semua cewek yang pernah kamu ajak berkencan karena, mereka tidak berarti bagimu. Tapi kamu mengingat nama Keiko, berarti dia..........." Melati terus menangis dan menatap penuh kesal ke arah Moses.
"Bukan begitu, aku mengingatnya ketika kita akan pergi ke Jepang dan aku berniat untuk bercerita tentang dia, ke kamu supaya tidak ada salah paham di antara kita, jika kita nanti tiba tiba bertemu dengannya secara tidak sengaja" Moses menatap sedih dan penuh penyesalan ke arah istri tercintanya "sayang, percaya sama aku, aku benar benar lupa membuang foto itu, aku nggak bermaksud menyimpannya" Moses kembali mencoba melangkah mendekati Melati.
Tetapi Melati memutar badan dan melangkah lebar berlari menuju ke pantai sembari membanting pigura foto yang sedari tadi dia genggam di atas lantai dengan penuh amarah.
"Rumi, Mel, sayang!" Moses mencoba mengejar Melati tetapi dia kemudian menoleh ke arah Chery dan mengerem langkahnya, Moses merasa nggak tega dan khawatir kalau meninggalkan Chery sendirian di dalam kamar.
Moses kemudian menelepon Ray untuk masuk ke dalam kamarnya.
Ray datang dalam hitungan detik "ada apa tuan?" Ray menatap pigura foto yang sudah pecah dan tergeletak di atas lantai, di teras belakang kamarnya Moses.
__ADS_1
"Apa Melati.........?" Ray bertanya dengan hati hati.
"Iya, dia marah besar saat melihat foto itu. Tolong kamu jaga Chery! aku akan kejar Melati"
"Baik, tuan" jawab Ray singkat.
Moses langsung meninggalkan Ray dan berlari ke arah pantai untuk mengejar istri tercintanya.
Melati terus berlari diiringi dengan tangisan dan sakit hati karena kecemburuan. Dia merasa dikhianati oleh suami yang begitu dia cintai.
Bug
Melati menghentikan laju larinya ketika keningnya menabrak sesuatu di depannya.
Melati kemudian mengusap ingus dan air matanya sembari mendongakkan wajahnya untuk melihat apa yang dia tabrak.
Seorang cowok seumuran Moses, tinggi badannya, tegap, agak gelap kulitnya, sangat gagah dan ganteng, tengah menundukkan wajahnya dan tersenyum menatap wajah cantiknya Melati.
Melati langsung memundurkan langkahnya dan berkata "maaf"
"Tidak apa apa" cowok tersebut masih tersenyum ramah memandang Melati.
Cantik sekali cewek ini. Di dalam tangis aja secantik ini apalagi kalau di dalam senyum dan tawa. Batin cowok itu.
"Anda baik baik saja, nona cantik?" tanya cowok itu.
"Saya sudah menikah jangan panggil nona!" kata Melati dengan sorot mata serius menatap cowok itu.
Shit! ternyata sudah menikah. Cowok itu merasa kesal saat mendengar kata menikah keluar dari mulut wanita cantik yang ada di depannya, kini.
"Aah, iya baik, maaf nyonya. Sekali lagi saya bertanya, anda baik baik saja? maaf kalau bahasa Indonesia saya kurang sopan dan kurang bagus karena, saya juga baru saja bisa menguasainya" cowok tersebut terus memandang wajah cantiknya Melati dan terus melukis senyum di wajah gantengnya.
"Saya baik baik saja. Bahasa Indonesia anda sangat bagus, darimana anda belajar, maaf apakah anda orang sini?" tanya Melati sembari menghela napas untuk menahan kesedihan dan air matanya.
"Saya orang asli Jepang, nama saya Chiharu tapi biasa dipanggil Chiko, mengucapkan selamat datang kepada anda, nyonya" cowok itu membungkukkan badan ke arah Melati kemudian menegakkan kembali badannya dan berucap "saya bisa berbahasa Indonesia karena mama saya sangat pandai berbahasa Indonesia"
Melati membungkukkan badannya ke arah cowok itu dan berucap "nama saya Melati" kemudian cewek cantik istri kesayangannya Moses Elruno itu kembali menegakkan badannya.
"Selamat datang di Jepang nyonya, maaf kalau Jepang telah membuat anda mengeluarkan air mata indah anda saat ini" Kata cowok itu dengan penuh senyum terus mengagumi kecantikannya Melati.
"Terima kasih, maaf saya harus pergi karena saya sedang ingin sendirian saat ini" Melati hendak melangkah meninggalkan cowok itu, tiba tiba tubuhnya dipeluk dari belakang.
Cowok itu langsung menarik Moses dari tubuh rampingnya Melati. "Anda siapa, berani beraninya memeluk nyonya ini?"
Moses menghempaskan tangan cowok itu dengan sangat kasar "kamu siapa?"
"Saya........" Chiko kembali menatap Melati.
"Dia suami saya" sahut Melati.
"Oooo, maafkan saya tuan. Saya permisi kalau begitu" cowok itu pun melangkah pergi meninggalkan Melati dan Moses dan tersenyum dengan penuh arti.
__ADS_1