My Cute Nanny

My Cute Nanny
Penyatuan Cinta #18+#


__ADS_3

Lili menarik diri dari dekapan Elmo, "apa yang terjadi pada kita? kenapa semua ini terasa salah?" tanya Lili tercekat. Ketakutannya mengalahkan keinginan dirinya untuk berpura-pura tidak peduli.


"Entahlah" Elmo berucap dengan wajah muram. "Tapi yang pasti adalah betapa aku menginginkan kamu, aku ingin memperbaiki masa lalu kita, Lili. Betapa aku sangat ingin memulai semuanya dari awal lagi, bersamamu, dan membuktikan ke kamu bahwa aku selalu menunggumu dan hanya mencintaimu. Aku masih sangat mencintaimu"


"Kau mencintaiku?" Lili mengucapkan kata itu dengan kebahagiaan dan harapan yang cerah, secerah sinar mentari pagi.


Sebelum Elmo meyakinkan Lili, tiba-toba Lili mengulurkan tangan dan menarik tengkuknya Elmo. Kepalanya mendekat ke wajahnya Elmo, menciumnya dengan penuh kemesraan yang berbaur kepanikan, kebingungan, dan kesedihan. Air matanya tumpah karena, dia belum bisa mengingat siapa Elmo, laki-laki yang dia cium dan laki-laki yang membuatnya melambung untuk kata cinta yang laki-laki itu ucapkan untuknya.


Dengan kekuatan semesta yang super dahsyat Elmo bergulat antara akal sehat, gairah dan cinta. Akal sehat memberitahunya agar berhenti karena, mereka di dalam pengaruh sesuatu yang belum mereka ketahui apa itu tapi, bibir Lili terus menekan dengan sensual dan penuh gairah membuat daya logisnya menguap sudah, sirna ditelan panasnya gairah yang menguar nyata diantara mereka.


Elmo masih bisa bergerak mendorong Lili pelan, "Lili?" suara seraknya Elmo memanggil Lili.


Lili menatap Elmo dengan bibir merekah indah dan begitu menggoda.


"Aku ingin menyatu denganmu dan sepertinya tidak bisa aku tolak dan aku musnahkan keinginan ini, maaf!" ucap Elmo.


"Maka menyatulah denganku. Bercintalah denganku, Elmo Elruno" suara Lili berubah menjadi serak-serak basah.


"Kamu yakin? kita saat ini dalam pengaruh sesuatu yang aneh dan sepertinya tercampur di dalam minuman yang kita minum dan.........."


Lili segera membungkam bibirnya Elmo dengan bibirnya. Bibir itu merekah, menuntut sehingga ciuman mereka menjadi semakin dalam dan intens. Elmo menekan kata-kata di atas bibirnya Lili, "kamu jangan menyesal karena, aku sudah tidak bisa menahannya lagi, sayang"


Lili menganggukkan kepala saat dia bersitatap dengan kedua bola matanya Elmo yang sudah menggelap penuh karena, gairah yang dahsyat dan indah.


Elmo ingin disentuh, dicium, dicumbu oleh wanita yang sangat dia rindukan dan sangat dia cintai itu dengan kelembutan, penuh misteri dan terasa feminin.


Tangan Elmo mulai bergerilya, menelusup ke sana kemari tidak beraturan dan tangan itu berhenti di titik yang kenyal dan bermain-main di sana. Rasa hangat menjalar hebat di tubuhnya Lili dan Elmo segera menarik lepas blusnya Lili sembari menyusupkan wajah tampannya ke leher Lili sementara tubuhnya berdenyut mendambakan sentuhannya Lili.


Sederet pakaian terlempar asal dan teronggok di atas lantai sebagai tanda kalau dua sejoli itu telah menyatu. Erangan diiringi lenguhan dan desahan berbaur dengan peluh yang menetes manis, menandai percintaan mereka yang dahyat dan menjadi candu bagi keduanya.


Tanpa mereka sadari mereka telah berkali-kali memekik di dalam kepuasan sampai akhirnya terjatuh di dalam dekapan selimut dan tertidur lelap.


Fang Yin membuka kamar itu saat dia rasa aktivitas panas antara dokter Jelita Adijaya dan laki-laki asing itu berakhir. Fang Yin mengambil gambar dokter Lili dan laki-laki asing itu dalam pose panas, berpelukan dan tanpa sehelai kain pun menutupi tubuh mereka. Setelah puas mengambil gambar sebanyak empat kali, Fang Yin kemudian melangkah keluar dari dalam kamar itu dengan seringai khas-nya.

__ADS_1


Keesokan harinya, Lili terbangun lalu menyibak selimutnya dan matanya langsung membulat sempurna. Lili kemudian menoleh ke samping, ada Elmo Elruno.


Lili mengerjapkan kedua matanya dan memegang kepalanya yang terasa sangat berat dan pening. Bayangan masa lalunya dengan Elmo melintas nyata di dalam benaknya. Dia bisa melihat jelas wajahnya Elmo Elruno yang selama ini selalu buram hadir di dalam mimpinya namun, saat itu terlihat jelas. Dengan tangan bergetar dia terisak lalu mengusap pipinya Elmo.


Elmo terbangun dan menatap Lili. Melihat Lili menangis, Elmo segera duduk dan memeluk Lili, "maafkan aku! aku telah merenggut kesucianmu" Elmo berucap sembari melirik ke bercak merah di atas seprei.


Lili mendorong Elmo dan berkata, "ini bukan salah kamu karena, aku pun menginginkannya dan......."


"Dan apa?" tanya Elmo sambil menangkup wajah manisnya Lili dengan kedua tangannya.


"Aku ingat semuanya" wajah manisnya Lili mulai dibanjiri air mata.


"Maksud kamu?"


"Aku ingat kamu. Aku ingat masa lalu kita. Aku ingat pertemuan pertama kita di sebuah mobil dan aku memberimu permen lollipop dan......."


Elmo segera memeluk Lili dengan sangat erat, "terima kasih kamu sudah mengingatku dan apakah boleh jika aku lakukan sekali lagi menyatu denganmu sebagai hadiah, hehehehe"


Elmo tersenyum kemudian bangkit dan membopong Lili lalu masuk ke dalam kamar mandi dan di bawah guyuran air hangat, mereka kembali menyatu dengan gairah yang sama.


Elmo kemudian merebahkan Lili di atas ranjang, "aku akan minta ijin ke rumah sakit kalau kamu tidak bisa masuk hari ini" ucap Elmo sambil memakai kembali semua pakaiannya. Kemudian dia membantu Lili untuk memakai semua pakaiannya Lili yang sudah dia pungut dari atas lantai.


"Pakaian dalam kamu kuno sekali ya, pppffttt"


Lili menepuk dadanya Elmo dan berkata, "dasar mesum"


Elmo melepas tawanya kemudian berkata, "kita akan menikah hari ini. Kamu udah ingat siapa aku dan kita sudah melakukan hubungan suami istri jadi kurasa kita harus menikah hari ini juga"


"Tapi, papa dan mama kamu? aku belum mengingat mereka, aku hanya mengingat kamu dan bagaimana dengan papaku? kita bukankah perlu untuk meminta restu mereka?" tanya Lili.


"Papa dan mamaku udah pasti akan memberikan restu mereka dan soal papa kamu, aku yang akan mengurusnya. Yang terpenting saat ini kita akan menikah, hari ini juga. Aku sudah kirim pesan teks ke Bagas untuk membawakan baju ganti kita dan mengurus pernikahan kita. Dan soal minuman yang kita minum kemarin, aku juga minta Bagas untuk menyelidikinya nanti"


"Kalau aku dijebak, aku bersyukur bahwa laki-laki itu adalah kamu dan bukan orang lain"

__ADS_1


Lili berkata dengan penuh kelegaan dan rasa syukur.


Elmo tersenyum bahagia lalu menggoda Lili, "iya, saking bersyukurnya kamu, aku sampai tidak bisa tidur dengan nyenyak semalam"


"Kenapa?" tanya Lili.


"Karena, kamu terus menggodaku" kaya Elmo sambil terkekeh geli dan Lili memekik malu, "Elmo Elruno, kau! dasar mesum"


Elmo tertawa lepas lalu mencium pipinya Lili. "Kita tunggu Bagas datang bersama dengan Bintang dan detektif swasta kenalanku. Jika memang benar kita dijebak maka aku akan memberikan pelajaran yang benar-benar berharga bagi si pelaku"


"Aku tidak bisa membayangkan jika aku berakhir di ranjang bukan denganmu dan ......."


Elmo menarik Lili yang mulai bergetar tubuhnya ke dalam pelukannya, "sssssttt jangan berpikir berlebihan! aku ada di sini dan aku akan selalu melindungimu"


Elmo kemudian melepas pelukannya dan bertanya, "apa masih sakit?"


Lili menggelengkan kepalanya, "sudah tidak begitu nyeri"


"Bagus karena dari buku yang pernah aku baca, jika kita sering melakukannya maka rasa sakit itu akan hilang dan aku sepertinya masih mampu jika dikasih satu ronde lagi, hehehehe"


"Satu ronde kepalamu! pinggangku rasanya mau copot nih dan aku sangat lapar"


Elmo tergelak geli kemudian berucap "oh iya! aku sampai lupa kalau kita belum makan. Kamu mau makan apa? aku juga lapar berat nih karena, sepertinya aku yang telah bekerja dengan sangat berat semalam dan kamu cuma......."


Lili segera membungkam mulutnya Elmo dengan rona merah di wajahnya, dia berkata, "jika kamu menggodaku lagi maka aku akan mematahkan lehermu"


Elmo menepis tangannya Lili dari mulutnya kemudian bangkit sambil tertawa lepas, "oke! aku menyerah kalah" kemudian Elmo memesan beberapa makanan untuk mereka dan juga untuk Bagas, Bintang, dan Evan sahabat dekatnya yang berprofesi sebagai detektif swasta di sana.


Elmo kemudian duduk di sebelahnya Lili dan merangkul bahunya Lili sembari menunggu makanan dan tamu mereka datang di kamar itu



Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin🙏🤗❤️

__ADS_1


__ADS_2