
Moses Elruno berhasil mendaratkan satu bogem mentah di wajah garangnya Maha Adijaya. Moses segera berteriak ke Ray, "catat Ray satu kosong score sementara dan.........!'
Bug! Maha berhasil melesat dengan cepat dan berhasil mendaratkan satu bogem mentah di wajahnya Moses Elruno. Maha berteriak sambil menyeringai, "catat, satu sama score sementara!"
Moses mengusap pipinya lalu mendelik ke Maha, "kau curang!"
Maha menyeringai, "mana ada curang?"
"Kau memukulku di saat aku tengah berbicara dan lengah. Itu curang namanya!" Moses memekik kesal.
"Makanya fokus. Itu namanya kamu lengah dan itu kelemahanmu kok malah nyalahin aku, cih!'
Moses semakin meradang, "Ray aku akan fokus dan nggak bicara lagi, catat tiap pukulan yang aku daratkan ke orang brengsek ini!" teriak Moses lantang dan kembali melesat untuk menyerang Mada.
Beberapa pukulan dan tendangan dari Moses Elruno berhasil di hadang Maha namun bukanlah Moses jika ia tidak berhasil melihat celah, dengan sekali gerakan ia berhasil menggelungkan lengannya di leher kokohnya Maha. Moses mulai mencekik dan Maha segera berteriak, "oke dua satu score kali ini. Lepaskan aku!"
Moses melepaskan cekikan lengannya lalu melangkah mundur dan tertawa lepas, "sabuk hitam taekwondo Lo lawan, cih! kau sabuk apa? sabuk celana kolor hah?!"
Maha menyeringai, "dasar sombong! jangan salahkan aku kalau aku serius kau akan mengompol"
Moses menggelegarkan tawanya ke udara lalu mengayunkan tangannya sambil memasang kuda-kuda dan berteriak, "majulah!"
Pertarungan semakin sengit dan di saat keduanya sudah tampak kelelahan dan muka keduanya sudah terlihat memar dan bonyok, Melati segera melesat di tengah-tengahnya Moses dan Maha, ia merentangkan lengannya ke kanan dan ke kiri dan berteriak, "stop!"
Keduanya mengentikan tinju mereka tepat di kedua sisi pipinya Melati.
Moses segera menarik Melati ke dalam pelukannya saat ia melihat Maha hendak melakukan hal yang sama. Moses segera memeriksa tubuhnya Melati, "Rumi, kau tidak apa-apa? kenapa kau nekat melesat di tengah-tengah kami?"
"Kau tidak apa-apa kan Mel?" Maha bertanya dengan wajah cemas dan hendak mendekati Melati.
Moses segera berteriak, "stop! mau apa kau?"
"Aku mengkhawatirkan Melati" ketulusan terdengar di nada suaranya Maha.
"Kamu nggak perlu mengkhawatirkan Melatiku" Moses segera membopong Melati dan melesat masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Maha menatap kepergian Moses dengan sorot mata penuh kecemburuan. Lili segera berbalik badan dan melangkah lebar masuk ke kamarnya. Ia merasa jengkel dengan sikap konyol papanya.
Raja menyuruh Chery untuk mengambilkan kotak P3K dan Raja kemudian mempersilakan Maha Adijaya untuk masuk ke dalam rumah.
"Score enam lima untuk tuan Moses Elruno Kemenangan yang sangat tipis. Anda sangat hebat tuan Maha bisa mengimbangi keberingasannya tuan Moses Elruno" Ray membacakan score terakhir dengan santainya sambil melangkah masuk ke dalam rumah dan Raja segera menepuk pundaknya Ray sambil mendelik. Ray lalu meringis ke Raja.
Chery meletakkan kotak P3K di atas meja tamu lalu beradu pandang dengan Raja. "ah! om Roy yang akan mengobati luka tuan Maha"
"Wah! jangan aku dong. Aku pasang hansaplast kalau pas jariku keiiris pisau aja nggak becus kok" sahut Ray dengan tampang datar khas-nya.
__ADS_1
"Lalu siapa yang akan mengobati tuan Maha, Lili ngambek di kamarnya" sahut Chery.
Bintang segera duduk di sebelahnya Maha dan meraih kotak P3K lalu membuka kotak itu sambil berucap santai, "saya yang akan mengobati luka tuan Maha Adijaya"
Roy, Raja, dan Chery segera bernapas lega dan segera melipir secara sopan untuk pergi dari hadapannya Maha Adijaya karena, terus terang mereka juga merasa takut jika mereka menyinggung Maha maka urusannya akan semakin runyam.
Maha terus menatap Bintang, "kamu tomboy ya tapi manis dan bisa lembut merawat orang yang terluka. Siapa nama kamu? dan apa hubunganmu dengan Elruno?"
"Saya sahabatnya Elmo Elruno. Saya banyak berhutang budi sama Elmo jadi apapun yang Elmo butuhkan, emm maksud saya pertolongan apapun yang Elmo butuhkan, saya akan segera menolong Elmo. Termasuk menjadi bodyguard putri anda"
"Wow! berarti kau bisa beladiri?" tanya Maha sambil nyengir dan mendesis kesakitan saat Bintang mengoleskan salep khusus bibir di sudut bibirnya Maha Adijaya.
"Maaf kalau sedikit perih" kata Bintang.
"Nggak papa" sahut Maha sambil tersenyum.
Bintang tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "saya guru beladiri di Tiongkok tapi, karena kekurangan dana maka tempat les terpaksa saya tutup"
"Wow! hebat! berapa umurmu?" tanya Maha Adijaya
"Yang sebenarnya?" tanya Bintang.
"Iya dong. Memang ada umur yang tidak sebenarnya? hehehehe, kamu lucu juga ternyata" kekeh Maha Adijaya.
"Saya tidak memiliki ayah. Ayah saya pemabuk dan penjudi dan meninggal karena narkoba. Ibu saya tidak bekerja kala itu dan saya masih sangat muda jadi saya terbiasa berbohong soal umur saya demi sebuah pekerjaan"
"Saya lebih tua dari Elmo dan putri anda. Umur saya sebenarnya tiga puluh tahun" sahut Bintang
"Ayah kamu meninggal karena ketergantungan alkohol dan narkoba ya? secara tidak langsung aku bersalah karena, aku berbisnis narkoba dan membuka banyak kasino dan bar. Maafkan aku" ucap Maha penuh dengan ketulusan.
Bintang menatap kedua mata syahdunya Maha dan anehnya seketika itu pula dendam dan kebenciannya terhadap seorang Maha Adijaya lenyap sudah, "saya memaafkan anda karena, anda tidak secara langsung menyebabkan kematian ayah saya. Ayah saya meninggal karena, kelemahannya sendiri yang berhasil dipikat oleh narkoba dan alkohol walaupun jujur saya pernah marah dan dendam pada anda"
"Benarkah? karena kamu udah sangat baik merawatku maka aku ijinkan kamu untuk mencaci maki aku, atau memukulku, silakan saja! aku tidak akan menyalahkanmu"
Bintang menutup kembali kotak P3K karena, ia telah selesai mengobati luka Maha Adijaya lalu ia bangkit dan berkata, "saya sudah berkata kalau saya sudah memaafkan anda jadi saya nggak akan mencaci maki anda dan memukul Anda"
"Atau kita duel? biar kamu puas" sahut Maha dengan sorot mata penuh keseriusan.
Bintang terkekeh geli dan berkata, "jika kita duel maka anda akan terluka dan saya sudah capek jika harus mengobati luka anda lagi nanti"
Maha segera melepas tawa renyahnya dan berkata, "aku menyukaimu. Jadilah temanku, mau? ya.....walaupun beda umur kita dua puluh tahun tapi baru kali ini aku merasa cocok mengobrol dengan seorang gadis selain Lili putriku"
"Baiklah kita sekarang berteman. Saya permisi" Bintang tersenyum lalu pergi meninggalkan Maha.
Maha kemudian merebahkan diri di atas sofa mewahnya Moses dan tertidur di sana dengan santainya.
__ADS_1
Moses terus cemberut di saat Melati mengobati lukanya, "sayang, kok cemberut terus sih? mau aku tinggal aja? mau ngobatin luka kamu sendiri?"
Moses menarik lengannya Melati dan menggelengkan kepalanya, "kamu sih bikin jengkel. Kenapa kamu tiba-tiba nekat melesat di tengah pertarunganku dengan Maha tadi? kalau kita lengah kamu bisa terkena bogem kami berdua dan"
"Sssttt!" Melati langsung menempelkan jari telunjuknya di bibirnya Moses.
Moses menyeringai usil, "kau mau lagi Rumi? apa yang tadi pagi masih kurang bagimu?'
"Dasar mesum, kamu terluka kok ya masih bisa mikirin itu. Siapa yang mau lagi, aku nggak mau lagi kok." Melati langsung menunduk dengan rona malu di wajahnya.
Moses mencium jari telunjuknya melati lalu ia melepas tawa merdunya di udara, "aku menang tadi, aku berhasil menang dari Maha kau lihat kan tadi?"
Melati mengoleskan salep di buku-buku tangannya Moses yang memar sembari berkata, "iya, kamu menang. Kamu masih singa ganas yang tak tertandingi tapi besok kamu harus mulai menghormati pak Maha Adijaya"
"Kenapa? dia yang harus menghormatiku dong aku yang menang kan?" dengus Moses kesal.
"Sayang, kita harus mengalah demi Elmo. Pak Maha itu papa mertuanya Elmo, besan kita. Jadi kita harus saling menghormati jangan bertengkar lagi, oke?" Melati mengecup punggung tangan suaminya.
"Oke" hangatnya ciuman dari sang bidadari cintanya selalu mampu menjinakkan singa ganas yang bernama Moses Elruno
Lili melakukan panggilan Video Call dengan Elmo Elruno suaminya
"Hah?! papa kamu di rumah papaku sekarang?" Elmo terperangah dan langsung menarik rahangnya ke bawah.
"Iya dan papa kita duel"
"Hadeeehhh! siapa yang menang?" tanya Elmo penuh antusias.
Lili mendengus kesal dan berkata, "papa Moses yang menang tapi kenapa kamu malah tanya siapa yang menang sih?"
"Hahahaha, maaf sayang itu naluri alami seorang laki-laki yang selalu nanya siapa yang menang jika ada yang duel"
"Papa Moses memang hebat pantas jika putranya juga hebat" Lili tersenyum penuh arti ke Elmo.
"Aaahhh! jangan menyiksaku dengan senyum imutmu itu dong sayang, kamu tahu betapa beratnya menahan kerinduanku atas kamu"
"Aku juga sangat merindukanmu" sahut Lili dengan wajah merona.
"Sekarang tidurlah! aku akan menemani kamu sampai kamu tertidur"
Lili segera merebahkan diri dan terus menatap wajah tampan suaminya di layar ponselnya, "aku mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu" sahut Elmo, "sekarang bobok gih! aku akan menemanimu dari sini"
Lili pun memejamkan mata sambil tersenyum penuh cinta dan kedamaian karena Elmo terus menatapnya lewat layar ponsel
__ADS_1
Elmo lalu mencium layar ponselnya, mengusap mesra dan berbisik mesra, "selamat tidur istri manisku, mimpikan aku ya karena, aku sangat mencintaimu"