My Cute Nanny

My Cute Nanny
Panggil aku, sayang


__ADS_3

Melati memasuki ruang gym sambil mendorong strollernya Chery.


Melati tertegun menatap Moses yang tengah melakukan gerakan push up dan bertelanjang dada.


Bagus sekali tubuhnya. Kekar dan atletis. Melati seolah enggan untuk mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia sangat mengagumi tubuh indah milik suaminya itu.


Moses menyelesaikan push up-nya lalu berkata ",Mel, tolong ambilkan handuk kecil itu!"


Melati masih diam dan terus menatap suaminya.


"Mel?"


"Aaah, iya, ada apa kak?"


"Kamu melamunkan apa sih? sampai bengong gitu" Moses bediri dan mulai memakai baju judonya.


"Eng....enggak melamun Kok" Melati menyodorkan handuk kecil yang tau diminta sama Moses.


"Kamu ganti baju dulu, gih! lalu kita mulai latihan kita?" Moses mengelap keringatnya sembari melangkah mendekati strollernya Chery.


Melati langsung melangkah menuju ke kamar ganti yang ada di pojok ruang gym tersebut.


"Uluh uluh anak papa sudah wangi nih, sudah mandi, papa cium ya........"


"Stop, jangan cium Chery! kakak berkeringat tuh" Melati keluar dari kamar ganti dan langsung melarang Moses untuk mencium Chery.


Moses tersenyum dan melangkah mendekati Melati "kalau mencium mamanya Chery boleh?" langkah Moses belum terhenti untuk mendekati Melati.


Melati mundur dan berkata "kak, tolong jangan bercanda!"


"Hahahaha, oke, oke, ayok kita mulai latihan kita! kita pemanasan dulu sebentar"


Setelah selesai melakukan pemanasan, mereka langsung melanjutkan gerakan gerakan yang kemarin sudah diajarkan oleh Moses.


"Bagus! kamu sudah mulai naik tingkat, gerakan baru pun sudah kamu kuasai"


Melati tersenyum senang mendengarkan pujian dari suaminya.


"Boleh aku kasih hadiah?" tanya Moses sembari tersenyum jahil.


Melati secara refleks mengangguk saking bahagianya karena, dia telah berhasil menguasai gerakan gerakan sulit yang tadi diajarkan Moses, dengan sangat sempurna. Tanpa tahu apa hadiahnya, dia pun langsung mengangguk dengan riangnya.


Moses pun langsung mendaratkan ciuman di pipinya Melati.


Melati mengusap pipinya dan langsung bengong "i...i..ini hadiahnya?"


"Hmm, nanti kalau kamu berhasil menguasai gerakan baru, aku akan kasih hadiah lagi, tapi.......,kalau kamu gagal dan melakukan kesalahan, aku akan kasih hukuman" Moses kembali tersenyum jahil.


"Melati nggak mau dikasih hadiah lagi, kak dan Hukuman? apa hukumannya, kak?"


"Aku akan tetap kasih hadiah dan soal hukuman, kalau kamu melakukan kesalahan, kamu juga akan tahu" Moses tersenyum jahil dan berkata "ayok kita lakukan sit up dulu! kamu rebahan di depanku lalu tekuk lutut kamu! seperti kemarin"


Melati hanya bisa mendengus untuk mengalah, menanggaoi semua ocehan suaminya.


Melati melakukan semua perintahnya Moses. Lalu Moses memegangi kedua lututnya Melati "sekarang tekuk tubuh atas kamu ke lutut kamu! ready and go!"


Melati langsung melakukan gerakan tersebut dan cup, Moses mendaratkan ciumannya lagi, kali ini di keningnya Melati.


Melati duduk tegak dan menghentikan gerakan sit up-mya "kak?"

__ADS_1


"Siapa yang suruh kamu berhenti? baru satu kali nih, masih ada sembilan kali lagi, ayok semangat!" Moses berkata tanpa menggubris protesnya Melati.


Melati kembali rebahan dan menekuk tubuh atasnya kembali ke arah lutut dan cup. Moses mendaratkan ciuman lagi di keningnya Melati.


Melati mendengus kesal dan mulai memasang wajah cemberut dan tetap merebahkan diri.


"Ayo bangun! semangat!" kata Moses sembari tersenyum sumringah. Dia senang bisa mengerjai istri cantiknya dan berhasil mencium Melati beberapa kali.


"Kakak yang semangat tuh, bisa cium cium terus, kalau nggak berhenti mencium Melati, maka Melati akan tetap rebahan seperti ini" kata Melati serius.


Moses tidak kalah akal. Dia melepas tangannya dari kedua lututmya Melati, lalu dengan santainya dia ikut rebahan di sampingnya Melati.


"Kak?" spontan Melati bangun dan duduk tegak lalu menoleh kesal ke arahnya Moses.


"Kalau kamu ogah ogahan, aku juga bisa ogah ogahan" Kata Moses dengan santainya.


"Kakak bangun dulu! Melati akan lanjutkan sit up-mya!"


Melati kembali mengalah dan mulai cemberut.


"Hahahaha, oke tuan putri" Moses kemudian bangun dan kembali memegangi kedua lututnya Melati.


Ciumannya Moses tetap mendarat di keningnya Melati sampai Mama barunya Chery itu selesai melakukan sit up-nya.


"Bagus! kita sudahi dulu latihan hari ini, ganti baju dan terus kita sarapan!"


Melati berdiri dan menatap Moses dengan kesal. Gila ya dia. Bagaimana bisa, dia curi curi kesempatan untuk terus mencium aku. Melari gumam gumam sendiri.


Moses tersenyum sangat puas "papa menang banyak nih, Chery, hihihihi" Moses berucap lirih sembari menatap putri cantiknya.


Chery seolah mengerti ucapan papanya, dia pun tersenyum ala bayi dan menggerak nggerakkan tangan dan kakinya nampak kegirangan.


"Kamu ke ruang tamu dulu, Ray pasti sudah ada di sana, nanti aku nyusul!"


Melati pun mengangguk sembari mendorong strollernya Chery dan melangkah keluar dari ruang gym.


Moses masuk ke ruang ganti. Beberapa saat kemudian dia sudah masuk ke dalam ruang tamu dan duduk di samping istrinya.


Semua pelayan, satpam dan pengawalnya Moses, berkumpul di ruang tamu.


Moses memegang bahunya Melati dan berkata "Melati adalah istriku sekarang. Kita menikah kemarin siang. Jadi mulai dari sekarang, kalian harus menghormatinya! Melati nyonya kalian sekarang dan ingat jangan sebarkan berita tentang pernikahan aku dan Melati, jangan dulu, sampai aku mengijinkannya! mengerti?!"


"Mengerti, tuan" jawab semuanya secara serempak.


"Bagus! sekarang pergilah kalian semua!"


Semua akhirnya pergi meninggalkan tuan besarnya untuk kembali melaksanakan tugas mereka masing masing.


"Kita sarapan dulu, yuk!" kata Moses sembari berdiri dan mendorong strollernya Chery menuju ke ruang makan.


"Ray, hari ini kita jadi pergi ke kota S?" ucap Moses sambil mengunyah makanannya.


"Bagus, kamu dan Chery ikut ya Mel! kita sekalian berkunjung ke rumahmu, untuk menemui mama kamu, mama mertuaku"


"Uhuk uhuk" Melati langsung tersedak.


Moses menepuk nepuk pelan punggungnya Melati dan menyodorkan segelas air putih ke Melati.


Melati meraih gelas tersebut dan langsung meminumnya sampai habis tak bersisa.

__ADS_1


"Aku ada proyek baru di kota S, aku pikir jika pergi ke sana alangkah baiknya kalau kita sekalian mengunjungi mama kamu"


"Tapi Melati belum menyiapkan semuanya, kenapa mendadak begini sih, kak" Melati mulai kebingungan, bagaimana nanti reaksi mamanya kalau tahu dia sudah menikah dengan seorang pria yang sudah memiliki anak.


"Ijah, penggantinya Sri sudah memasukkan semua keperluan Chery dan baju baju kamu ke dalam mobil. Secukupnya saja nanti kalau kurang kita bisa beli di kota S" Kata Moses dengan santainya.


"Sekalian bulan madu, nyonya" sahut Ray.


Melati langsung berkata "Kak, nggak usah panggil nyonya. Tetap panggil Melati saja ya. Melati sudah anggap kak Ray sebagai kakaknya Melati karena Rini sahabatnya Melati kan adik sepupunya kak Ray"


"Tapi, kamu kan sekarang nyonya Moses Elruno, mana berani............"


"Kak" Melati lanagsung menoleh ke arah suaminya untuk meminta dukungan.


Moses menghela napas panjang lalu kembali menyunggingkan senyum jahilnya "aku ijinkan Ray memanggil kamu Melati tanpa embel embel nyonya dan kamu boleh manggil Ray dengan sebutan kakak, tapi......."


"Tapi apa kak?"


"Kamu harus memanggil aku sayang mulai detik ini!"


Ray mengulum senyum menahan geli.


Melati menoleh kesal ke arah Ray.


"Gimana?" Moses menaikkan salah satu alisnya.


"Baiklah!" ucap Melati.


"Ayo dicoba!" kata Moses.


"Apanya?" Melati tampak kebingungan.


Ray terus berusaha menahan tawa.


"Bilang sayangnya dong, ayok dicoba sekarang!" kata Moses dengan polosnya.


"Aaah, nanti aja ya, Melati malu ada kak Ray" Melati mencoba ngeles dan berhasil Moses akhirnya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan sarapannya.


Tidak begitu lama, mereka pun sudah berada di dalam mobil melakukan perjalanan menuju ke kita S. Kota kelahirannya Melati.


Sementara itu Awan dan Miracle tengah menata kamarnya Miracle yang ada di dalam sebuah asrama. Miracle tidak jadi pindah siang nanti. Dia tidak betah untuk tinggal di dalam kamar hotel sendirian dan menelepon Awan untuk membantunya pindahan pagi hari ini juga.


Awan dan Miracle akhirnya menyelesaikan pekerjaan menata kamarnya Miracle.


Mereka lalu duduk di teras depan kamarnya Miracle.


"Terima kasih ya, Wan. Maaf aku menelepon kamu pagi tadi. Pacar kamu nggak marah kan, kalau kamu membantu aku saat ini?'


'Aku sudah putus dengannya kemarin" jawab Awan lirih.


"Hah? secepat itu? A...a....apa karena aku?"


" Iya karena kamu, karena di hatiku hanya ada kamu selama ini" jawab Awan.


"Wan, kamu kecewa ya putus sama dia? maafkan aku"


Awan meraih kedua tangannya Miracle dan menggenggamnya erat "kamu mau kembali lagi sama aku, kita ulangi lagi dari awal?"


Miracle menatap Awan lalu menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Awan sangat lega "terima kasih sayang" dan langsung memeluk erat tubuhnya Miracle.


__ADS_2