
"Sayang, kamu makan ya!?" kata Moses sembari membawakan sepiring nasi dan lauk di depannya Melati "aku suapi ya?" kata Moses.
Melati menggelengkan kepalanya "aku nggak pengen makan, kalau bau makanan bawaannya pengen muntah" Melati mendorong pelan piring nasi yang disodorkan Moses.
"Sayang, makan dikit aja ya, dari tadi pagi kamu muntah terus dan belum kemasukan apa apa" Moses nampak sedih "kamu sayang nggak sama aku, sama anak anak dan sama calon anak kita yang ada di dalam kandunganku?"
Melati menangis terisak "aku sayang semuanya, tapi aku nggak bisa makan. Aku juga nggak tahan bau badanku sendiri, bau sabun mandi juga nggak tahan"
"Aku akan carikan wangi sabun yang kamu suka nanti, kalau bau badanku suka nggak?" tanya Moses.
Melati tersenyum dan mengangguk "iya aku suka wangi badan kamu"
"Kalau gitu makannya sambil aku peluk ya? siapa tahu nggak mual dan nggak muntah, kita coba ya?" Moses meraih kepalanya Melati dan dia sandarkan di atas dadanya.
Moses kemudian menyuapi satu sendok nasi dan lauknya ke Melati.
Melati mengunyahnya pelan dan tersenyum "benar sayang, nggak mual"
Moses langsung merasa senang dan menyuapkan lagi satu sendok nasi dengan lauknya ke Melati dengan penuh cinta dan kesabaran.
"Aku akan bekerja di rumah mulai detik ini. Aku akan menyuapi kamu terus seperti ini, sepanjang hari" kata Moses sembari tersenyum senang ketika piring nasinya telah kosong dan Melati sama sekali tidak merasa mual dan tidak muntah.
Moses menaruh piring itu di atas kasur dan hendak beranjak pergi ke dapur untuk mengembalikan piring tersebut. Tapi, ditahan sama Melati. Melati memeluk erat tubuh suaminya dengan kedua tangannya.
Moses mencium puncak kepalanya Melati dan tersenyum penuh cinta "oke, aku akan tunggu sampai kamu tidur dan jangan muntah ya" Moses mengelus elus perutnya Melati.
Beberapa menit kemudian Melati pun jatuh tertidur. Moses menaruh pelan kepalanya Melati di atas bantal, menyelimutinya. dan mengecup pelan keningnya Melati.
Moses kemudian membawa piringnya ke lantai bawah. Setelah itu Moses menengok ke ruang bermain. Dia melihat Chery dan Elmo masih bermain ditemani mama mertua dan papa asuhnya.
Hari ini, pagi pagi buta Dokter Erlangga dan Heni sampai di rumahnya Moses.
"Melati gimana?" tanya dokter Erlangga dan Heni secara bersamaan.
"Sudah mau makan satu piring ma, pa, lumayan lah. Moses akan bekerja di rumah mulai detik ini untuk menyuapi Melati karena, Melati hanya mau makan kalau Moses yang menyuapinya" kata Moses.
"Syukurlah" kata dokter Erlangga. "Kalau masih terus mual, muntah, dan nggak bisa masuk makanan atau cairan apapun maka harus opname dan dipasang infus"
"Iya, om. Kehamilannya Melati kali ini lebih sulit, Moses merasa kasihan sama Melati dan merasa bersalah, membuatnya hamil lagi secepat ini" kata Moses sembari memangku Elmo.
"Sudah terlanjur Mo, sekarang kita harus bekerja sama untuk menghadapi kerepotannya. Dan yang paling penting, perhatian dan kasih sayang kita ke anak anak nggak boleh berkurang"
"Iya, mama kamu benar" kata dokter Erlangga.
"Om, mulai hari ini akan tinggal di sini sampai Melati melahirkan nanti karena, ini nih, princess cantiknya kakek, nggak mau lepas dari kakek, hahahaha" dokter Erlangga berucap sembari memberikan ciuman ke Chery yang sedari tadi minta dipangku sama kakeknya.
"Emm, Moses mau keluar ke supermarket sebentar mau beli sabun mandi. Melati nggak suka bau sabun mandi yang sekarang ini" kata Moses. "Moses nitip anak anak sebentar ya?!" Moses kemudian menaruh Elmo dipangkuan mama mertuanya.
__ADS_1
"Iya, mumpung Melati masih tidur, cepatlah berangkat"
Moses lalu pamit dan segera meluncurkan si Blacky menuju ke supermarket terdekat. Moses berangkat sendiri karena, Ray sibuk di kantor.
Sesampainya di supermarket, Moses memborong semua merk sabun mandi dengan semua varian wanginya. Moses juga memborong semua merk susu ibu hamil dengan berbagai rasa, mulai dari rasa cokelat, vanila, strawbery, dan mangga. Dua troli yang dia bawa penuh sesak, dia sedikit kewalahan membawanya menuju ke kasir.
Moses kemudian menuju ke camilan khusus untuk balita. Moses mengambil camilan kesukaannya Chery dan Elmo lalu menuju ke mainan anak anak, dia mengambil beberapa mainan edukasi untuk Chery dan Elmo, tidak lupa mengambil buah kesukaannya Melati dan anak anak, yaitu buah mangga.
Ketika Moses melangkah menuju ke kasir, tiba tiba datanglah seorang wanita muda nan cantik tersenyum, mendekatinya, dan berdiri di sampingnya Moses tanpa permisi, lalu menawarkan diri untuk membantu Moses, mendorong salah satu troli yang tengah dipegang oleh Moses.
Moses mengeraskan bibirnya dan menahan trolinya.
"Saya akan bantu, kok ditahan sih?" kata cewek muda nan cantik itu sembari memberikan senyumannya yang paling menggoda.
"Apa aku minta tolong sama kamu? nggak kan? minggir!" Moses terus melangkah sembari mendorong kedua trolinya menuju ke kasir dan meninggalkan cewek itu begitu saja.
"Cakep cakep sombong! huh!" cewek itu mendengus kesal sambil menatap punggungnya Moses.
Setelah selesai melakukan pembayaran, Moses langsung meluncur ke mobilnya, menaruh semua belanjanya ke dalam bagasi, dan pulang.
Sesampainya di rumah, Moses menaruh semua botol sabun yang dia beli ke dalam keranjang yang ada di rumahnya lalu menentengnya dan membawanya ke kamar.
Saat Moses membuka pintu kamarnya, Melati terbangun. Moses tersenyum dan berucap "sayang, aku sudah beli beraneka macam sabun mandi, kamu coba bau saru persatu botolnya, mana yang kamu suka?" kata Moses.
Melati kemudian mengambil satu persatu botol sabun cair yang ditaruh Moses di depannya. Saat Melati mencium bau sabun yang tidak cocok, Melati langsung mual, mau muntah, dan Moses langsung memeluknya.
Akhirnya Melati dan Moses tersenyum lega ketika menemukan wangi sabun mandi yang tidak membuat Melati merasa mual. Melati langsung membawa sabun itu dan pergi ke kamar mandi untuk mandi karena, Melati nggak suka mencium bau badannya sendiri dan bau badannya itu membuat dia merasa pusing dan mual.
Moses menghela napas panjang dan tersenyum geli melihat Melati merasa mual mencium bau badannya Melati sendiri.
Bos besar itu memencet intern phonenya dan menyuruh Ijah membawa semua botol sabun mandi cair, yang tidak lolos di indra penciumannya Melati, ke bawah.
Ijah bertanya "untuk apa sabun cair sebanyak ini, tuan?"
"Kamu bagikan aja ke semua pegawai dan pengawal!" kata Moses.
"Baik tuan" Ijah kemudian pergi meninggalkan kamarnya Moses.
Melati telah selesai mandi dan mendapati mama dan kedua anak anaknya sudah berada di dalam kamarnya. Anak anaknya sudah mandi dan wanginya pun Melati suka, wangi minyak kayu putih, khas balita.
Melati memeluk erat kedua anaknya dan mengajak mereka bermain mainan edukasi yang baru saja dibeli oleh Moses.
"Ma, emm, mama tidur di kamar atas saja ya, kasihan kalau mama dan papa naik turun terus" kata Moses. "Ijah sudah Moses suruh merapikan kamarnya tadi"
"Iya" kata mamanya Melati sembari mengajari Chery nama nama hewan dalam bahasa Inggris.
Moses sejak mamanya pindah ke rumahnya, sudah membuat satu kamar lagi di lantai teratas istananya.
__ADS_1
Elmo disuapi Melati, camilan kesukaannya Elmo, Elmo mengunyah camilannya sembari memainkan mainannya.
"Sayang, mau mangga? aku kupasin ya? aku beli mangga tadi, yang asam buat kamu yang manis buat anak anak. Anak anak sudah dikupasin dan disuapi sama mama, tadi" kata Moses.
Tapi Melati menggelengkan kepalanya.
"Mel, makan buah itu baik untuk mengurangi mual" kata mamanya Melati.
"Melati masih malas makan apapun saat ini, ma"
"Apa susu? mau rasa apa? ada cokelat, vanila, strawbery, dan mangga? kalau pakai es batu nggak akan bikin mual. Mau ya? aku bikinin" kaya Moses penuh semangat.
Melati merasa nggak tega kalau terus menolak suami tercintanya. Akhirnya dia menganggukkan kepalanya "rasa cokelat aja, sayang, pakai es ya!?"
"Oke!" Moses langsung berdiri dengan penuh suka cita untuk membuatkan Melati es susu cokelat khusus untuk ibu hamil.
Mamanya Melati mengelus lembut rambutnya Melati dan berkata "kamu harus lawan rasa mual kamu demi anak anak dan suami kamu. Lihat tuh! suami kamu, sayang dan perhatian sama kamu, bahkan dia memutuskan untuk tidak pergi ke kantor lagi demi kamu Dan anak anak"
"Iya ma, Melati akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadi kuat dan tidak manja" Melati tersenyum penuh kasih sayang ke mamanya.
Chery tiba tiba berucap ke papanya "papa, Chely juga mo cucu"
Moses menoleh ke Chery sembari tersenyum dan berkata "siap princess!"
Alfa dan Rini terbangun di saat hari sudah beranjak sore. Mereka kelaparan karena sedari siang belum makan dan kehabisan tenaga setelah melakukan pergulatan yang liar dan hebat.
Alfa langsung memakai kembali bajunya setelah membersihkan badan lalu memesan makanan dan minuman ketika Rini masih berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Saat Rini keluar dari dalam kamar mandi, makanan dan minuman yang beraneka macam dengan porsi jumbo telah tertata rapi di atas meja makan. Kedua pengantin baru itu pun langsung menyerbu makanannya dengan semangat empat lima.
"Sayang, kita belum telpon papa" kata Rini.
"Aku sudah telpon mama dan mama yang akan bilang ke papa kalau kita saat ini lagi sibuk berduaan, heeee"
Rini terkekeh geli dan kembali menyantap makanannya.
Beberapa kali, Alfa menyuapkan makanan ke Rini, begitu juga Rini. Mereka saling menyuapi dengan sorot mata saling cinta.
"Kita akan pulang sehabis makan" kata Alfa.
"Iya, kasihan papa nunggu kita kelamaan" ucap Rini.
"Apa makanan kesukaannya papa?" tanya Alfa.
"Papa suka martabak manis" kata Rini.
"Kita nanti mampir dulu untuk beli martabak manis buat papa"
__ADS_1
"Oke" ucap Rini.