My Cute Nanny

My Cute Nanny
Claudia koma


__ADS_3

Pertandingan catur antara papanya Rini dan Alfa di babak penentuan dimenangkan oleh Alfa.


"Kamu hebat ternyata, aku kasih dua puluh point untuk kamu" Papanya Rini berkata sembari membereskan papan caturnya.


"Terima kasih banyak, om. Emm, kita jadi beli bunga mawar?" Alfa tersenyum dan berdiri ketika dilihatnya calon papa mertuanya itu telah berdiri.


"Jadi dong, tapi kamu tetap traktir aku makan ya, aku lupa bawa dompet ternyata, tadi taksi online yang aku pesan dibayar sama Rini"


Alfa tersenyum dan berkata "beres om, mari kita berangkat sekarang"


"Kamu sudah nggak ada pasien lagi?" tanya papanya Rini sembari mengiringi langkahnya Alfa, keluar dari ruang prakteknya Alfa.


"Sudah selesai om, tapi nanti lanjut lagi jam empat sore sampai malam" kata Alfa.


Rajin juga nih anak ya, cerdas pula. Menantu idaman nih. Batin papanya Rini sembari melirik ke Alfa.


Mereka naik ke dalam mobil sport kesayangannya Alfa, si Yellow Bee.


"Kamu kenapa suka mobil sport. Cuma muat sedikit dan sempit nih ruangannya" ucap papanya Rini. "Kalau aku lebih suka mobil semacam Van kan longgar tempatnya dan bisa muat banyak kalau bepergian, sekeluarga bisa masuk semua"


"Iya om, ini mobil kesayangan saya heeee, tapi nanti kalau saya sudah menikah dengan Rini, saya akan beli satu mobil lagi yang bisa muat banyak, om"


"Bagus itu! beli yang kayak punyaku, jangan sedan kayak punyanya Rini, sempit juga tuh!"


"Iya om tenang saja, nanti kalau saya ingin beli, saya akan ajak om" ucap Alfa. sembari terus fokus mengendarai Yellow Bee.


"Benarkah? aku suka otomotif. Beneran ajak aku ya kalau kamu mau beli mobil"


Alfa menoleh singkat ke calon papa mertuanya dan melempar senyum kemudian berkata "siap om"


"Emm, bisakah kamu pinggirkan mobil kamu sebentar?"


Alfa menoleh heran ke papanya Rini sembari memarkirkan Yellow Bee di pinggir jalan. "Ada apa om? om nggak enak badan atau pusing? apa Alfa setirannya kurang nyaman bagi om?"


"Nggak kok bukan karena itu, heeee. Emm, aku belum pernah pegang kemudi mobil sport, bolehkah aku kemudikan mobil kesayangan kamu ini?"


Alfa secara spontan tersenyum geli dan menghela napas lega. "Boleh om, ini kuncinya" Alfa menyerahkan kunci mobilnya dan melangkah turun untuk bertukar tempat dengan papanya Rini.


Papanya Rini langsung kegirangan dan mengendarai mobil sportnya Alfa dengan liar.l saking girangnya.


Sebelas dua belas nih sama Rini, hadeeehh. Kalau aku protes bakal marah nggak ya? Omaigat!!! kencang sekali!!! Alfa berkata di dalam hatinya sembari memejamkan mata dan berpegangan kencang pada handle mobilnya.


"Naaahh mengendarai mobil sport yang benar tuh seperti ini, asal tidak melebihi batas maksimum, aman tapi cepat jadi nggak ngantuk. Kita ke arah mana nih?"


Alfa mengaktifkan layar yang ada di dalam dashboard mobilnya dan berkata "om ikuti GPS aja! sudah terpasang di layar om" Alfa terus memegang erat handle mobilnya.


Tidak begitu lama, mereka pun sampai di toko bunga milik mantannya Alfa.


Di Itali.............


Claudia dijambak dan ditampar oleh istri sah dari suami kontraknya. Claudia hanya bisa diam dan pasrah karena dia menyadari kalau dia memang salah tetapi saat wanita itu hendak menendang perutnya, cewek cantik mama kandungnya Chery itu mulai melawan.


Istri sah suami kontraknya Claudia itu pun terjengkang beberapa langkah ke belakang. Kemudian pergi meninggalkan Claudia dengan penuh emosi dan ancaman kalau tidak segera bercerai dengan suaminya maka, dia akan membunuh Claudia.

__ADS_1


Claudia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur mewah dan menghela napas panjang.


Tidak begitu lama, suaminya pun datang dan langsung kaget melihat wajah cantiknya Claudia memar.


"Apa yang terjadi?" kata cowok asli Itali itu yang sudah mahir berbahasa Indonesia karena cintanya yang begitu besar kepada Claudia maka dia belajar bahasa Indonesia.


Claudia masih berbaring sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya dan berucap "ingat juga kamu sama aku? sudah tiga bulan ini kamu nggak pulang ke sini. Istri kamu tadi datang ke sini dan melabrak aku, menampar dan menjambak aku"


Suami kontraknya Claudia kemudian berbaring di sampingnya Claudia dan berkata "maafkan aku, sayang"


"Hah! tumben kamu memanggil sayang" kata Claudia.tanpa menoleh ke suami kontraknya.


"Satu tahun lagi pernikahan kontrak kita berakhir, kamu harus ceraikan aku saat itu juga! atau kalau boleh, kamu ceraikan saja aku, sekarang juga" ucap Claudia.


Suaminya Claudia mulai menempelkan wajahnya di leher indahnya Claudia tetapi Claudia menggeser tubuhnya menjauhi suaminya.


"Cih! kamu berani menolakku sekarang?"


Claudia hanya diam membisu.


Suami Claudia semakin tertantang kemudian menarik Claudia dan mulai mengajak bercinta Claudia dengan penuh cinta bagi dia tapi bagi Claudia itu merupakan siksaan karena, Claudia merasa terpaksa mengikuti keinginan suami kontraknya itu.


Setelah menyelesaikan penyatuan raga sebanyak yang dia mau dengan istri kontraknya yang sangat cantik, lelaki asli Itali itu kemudian menyelimuti tubuh polosnya Claudia dan memeluknya. Laki laki itu kemudian berucap "aku sepertinya mulai mencintaimu, sayang. Aku mungkin nggak akan pernah melepaskanmu"


Claudia langsung bangun dan menampar pipi suaminya "sadarlah kamu dari mimpimu! Aku nggak mau selamanya menjadi istri kamu! aku tidak pernah dan tidak akan pernah mencintai kamu!" Claudia berteriak frustasi. "kamu punya istri dan anak. Istri kamu bahkan sudah mengetahui keberadaanku dan tadi istri kamu........." Claudia mulai terisak menangis "tolong lepaskan aku"


Laki laki itu pun bangun dan memeluk Claudia dari belakang kemudian menaruh dagunya di atas pundaknya Claudia "aku akan urus istriku dan aku nggak akan pernah melepasmu, aku mencintaimu"


Claudia melepaskan diri dari pelukan suami kontraknya dan berlari masuk ke dalam kamar mandi lalu membanting keras pintu kamar mandi itu.


Claudia menangis sejadi jadinya di dalam kamar mandi. Dia frustasi kalau sampai suami kontraknya tidak mau melepasnya maka impiannya untuk bertemu kembali dengan anaknya dan pujaan hatinya, Moses Elruno, akan sirna. "Benar kata manajerku, jangan coba coba melakukan nikah kontrak demi apapun" gumam Claudia di tengah Isak tangisnya.


Setelah puas menangis, Claudia keluar dari kamar mandi dan pergi keluar dari kamar utama untuk masuk ke kamar sebelahnya tanpa menoleh sama sekali ke suaminya. Dia merasa malas untuk tidur satu ranjang dengan suaminya.


Suaminya Claudia hanya bisa melihat tingkah laku istri kontraknya dengan helaan napas panjang.


Keesokan harinya.......


Claudia seperti biasanya bangun pagi dan joging. Tanpa dia sadari, suaminya mengikuti dia dari belakang.


Di saat Claudia melangkah hendak menyeberang jalan, ada mobil yang bergerak sangat cepat ke arah Claudia. Suaminya Claudia langsung berlari dan mencoba untuk menyelamatkan Claudia tapi terlambat. Claudia tertabrak mobil itu dan mulai bersimbah darah.


Suaminya Claudia menatap mobil yang menabrak Claudia dan mendapati istri sahnya nampak panik dan ketakutan di balik kemudi mobil yang menabrak Claudia.


Tanpa menghiraukan istri sahnya, suami kontraknya Claudia itu langsung masuk ke dalam mobil ambulans yang berhasil dia panggil dan mendampingi Claudia yang tidak sadarkan diri, dalam kondisi yang mengkhawatirkan.


Sesampainya di rumah sakit, suaminya Claudia langsung menyetujui tindakan operasi untuk Claudia.


Operasi berjalan enam jam lebih. Setelah selesai, salah satu tim dokter yang menangani Claudia menemui suami kontraknya Claudia itu dan memberitahukan kalau Claudia masih koma dan masih dalam masa kritis. Kalau berhasil melalui masa kritis belum tentu akan tersadar dari koma, jadi pihak keluarga harus bersiap menerima kemungkinan terburuk jika si pasien akan mengalami koma cukup lama.


"Fa, lama nggak ke sini aku merindukanmu" kata si empunya kios bunga mantan pacanya Alfa. Cewek itu berlari mendekati Alfa dan hendak memeluk Alfa. Alfa dengan cepat memundurkan langkahnya dan berkata "maaf, aku sudah bertunangan dan kenalkan, ini papa dari tunanganku"


Papanya Rini melihat Alfa dengan pandangan tidak senang dan berucap "siapa cewek ini? kenapa dia bilang, dia merindukanmu?"

__ADS_1


"Dia teman saya, om. Dia hanya teman. Saya berkata jujur, om"


Cewek itu langsung paham situasinya dan berkata "benar! saya temannya Alfa, om. Mari silakan dilihat lihat bunga apa yang om inginkan?"


Sammy masih tampak mencurigai Alfa dan terus mengawasi tingkah Alfa dan cewek itu.


Awas aja kalau sampai ketahuan kamu bohongi aku, saat ini juga aku akan suruh kamu putus dengan Rini sekarang juga dan jangan harap untuk menjadi menantuku, cih! Batin Sammy kesal.


"Om, maaf saya tunggu saja di mobil boleh?" kata Alfa.


Cewek mantan pacarnya Alfa merasa kecewa dengan sikap Alfa yang berubah dan tidak menghiraukan dia sama sekali saat ini.


Naaahh, bagus nih! berarti dia memang jujur dan dia nggak ada hubungan spesial dengan cewek ini. Batin Sammy senang.


"Baiklah, tapi om pinjam uang kamu, heeeee. Om kan lupa nggak bawa dompet" ucap Sammy sambil menggaruk nggaruk kepalanya.


Alfa tersenyum sembari mengeluarkan dompet dari saku celananya "om bawa aja dompetnya Alfa dan nggak usah pinjam, om. Beli aja yang om suka. Alfa tunggu di dalam mobil ya, om"


"Hahaha, oke oke, makasih ya. Tapi habis ini kita makan siang dulu lho"


Alfa menoleh, tersenyum dan berkata "baik om"


Alfa kemudian masuk kembali ke dalam mobilnya dan menyalakan AC-nya. Cowok tampan itu kemudian memasang headsetnya dan menelepon Rini.



"Halo sweety, kamu lagi apa?"


"Halo sayangku, aku di rumah nih ngerjain skripsi. Kamu lagi sama papa kan?" tanya Rini "tadi papa minta dipesankan taksi online dan membawa papan catur kesayangannya, katanya pengen menemui kamu di rumah sakit dan bermain catur denganmu"


"Iya, aku sama papa nih. Mampir beli bunga dan pot untuk mama di toko bunganya Maya, mantan aku" Alfa tersenyum jahil.


"Hah?!" Rini mulai terpercik rasa cemburu.


"Ada bau bau aneh nih kayaknya, bau apa ya kira kira?" Alfa mulai jahil.


"Iya bau cemburu, aku akui kalau aku cemburu. Kamu sengaja beli bunga di situ ya? biar bisa ketemu sama mantan kamu?" kekesalan terdengar di nada bicaranya Rini.


"Hahahaha, sama kayak papa nih. Papa tadi juga cemburu dan curiga sama aku, hahaha. Aku lupa kalau Maya itu mantan aku, aku refleks ajak papa ke sini dan nggak ada maksud apa apa, sayang. Aku aja nunggu di dalam mobil. Emm, apa perlu aku VC agar kamu percaya?"


"Nggak usah sayang, aku percaya kok sama kamu. Maaf kalau nada bicaraku tadi penuh emosi, aku langsung terpercik cemburu begitu mendengar kata mantan"


"Hahahaha, iya sweety. Eh, tahu nggak, tadi papa yang mengemudikan Yellow Bee" kata Alfa.


"Hah? benarkah? terus ngebut nggak?"


"Hahaha, iya mirip sama kamu pas kemudikan Yellow Bee untuk pertama kalinya, hahahaha, bikin sport jantung"


Tawa renyahnya Rini langsung menggema indah di telinganya Alfa.


"Eh, papa sudah selesai. Aku tutup dulu telponnya ya, love you, Sweety"


"Love you too" Rini tersenyum dan menutup sambungan ponselnya.

__ADS_1


"Nih dompet kamu, makasih ya" papanya Rini dengan santainya menaruh pot dan bunga mawarnya di atas jok belakang mobil kesayangannya Alfa yang berwarna putih bersih. Jok itu langsung kotor dan tercoreng warna hitam.


Hiks Hiks Hiks. Batinnya Alfa sedih menatap jok mobil putihnya yang biasanya bersih dan indah seperti salju, kini tercoreng warna hitam.


__ADS_2